Basbang : 9th ICAAP 2009 – Full report

iya… basbang banget. Tapi karena banyaknya kegiatan lain dan masalah yang mendera. termasuk flu tak berujung akhirnya baru hari ini saya bisa menyempatkan diri untuk menuliskan apa saja yang terjadi selama ICAAP kemarin. sudah ada dua tulisan pendahuluan – berlawanan dengan niat saya untuk menulis setiap hari selama ICAAP berlangsung, ternyata koneksi yang terbatas di sana membatalkan niat saya. Dan baru sekarang saya sempat menulis lagi…

selamat datang di ICAAP

selamat datang di ICAAP

International Congress on AIDS in Asia and the Pacific yang kesembilan diadakan di Bali, setelah sebelumnya diadakan di Colombo. Ajang dua tahunan ini digunakan sebagai wahana untuk mendiskusikan perkembangan terbaru tentang AIDS di bidang pencegahan, penanggulangan maupun pengobatan. Kalau sebelumnya saya ikut hanya sebagai peserta – baca : penggembira, tahun ini saya hadir untuk mempresentasikan poster saya :mrgreen:

salah nama pula.....

salah nama pula.....

Dibandingkan dengan ICAAP sebelumnya yang saya ikuti, pengamanan ICAAP kali ini amat sangat ketat. bukan hanya no badge no entry policy, tapi juga pemeriksaan berlapis oleh petugas keamanan. selain metal detector, digunakan juga x-ray machine untuk memeriksa setiap barang bawaan peserta. merepotkan memang, tapi paling tidak peserta merasa aman.selain itu, dibandingkan dengan badge pada ICAAP sebelumnya yang amat sederhana, badge kali ini juga dilengkapi foto untuk memastikan id card tidak disalahgunakan.

pembukaan...

pembukaan...

Pembukaan acara ini berlangsung di Garuda Wisnu Kencana dan dibuka langsung oleh Presiden SBY. Saya memutuskan untuk pulang duluan sebelum resepsi pembukaan berlangsung dan lebih memilih untuk makan di dekat hotel di Kuta :mrgreen:

Dibayangi isu flu babi, jangan heran kalau akhirnya banyak orang yang memilih untuk memakai masker selama acara ini berlangsung. saya salah satunya. alasan utamanya sih karena saya sempat terkena flu dan tidak sampai hati untuk menularkan flu saya itu ke orang lain 😎

terkena flu.....

terkena flu.....

Selain acara konferensi, ada juga pameran. salah satu booth yang ramai dikunjungi adalah booth kondom. selain materinya, SPG nya – kalau boleh meminjam istilah itu- juga memakai pakaian seksi. sayang saya gak sempat mengambil foto. tapi sepertinya om Mbel bakalan suka…..

gaun dari kondom....

gaun dari kondom....

antrian orang di booth itu...

antrian orang di booth itu...

Keamanan di acara ini memang sangat ketat. Orang yang berdemonstrasipun harus mendapat  ijin dari pihak security. walaupun yang mau demo itu anak-anak muda yang mau memperingati hari remaja internasional. tetapi ternyata mereka kecolongan juga…. orang dengan hepatitis C akhirnya bisa menerobos pada saat plenary session yang membahas tentang IPR (intellectual property right) dan PPR (people property right) dan langsung berorasi menghujat perusahaan obat besar termasuk Abbott dan Gsk yang dianggap lebih memikirkan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya daripada nasib orang banyak.

Bali Youth Force

Bali Youth Force

demo....

demo....

Dan seperti saya sebutkan sebelumnya, saya datang ke acara ini untuk mempresentasikan poster saya tentang pembuatan Perda HIV/AIDS di kota Palembang. saya gak tahu pasti berapa banyak yang melihat poster saya karena saya lebih memilih untuk keluyuran daripada menjaga poster saya. saya hanya menjaga poster pada saat makan siang dan ada beberapa orang yang memilih untuk memfoto poster saya- entah maksudnya untuk apa.

bergaya di depan poster

bergaya di depan poster

ada juga yang mengshoot poster saya. entah untuk apa....

ada juga yang mengshoot poster saya. entah untuk apa....

Secara keseluruhan, acara ini bermanfaat buat saya…. walaupun ada juga titik lemahnya… tidak disediakan makan siang bagi peserta. walaupun peserta membayar registrasi yang cukup mahal (2,5 juta buat WNI. 400$ buat WNA dan 650$ buat WN OECD). dan panitia dengan cerdasnya menyediakan stand makanan dari hotel Westin dan harganya lumayan mahal – IMHO – sandwich 60 ribu dan nasi goreng 80 ribu. dan akhirnya saya memutuskan untuk membawa pop mie dari luar.

Hari terakhir, saya malah pergi ke Kintamani dan Tanah Lot untuk jalan-jalan bukannya menghadiri penutupan ICAAP.  Yeah, sampai jumpa tahun 2011 di Busan – Korea Selatan. Berharap ada yang mau ngongkosi ke sana.

sunset di tanah lot

sunset di tanah lot

11 thoughts on “Basbang : 9th ICAAP 2009 – Full report

  1. @Jensen99
    80 ribu….
    salah satu keputusan pentingnya adalah perlunya akses universal bagi semua orang termasuk akses ke VCT dan ARV. bagi semua orang termasuk kelompok marginal seperti PSK, IDU dan transgender.

  2. @Sagung
    iya… sayangnya di Nusa Dua gak ada yang jualan di pinggir jalan…

    @japspress
    memang perampokan!!!

    @bangaip
    AFAIK, kalo ARV sampai saat ini masih digratiskan bang dan semoga sampai seterusnya. ARV juga sudah tersedia di rumah sakit di ibu propinsi dan beberapa kota dan kabupaten yang angka penderita HIV dan AIDS nya tinggi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.