Wakaf sambil berasuransi? Bisa!

Apabila mendengar kata wakaf, biasanya terlintas di kepala banyak orang adalah donasi berupa masjid ataupun sekolah. Meskipun sebenarnya wakaf bisa berbentuk apa saja asalkan bisa bermanfaat untuk kepentingan orang banyak berbeda dengan infaq, sedekah ataupun zakat. Ketika berkesempatan ke Madinah, saya sempat mewakafkan Al Quran untuk ditaruh di masjid Nabawi, dengan harapan Al Quran yang diwakafkan itu bisa bermanfaat untuk pengunjung masjid Nabawi di masa yang akan datang.

Baca lebih lanjut

Makanan Halal di Osaka

Menu halal di Naritaya Osaka

Jepang saat ini sudah menjadi tujuan utama wisatawan Indonesia ketika berniat untuk berlibur ke luar negeri. Masalah yang sering dikeluhkan oleh wisatawan Indonesia adalah sulit memperoleh makanan halal di Jepang. Baca lebih lanjut

Light Rail Transit (LRT) Palembang: Masa Depan Transportasi Massal

Sebagai pengguna transportasi umum di kota Palembang, rencana pembangunan LRT yang digulirkan sejak beberapa tahun yang lalu tentu saja membuat saya senang. Terutama karena rute LRT dan stasiunnya tidak terlalu jauh dari rumah maupun tempat kerja dan mal tempat saya biasa nongkrong #eh

Baca lebih lanjut

Terbang Menembus Langit

151988515066581_300x430

Dalam hidup, mungkin tidak semua orang selalu beruntung. Selalu ada orang yang dari bayi sampai meninggal hidupnya makmur dan tidak pernah kesusahan, tapi biasanya species yang seperti ini lumayan langka. Beruntunglah kalian yang tidak pernah kesusahan sepanjang hidupnya. Saya mungkin tidak selalu beruntung dalam hidup, tetapi alhamdulillah tidak pernah susah banget sampai harus jual kolor demi makan misalnya.
Baca lebih lanjut

Super Hotel JR Ikebukuro Nishiguchi Tokyo [Review]

Setelah dari Osaka, saya pindah ke Tokyo. Ini adalah kunjungan kali pertama saya ke sana. Sama seperti di Osaka, pemilihan tempat menginap juga cukup memusingkan. Pertanyaannya adalah, mau menginap di mana di Tokyo. Apakah di Shinjuku, Harajuku, Asakusa atau daerah lainnya. Setelah melakukan riset kecil-kecilan, saya memilih untuk menginap di daerah Ikebukuro saja. Pertimbangannya, harga hotel relatif lebih murah dibanding daerah seperti Shinjuku atau Ginza dan sebagai stasiun besar di sekitar Ikebukuro banyak atraksi tempat belanja dan juga banyak makanan halal di sekitar sini.

Baca lebih lanjut

Toyoko Inn Noda Ekimae Osaka [Review]

Mencari tempat menginap di Jepang itu menurut saya gampang-gampang susah. Sebenarnya bukan hanya hotel saja, ada banyak pilihan untuk menginap. Bisa menginap di hostel, airbnb ataupun rumah/apartemen teman. Buat saya yang agak pilih-pilih tempat menginap, hotel menjadi pilihan utama. Saya agak sungkan berbagi kamar mandi dengan orang lain seperti di hostel. Airbnb bisa jadi pilihan juga, tapi tetap saja tidak sebebas kalau kita menginap di hotel.

Baca lebih lanjut

Kamera Canon EOS M10, Kamera Mirrorless dengan Harga Terjangkau

Beberapa fotografer terkenal menyarankan, kamera yang terbaik adalah kamera termahal yang mampu kamu beli. Selama setahun belakangan ini saya memang tidak punya kamera setelah kamera Canon 500D saya ternyata berjamur dan untuk mereparasinya harganya lebih mahal dari harga kamera poket biasa. Sempat mengandalkan HP dan ipad saja untuk dokumentasi pekerjaan, saya juga sempat pinjam pakai kamera Fuji  XM 1 milik adik saya. Setelah dijual oleh yang punya, saya jadi tak ada kamera lagi. Kamera impian saya sebenarnya Fuji XT10, anu sebenarnya karena saya cukup puas memakai XM 1 dan naksir sama kamera yang dipakai Rangga di AADC 2. #eh

Baca lebih lanjut

Mencoba Kobe beef di Steak Land Kobe

Sebenarnya tahun ini adalah kali kedua saya mengunjungi Kobe. Trip pertama saya ke luar negeri adalah mengikuti konferensi di Kobe tahun 2005. Tapi tahun segitu saya masih lugu, tidak ada pikiran sama sekali untuk extend trip saya biar bisa jalan-jalan setelah konferensi. Ikut saja tanggal pergi dan pulang  yang ditentukan oleh kantor. Padahal dari jatah 15 hari visa harusnya bisa jalan-jalan barang 3 atau 4 hari. Saya cuma sempat ke Osaka Castle dan setelah itu pulang lagi ke Kobe. Di Kobe pun kerjaan saya cuma mengikuti konferensi dari pagi sampai malam. Makanan yang saya coba cuma okonomiyaki dan lagi-lagi nasi kari. Tidak mencoba makan sushi dan sashimi, apalagi mencoba kobe beef. Mahal banget soalnya, dengan duit pas-pasan manalah kepikiran buat mencoba. Jaman segitu, travel blogger belum ada. Pun informasi soal Kobe di internet juga terbatas. Baca lebih lanjut