Tentang pelecehan seksual

Pagi ini saya menjadi korban pelecehan seksual di angkutan umum. seorang bapak ternyata sibuk menyenggol payudara saya dengan tangannya. *bahkan membayangkannya lagi terasa menjijikkan*. Saya sempat tak bisa bicara, marah dan ketika akhirnya saya berteriak, bajingan itu malah melarikan diri.  Sampai sekarangpun emosi saya masih campur aduk. marah, sedih, jijik dan menyesal kenapa harus memaksakan naik angkutan umum itu.

Dan saya jadi berpikir, betapa masih banyak orang termasuk laki-laki yang menyalahkan korban pelecehan seksual. Kalian yang mengundang, jadi salah sendiri kenapa bisa seperti itu. salah sendiri kenapa pakai pakaian seksi. salah sendiri kenapa jalan sendirian tengah malam. salah sendiri kenapa naik angkot berdesak-desakan. jangan-jangan nanti ada pula yang menyalahkan kenapa bisa hidup.

saya naik angkot jam 10 pagi, memakai jaket kedodoran dan rasanya tidak seksi sama sekali. tetap saja bajingan itu melecehkan saya. jadi pelecehan seksual bukan tentang pakaian, bukan tentang memprovokasi. pelecehan seksual adalah tentang bajingan yang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Mau berpakaian serapat apapun, kalau pikirannya kotor pelecehan seksual tetap akan terjadi.

di mana letak seksinya pakaian ini?

di mana letak seksinya pakaian ini?

Jadi, buat semua yang beranggapan bahwa korban pelecehan seksual yang memprovokasi, ini pesan saya buat kalian.

i'd be glad to hit your face

i’d be glad to hit your face

Ps: gambar terakhir dari sini.

stages I have to face when I lose my job

1. Grieving

Err.. di tahap ini biasanya saya sedih banget, kadang-kadang sampai nangis bombay. Yang dilakukan tiap hari adalah meratapi nasib dan curhat sambil nangis-nangis ke si pacar. di tahap ini juga saya tak sudi mampir atau sekadar lewat daerah kantor. terlalu menyakitkan buat saya 😦 Baca lebih lanjut

#192 itikkecil dan For My Better Half

Sedari dulu saya bukanlah orang yang bisa mengungkapkan perasaan saya secara langsung. Kadang-kadang kalau ingin menyatakan sesuatu yang terjadi saya malah nangis.

Jadilah saya terbiasa mengungkapkan segala sesuatunya lewat surat. Kalau misalnya saya kesal atau mau curhat, saya akan memberikan surat kepada orang yang dituju. Awal saya membuat blog ini sebenarnya adalah tempat saya curhat tentang yang terjadi sehari-hari. Dan ternyata ada beberapa tulisan di blog ini yang bercerita tentang perasaan saya ataupun kejadian yang saya alami sehari-hari bersama my better half. Baca lebih lanjut

#7 itikkecil dan nasihat yang pernah diterimanya

Dasarnya sih dari ide postingan hari ini yang ada di sini.

Describe the wackiest but most useful advice you’ve ever received.

Tidak banyak orang yang memberikan nasihat ke saya. jadi agak sulit juga memilah apakah nasihat itu berguna atau tidak ataupun nasihat itu masuk akal atau tidak 😀 . Tapi salah satu nasihat teraneh yang pernah saya dengar adalah anjuran untuk ngeblog. Kenapa ngeblog? karena dengan ngeblog katanya saya bisa mendapatkan banyak teman.

Mencurahkan ide ke dalam blog mungkin bisa diterima. tapi mendapatkan banyak teman? Bagaimana mungkin, pikir saya dulu. Satu blog saya yang lama itu yang entah kabarnya bagaimana itu hanya dikomentari oleh satu orang, sahabat saya sendiri dan saya yakin, mungkin tidak ada orang lain yang  sudi membaca blog itu. tetapi ternyata di wordpress beda. dalam waktu yang tidak terlalu lama, saya mendapatkan beberapa pembaca setia yang akhirnya berubah menjadi sahabat. bahkan akhirnya bertemu  muka dengan para fans-fans sahabat-sahabat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan itu dimulai dari membuat blog.

Itulah nasihat teraneh yang pernah saya dengar. bagaimana dengan teman-teman?

Remaja bertanggung jawab

Slogan remaja bertanggung jawab adalah slogan yang dari dulu sampai sekarang selalu dielu-elukan organisasi tempat saya mengabdikan diri sekarang. Dulu, saya sempat mentertawakan slogan ini. karena, jujur saja menurut saya slogan ini begitu gombal. tapi sekarang sepertinya saya harus mengubah pola berpikir saya.

Ketika saya menghadapi curhat seorang remaja akhir (maksudnya sudah berusia 24 tahun) yang ngotot untuk aborsi karena hamil di luar nikah dan menghadapi banyak kendala antara lain karena beda agama dengan pasangan, takut menghadapi keluarga dan lingkungan dan akhirnya memutuskan untuk aborsi.

Dalam banyak hal saya memang terbuka, saya tidak peduli dengan orientasi seks seseorang. saya juga tidak peduli apakah orang itu mau melakukan seks di luar nikah. tapi dalam hal ini, saya pro-life. saya amat menentang aborsi. oleh karena itu dalam satu jam percakapan dengan klien yang satu ini, saya berusaha untuk meyakinkannya untuk tetap mempertahankan janinnya. dan sia-sia.

Sebelum menghadapi klien tersebut, saya berdiskusi dengan seorang kolega tentang kasus seperti ini. dan saya sepakat dengan teman saya tersebut. “Harusnya seseorang berani menghadapi konsekuensi dari perbuatannya”.

Setelah itu saya jadi berpikir banyak. klien tersebut tidak berani menghadapi keluarga dan lingkungannya. dan karena itu memutuskan untuk membuang janin yang sudah tumbuh di perutnya. berarti dia tidak mau mengambil tanggung jawab dari perbuatan yang sudah dilakukannya.

Saya sadar kalau konsep remaja bertanggung jawab tersebut memang mudah untuk diucapkan tetapi amat sulit dilakukan. seandainya seorang remaja benar-benar bertanggung jawab, remaja tersebut tidak akan melakukan hal-hal yang beresiko terhadap dirinya sendiri termasuk melakukan hubungan seks di luar nikah.

Dan akhirnya saya jadi lebih menghargai seorang Sheila Marcia yang berani untuk meneruskan kehamilannya walaupun menghadapi banyak kendala.

A trapped butterfly

a trapped butterfly

Anggaplah jaring laba-laba itu adalah kesedihan yang membelitmu sedemikian rupanya sehingga kau tak bisa melepaskan diri dan tak ada orang lain yang bisa membantumu. semakin kau berusaha untuk melepaskan diri, semakin kuat kesedihan itu membelitmu. Apa yang akan kau lakukan?

Saya? saya akan menikmati kesedihan itu.

Rute dan rencana

Selama beberapa tahun ini, setiap hari saya mengambil rute yang sama untuk menuju ke kantor tempat saya bekerja. Saya lebih memilih untuk naik bis kota karena alasan penghematan dan saya juga tidak bisa naik motor.

Dan selama bertahun–tahun, saya mengambil bis kota dengan jurusan yang sama. setiap hari pula, saya melewati jalan yang sama, gedung-gedung yang sama sehingga saya tahu persis apa saja yang akan terjadi dan kapan saya akan turun. biasanya saya turun di tempat yang sama dan kalaupun bis kotanya gak berhenti di sana ya masih bisa jalan kaki walaupun agak jauh. begitulah…. bertahun-tahun saya terbiasa dengan rutinitas yang sama.

Baca lebih lanjut

2

Hari ini, dua tahun yang lalu. saya memulai pencarian jati diri saya melalui blog *halah*

tidak terasa sudah dua tahun saya menulis di blog ini. bukan hanya menemukan jati diri, saya juga menemukan banyak pengalaman baru. mulai dari cara berargumen dengan baik dan benar dan juga akhirnya blog saya direview di majalah.

saat ini saya merasa menemukan apa yang disebut dengan writer’s block.

mulai dari banyaknya aktivitas lain termasuk bolak-baliik rumah sakit karena calon mertua sakit dan sebagai calon menantu yang baik tentu saja saya harus rajin menengok 😳 ditambah lagi dengan listrik di kantor yang bisa mati dua puluh kali lebih dalam sehari sungguh mematikan mood saya untuk menulis padahal banyak ide yang sebenarnya ingin saya tulis. ditambah lagi saya sudah berhenti menjadi bandwith hunter 😎

saya berharap di masa yang akan datang tidak akan ada lagi halangan-halangan yang membuat mood saya untuk menulis rontok. dan semoga ke depan listrik di kantor sudah pulih kembali sehingga saya bisa menulis lagi.

yeah… happy birthday itikkecil

PS : postingan terjadwal. saat ini saya tidak bisa konek internet.

Pertanyaan hari ini

sebagai seorang pejalan kaki saya bertanya : “wahai para pengendara, kenapa kalian sepertinya enggan memberikan kesempatan pada kami sebagai pejalan kaki untuk menyeberang di zebra cross?”

sebagai seorang pengendara mobil (kadang-kadang) saya menjawab : “mungkin karena sering sekali saya males untuk menginjak rem.”

bagaimana dengan anda?