Faber-Castell Family Colouring Competition

Rangkaian produk Faber-Castell Indonesia

Sejak tahun 2011, setiap tahun Fabel-Castell Indonesia mengadakan lomba menggambar bagi anak-anak. Faber-Castell percaya bahwa lomba gambar merupakan salah satu kegiatan sederhana yang dapat mendorong kreativitas anak sejak usia dini. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye Faber-Castell Indonesia #Art4All, di mana seni dapat dinikmati semua kalangan termasuk keluarga.

Tahun ini, Faber-Castell mengadakan kegiatan Family Colouring Competition dengan tema Happy Family. Berbeda dengan lomba mewarnai lain, dalam lomba ini orang tua berpartisipasi penuh dan menjadi peserta lomba bersama anak.

Richard Panelewen, Product Manager PT. Faber-Castell International Indonesia

Pada konferensi pers yang diadakan oleh Faber-Castell Indonesia di hotel Aryaduta Palembang. Product Manager PT. Faber-Castell International Indonesia, Richard Panelewen menyampaikan bahwa peran orang tua dalam tumbuh kembang seorang anak sangat penting. Tantangan terbesar orang tua saat ini adalah bagaimana bisa secara berkelanjutan menghadirkan kehangatan keluarga di tengah tantangan digitalisasi.

Family Colouring Competitions direncanakan akan berlangsung hingga Mei tahun depan dan diadakan di 61 kota di Indonesia, tidak hanya di ibu kota provinsi saja. Untuk wilayah Sumatera bagian Selatan, lomba dilaksanakan di 18 kota dan telah diadakan di Prabumulih dan Lubuklinggau. Hadiah bagi pemenang tahun ini adalah wisata edukasi ke beberapa lokasi menarik di Indonesia, yaitu candi borobudur di Jawa Tengah (untuk pemenang area Sumatera), Belitung (untuk pemenang wilayah Jawa) dan Jatim Park (untuk pemenang area Sulawesi dan Kalimantan).

Peserta Family Colouring Competition ini adalah siswa TK/PAUD/RA dan didampingi oleh ayah atau ibunya dan menggunakan  crayon Faber-Castell jenis hexagonal oil pastel. Hexagonal Oil Pastel digunakan sebagai peralatan lomba Family Colouring Competition karena washable, warnanya cerah, dilengkapi perfect drawing tool dan tidak beracun.

Kepala Dinas Pendidikan kota Palembang Ahmad Zulinto

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan kota Palembang Ahmad Zulinto hadir dan menyampaikan dukungannya atas terselenggaranya Family Colouring Competitions di kota Palembang. Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak bukan hanya pemerintah. Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk mendorong daya kreativitas anak sedari dini.

Di Palembang sendiri, Family Colouring Competitions akan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2018 di Palembang Indah Mall dengan target peserta 1000 pasang anak + orang tuanya dengan biaya pendaftaran 25 ribu rupiah.

Bagi yang berminat mengikuti acaranya di Palembang atau di kota lain, info pendaftarannya cek di Gramedia atau media sosial Faber-Castell.
web : http://www.faber-castell.co.id/
twitter : @FaberCastell_id
instagram : @fabercastell_id

Makanan Halal di Osaka

Menu halal di Naritaya Osaka

Jepang saat ini sudah menjadi tujuan utama wisatawan Indonesia ketika berniat untuk berlibur ke luar negeri. Masalah yang sering dikeluhkan oleh wisatawan Indonesia adalah sulit memperoleh makanan halal di Jepang. Baca lebih lanjut

Light Rail Transit (LRT) Palembang: Masa Depan Transportasi Massal

Sebagai pengguna transportasi umum di kota Palembang, rencana pembangunan LRT yang digulirkan sejak beberapa tahun yang lalu tentu saja membuat saya senang. Terutama karena rute LRT dan stasiunnya tidak terlalu jauh dari rumah maupun tempat kerja dan mal tempat saya biasa nongkrong #eh

Baca lebih lanjut

Terbang Menembus Langit

151988515066581_300x430

Dalam hidup, mungkin tidak semua orang selalu beruntung. Selalu ada orang yang dari bayi sampai meninggal hidupnya makmur dan tidak pernah kesusahan, tapi biasanya species yang seperti ini lumayan langka. Beruntunglah kalian yang tidak pernah kesusahan sepanjang hidupnya. Saya mungkin tidak selalu beruntung dalam hidup, tetapi alhamdulillah tidak pernah susah banget sampai harus jual kolor demi makan misalnya.
Baca lebih lanjut

Willer Express, transportasi antar kota murah di Jepang

Bus Willer Express/Gambar dari sini

Salah satu biaya yang cukup mahal ketika berada di Jepang adalah transportasi. Untuk metro ataupun kereta api di dalam kota, biaya sekali jalan berkisar antara 200 sampai 300 yen tergantung tujuan. Jika hendak bepergian keluar kota biaya yang dibutuhkan lebih mahal lagi. Ketika ke Jepang di tahun 2016, saya merencanakan pergi ke Osaka dan Tokyo. Baca lebih lanjut

Super Hotel JR Ikebukuro Nishiguchi Tokyo [Review]

Setelah dari Osaka, saya pindah ke Tokyo. Ini adalah kunjungan kali pertama saya ke sana. Sama seperti di Osaka, pemilihan tempat menginap juga cukup memusingkan. Pertanyaannya adalah, mau menginap di mana di Tokyo. Apakah di Shinjuku, Harajuku, Asakusa atau daerah lainnya. Setelah melakukan riset kecil-kecilan, saya memilih untuk menginap di daerah Ikebukuro saja. Pertimbangannya, harga hotel relatif lebih murah dibanding daerah seperti Shinjuku atau Ginza dan sebagai stasiun besar di sekitar Ikebukuro banyak atraksi tempat belanja dan juga banyak makanan halal di sekitar sini.

Baca lebih lanjut

Toyoko Inn Noda Ekimae Osaka [Review]

Mencari tempat menginap di Jepang itu menurut saya gampang-gampang susah. Sebenarnya bukan hanya hotel saja, ada banyak pilihan untuk menginap. Bisa menginap di hostel, airbnb ataupun rumah/apartemen teman. Buat saya yang agak pilih-pilih tempat menginap, hotel menjadi pilihan utama. Saya agak sungkan berbagi kamar mandi dengan orang lain seperti di hostel. Airbnb bisa jadi pilihan juga, tapi tetap saja tidak sebebas kalau kita menginap di hotel.

Baca lebih lanjut

Kamera Canon EOS M10, Kamera Mirrorless dengan Harga Terjangkau

Beberapa fotografer terkenal menyarankan, kamera yang terbaik adalah kamera termahal yang mampu kamu beli. Selama setahun belakangan ini saya memang tidak punya kamera setelah kamera Canon 500D saya ternyata berjamur dan untuk mereparasinya harganya lebih mahal dari harga kamera poket biasa. Sempat mengandalkan HP dan ipad saja untuk dokumentasi pekerjaan, saya juga sempat pinjam pakai kamera Fuji  XM 1 milik adik saya. Setelah dijual oleh yang punya, saya jadi tak ada kamera lagi. Kamera impian saya sebenarnya Fuji XT10, anu sebenarnya karena saya cukup puas memakai XM 1 dan naksir sama kamera yang dipakai Rangga di AADC 2. #eh

Baca lebih lanjut

Mencoba Kobe beef di Steak Land Kobe

Sebenarnya tahun ini adalah kali kedua saya mengunjungi Kobe. Trip pertama saya ke luar negeri adalah mengikuti konferensi di Kobe tahun 2005. Tapi tahun segitu saya masih lugu, tidak ada pikiran sama sekali untuk extend trip saya biar bisa jalan-jalan setelah konferensi. Ikut saja tanggal pergi dan pulang  yang ditentukan oleh kantor. Padahal dari jatah 15 hari visa harusnya bisa jalan-jalan barang 3 atau 4 hari. Saya cuma sempat ke Osaka Castle dan setelah itu pulang lagi ke Kobe. Di Kobe pun kerjaan saya cuma mengikuti konferensi dari pagi sampai malam. Makanan yang saya coba cuma okonomiyaki dan lagi-lagi nasi kari. Tidak mencoba makan sushi dan sashimi, apalagi mencoba kobe beef. Mahal banget soalnya, dengan duit pas-pasan manalah kepikiran buat mencoba. Jaman segitu, travel blogger belum ada. Pun informasi soal Kobe di internet juga terbatas. Baca lebih lanjut