#2 itikkecil dan magang

Pernah magang? Atau malah jadi mentor untuk anak magang?

Magang atau kerja praktek atau job internship atau apalah namanya biasanya dilakukan oleh siswa atau mahasiswa untuk mempraktekkan ilmu yang di dapat di bangku sekolah atau kuliah. Dan kebetulan, di LSM tempat saya bekerja setiap tahunnya pasti ada mahasiswa yang magang. tahun ini, saya yang menjadi mentornya. pengalaman saya menjadi mentor ini mengingatkan saya pada saat saya kerja praktek di salah satu perusahaan pupuk yang ada di kota Palembang – jelas banget ya –

Continue reading

Remaja bertanggung jawab

Slogan remaja bertanggung jawab adalah slogan yang dari dulu sampai sekarang selalu dielu-elukan organisasi tempat saya mengabdikan diri sekarang. Dulu, saya sempat mentertawakan slogan ini. karena, jujur saja menurut saya slogan ini begitu gombal. tapi sekarang sepertinya saya harus mengubah pola berpikir saya.

Ketika saya menghadapi curhat seorang remaja akhir (maksudnya sudah berusia 24 tahun) yang ngotot untuk aborsi karena hamil di luar nikah dan menghadapi banyak kendala antara lain karena beda agama dengan pasangan, takut menghadapi keluarga dan lingkungan dan akhirnya memutuskan untuk aborsi.

Dalam banyak hal saya memang terbuka, saya tidak peduli dengan orientasi seks seseorang. saya juga tidak peduli apakah orang itu mau melakukan seks di luar nikah. tapi dalam hal ini, saya pro-life. saya amat menentang aborsi. oleh karena itu dalam satu jam percakapan dengan klien yang satu ini, saya berusaha untuk meyakinkannya untuk tetap mempertahankan janinnya. dan sia-sia.

Sebelum menghadapi klien tersebut, saya berdiskusi dengan seorang kolega tentang kasus seperti ini. dan saya sepakat dengan teman saya tersebut. “Harusnya seseorang berani menghadapi konsekuensi dari perbuatannya”.

Setelah itu saya jadi berpikir banyak. klien tersebut tidak berani menghadapi keluarga dan lingkungannya. dan karena itu memutuskan untuk membuang janin yang sudah tumbuh di perutnya. berarti dia tidak mau mengambil tanggung jawab dari perbuatan yang sudah dilakukannya.

Saya sadar kalau konsep remaja bertanggung jawab tersebut memang mudah untuk diucapkan tetapi amat sulit dilakukan. seandainya seorang remaja benar-benar bertanggung jawab, remaja tersebut tidak akan melakukan hal-hal yang beresiko terhadap dirinya sendiri termasuk melakukan hubungan seks di luar nikah.

Dan akhirnya saya jadi lebih menghargai seorang Sheila Marcia yang berani untuk meneruskan kehamilannya walaupun menghadapi banyak kendala.

The Road not Taken

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;

Then took the other, as just as fair
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that, the passing there
Had worn them really about the same,

And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
two roads diverged in a wood, and I —
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

Robert Frost – Mountain interval (1916)

Rute dan rencana

Selama beberapa tahun ini, setiap hari saya mengambil rute yang sama untuk menuju ke kantor tempat saya bekerja. Saya lebih memilih untuk naik bis kota karena alasan penghematan dan saya juga tidak bisa naik motor.

Dan selama bertahun–tahun, saya mengambil bis kota dengan jurusan yang sama. setiap hari pula, saya melewati jalan yang sama, gedung-gedung yang sama sehingga saya tahu persis apa saja yang akan terjadi dan kapan saya akan turun. biasanya saya turun di tempat yang sama dan kalaupun bis kotanya gak berhenti di sana ya masih bisa jalan kaki walaupun agak jauh. begitulah…. bertahun-tahun saya terbiasa dengan rutinitas yang sama.

Continue reading

Basbang : 9th ICAAP 2009 – Full report

iya… basbang banget. Tapi karena banyaknya kegiatan lain dan masalah yang mendera. termasuk flu tak berujung akhirnya baru hari ini saya bisa menyempatkan diri untuk menuliskan apa saja yang terjadi selama ICAAP kemarin. sudah ada dua tulisan pendahuluan – berlawanan dengan niat saya untuk menulis setiap hari selama ICAAP berlangsung, ternyata koneksi yang terbatas di sana membatalkan niat saya. Dan baru sekarang saya sempat menulis lagi…

selamat datang di ICAAP

selamat datang di ICAAP

Continue reading

Pada rapat pagi ini….

Pada rapat pagi ini…
ibu-ibu peserta rapat : “Saya kok tidak rela, kenapa data kekerasan dalam rumah tangga dalam Sumsel dalam angka harus diwakili oleh data LSM. Harusnya, data itu diambil dari instansi kami, bukannya LSM. Data itu tidak bisa dianggap sebagai data resmi di Sumatera Selatan”
Pemimpin rapat :”OK, ibu punya tidak data yang dikumpulkan oleh instansi ibu? Kalau ada akan ditampilkan juga di Sumsel dalam angka”
Ibu-ibu peserta rapat : “tidak ada sih”
Peserta rapat lainnya : ………

note : saya pribadi langsung bilang gubrak, sementara teman saya ingin melemparnya memakai sepatu….

Setelah makan siang

Beberapa hari yang lalu, saya disuruh untuk nongkrongin kegiatan yang diadakan oleh sebuah LSM dan didanai oleh tempat saya bekerja. Kebetulan kegiatannya itu diadakan di salah satu rumah makan yang lumayan mahal menurut saya lo ya… kalau saya disuruh bayar sendiri saya pasti ogah makan di situ.

Masih pengen baca?

My afternoon visit

SMS itu datang dari nomor yang tidak dikenal tiga minggu yang lalu, ternyata isinya adalah

Mbak Ira, apa kabarnya, maaf W**** baru bisa sekarang kirim sms ke mbak. mbak masih inget ama aku kan, waktu pelatihan pkbi di hotel paradis. Mbak, aku mau tanya, gimana caranya kalau mau pinjem modal buat buka usaha. tempo hari aku udah ngajuin proposal yang pelatihan satu minggu yang dari ILO, tapi sampai sekarang belum ada kabar dan kejelasannya. bukannya aku mengharap bantuan pinjaman modal dari ILO, untuk orang-orang ODHA seperti aku, tapi kemana lagi mau cari pinjaman modal buat buka usaha. aku kasihan dengan kedua orangtua aku, kalau bisa aku mau meringankan beban mereka. aku minta tolong cari informasinya ya mbak, W**** tunggu jawaban dari mbak Ira.

Ternyata sms dari W****, waria yang dengan berani membuka status HIV nya di hadapan teman-temannya. Pada saat baca SMS itu, saya sempat bingung sendiri. Rasanya W**** ini mengajukan proposal ke ILO biar dapet pinjeman modal. Pas saya kontak teman saya di PKBI yang mengurusi soal ini, Apiet bilang kalau proposal W**** belum tentu disetujui soalnya harus bersaing dengan ODHA lain yang juga.

The visit