Super Hotel JR Ikebukuro Nishiguchi Tokyo [Review]

Setelah dari Osaka, saya pindah ke Tokyo. Ini adalah kunjungan kali pertama saya ke sana. Sama seperti di Osaka, pemilihan tempat menginap juga cukup memusingkan. Pertanyaannya adalah, mau menginap di mana di Tokyo. Apakah di Shinjuku, Harajuku, Asakusa atau daerah lainnya. Setelah melakukan riset kecil-kecilan, saya memilih untuk menginap di daerah Ikebukuro saja. Pertimbangannya, harga hotel relatif lebih murah dibanding daerah seperti Shinjuku atau Ginza dan sebagai stasiun besar di sekitar Ikebukuro banyak atraksi tempat belanja dan juga banyak makanan halal di sekitar sini.

Baca lebih lanjut

Toyoko Inn Noda Ekimae Osaka [Review]

Mencari tempat menginap di Jepang itu menurut saya gampang-gampang susah. Sebenarnya bukan hanya hotel saja, ada banyak pilihan untuk menginap. Bisa menginap di hostel, airbnb ataupun rumah/apartemen teman. Buat saya yang agak pilih-pilih tempat menginap, hotel menjadi pilihan utama. Saya agak sungkan berbagi kamar mandi dengan orang lain seperti di hostel. Airbnb bisa jadi pilihan juga, tapi tetap saja tidak sebebas kalau kita menginap di hotel.

Baca lebih lanjut

Kamera Canon EOS M10, Kamera Mirrorless dengan Harga Terjangkau

Ada saran dari beberapa fotografer terkenal yang menyarankan, kamera yang terbaik adalah kamera termahal yang mampu kamu beli. Selama setahun belakangan ini saya memang tidak punya kamera setelah kamera Canon 500D saya ternyata berjamur dan untuk mereparasinya harganya lebih mahal dari harga kamera poket biasa. Sempat mengandalkan HP dan ipad saja untuk dokumentasi pekerjaan, saya juga sempat pinjam pakai kamera Fuji  XM 1 milik adik saya. Setelah dijual oleh yang punya, saya jadi tak ada kamera lagi. Kamera impian saya sebenarnya Fuji XT10, anu sebenarnya karena saya cukup puas memakai XM 1 dan naksir sama kamera yang dipakai Rangga di AADC 2. #eh

Baca lebih lanjut

Mencoba Kobe beef di Steak Land Kobe

Sebenarnya tahun ini adalah kali kedua saya mengunjungi Kobe. Trip pertama saya ke luar negeri adalah mengikuti konferensi di Kobe tahun 2005. Tapi tahun segitu saya masih lugu, tidak ada pikiran sama sekali untuk extend trip saya biar bisa jalan-jalan setelah konferensi. Ikut saja tanggal pergi dan pulang  yang ditentukan oleh kantor. Padahal dari jatah 15 hari visa harusnya bisa jalan-jalan barang 3 atau 4 hari. Saya cuma sempat ke Osaka Castle dan setelah itu pulang lagi ke Kobe. Di Kobe pun kerjaan saya cuma mengikuti konferensi dari pagi sampai malam. Makanan yang saya coba cuma okonomiyaki dan lagi-lagi nasi kari. Tidak mencoba makan sushi dan sashimi, apalagi mencoba kobe beef. Mahal banget soalnya, dengan duit pas-pasan manalah kepikiran buat mencoba. Jaman segitu, travel blogger belum ada. Pun informasi soal Kobe di internet juga terbatas. Baca lebih lanjut

Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Saya termasuk orang yang tidak suka pake make-up. Sudah lama saya tidak membeli bedak dan memakai bedak. Paling-paling untuk perlindungan wajah, saya memakai pelembab dan sunscreen ketika harus menghadapi sinar matahari. Berbeda dengan make-up, saya lebih mementingkan untuk perawatan kulit wajah. Sebelum tidur tentu saja wajah harus dibersihkan terlebih dahulu. Kalau lagi rajin biasanya menggunakan double cleansing seperti para beauty blogger itu. Pertama menggunakan micellar water baru kemudian menggunakan facial wash. Kadang-kadang kalau terlalu capek malah saya cuma cuci muka saja dan langsung tidur.

Baca lebih lanjut

Crazy Crab [closed]

Crazy Crab

Crazy Crab

Crazy crab terletak di lantai 3 Palembang Icon, mall paling hits di Palembang saat ini. Sesuai dengan namanya, restoran ini menjual menu kepiting. Berbeda dengan restoran lain yang menjual menu kepiting dan meletakkannya di piring saji, Crazy crab merasa cukup dengan memberi alas plastik di meja dan menaruh semuanya ke atas meja begitu saja. Biasanya saya makan sendirian di sini, jadi kalau membeli menu combo bag mereka yang legendaris itu, siapa yang mau membantu menghabiskan? *Alesan, padahal bokek*

Baca lebih lanjut

Pesona Warung Pindang Terapung

Pindang terapung di tepian Musi

Pindang terapung di tepian Musi

Sungai Musi merupakan urat nadi masyarakat Palembang. Meskipun masih banyak yang membelakangi sungai Musi dan buang sampah sembarangan, tetapi sungai Musi memegang peranan penting dalam kehidupan warga Palembang. Masih ada lho yang tinggal di rumah rakit yang ditambatkan di pinggir sungai Musi. Begitu juga dengan warung makanan. Di tepian sungai Musi, banyak warung makanan yang tertambat di pinggir sungai Musi.

Baca lebih lanjut

Pesona Songket Palembang

Hari Senin (9/05) sampai Jumat (13/05), saya diundang oleh Kementerian Pariwisata sebagai salah satu blogger lokal untuk mengikuti Familiarisation Trip dalam rangka menyambut Musi Triboatton.  Tujuannya memang tidak mengikuti seluruh rute Musi Triboatton, tetapi lebih memperkenalkan pariwisata Palembang dan menghadiri pembukaan Musi Triboatton yang akan diadakan pada tanggal 12/05 nanti.

Aneka songket Palembang

Aneka songket Palembang

Baca lebih lanjut