Sadly to hear that police (because FPI asked them to do so) has dispersed the discussion in Salihara this evening.
If you think they are wrong, instead of disperse the discussion, why don’t you join the discussion and show them that they are wrong with your argument. It is ironic since the police didn’t brave enough to disperse the crowd in Solo this afternoon but they dispersed the civilized discussion.
Because for me, everybody has freedom of speech.
Like Evelyn Beatrice Hall wrote, I may dissaprove of what you say but I will defend to the death your right to say it.
Category Archives: blabbering
Kopi
Random assumption
Jika x adalah ekspektasi dan y adalah kenyataan,
n = y – x
di mana, n adalah gap atau selisih antara ekspektasi dan kenyataan.
jika n ≥ 0 maka n menjadi kepuasan, dan jika n < 0 maka n menjadi ketidakpuasan atau kekecewaan.
dengan asumsi bahwa secara umum kita tidak bisa mengontrol variabel y, maka satu-satunya cara untuk membuat n ≥ 0 adalah dengan cara menurunkan nilai variabel x yaitu ekspektasi sehingga kita akan terhindar dari kekecewaan.
Kita? Elo aja kali Ra…
*minggat sebelum dibantai ahli matematika semacam Maridjo*
Lost
It’s been a thousand days since you’ve been gone. And the memory of you still alive in my heart.
Some people says that time will heal the pain but I still feel the pain and your gone made a hole in my heart.
What can I say? I miss you so much and I could not shed a tear for you. I feel the pain everytime I remember you.
Quote of the day
Jadi, hasil diskusi di kelas hari ini adalah:
“Kalau mau lihat suatu sekolah sudah berhasil atau belum menerapkan pendidikan multikultural, lihat apakah gambar pemandangan muridnya masih berupa dua buah gunung yang di tengahnya ada matahari dan ada sawah dan jalan.”
Sederhana saja, boro-boro mau mengakui adanya keragaman dan kemajemukan budaya kalau murid tidak boleh keluar pakem dalam pelajaran menggambar. Atau tidak boleh melukiskan langit dan laut dengan warna lain selain biru. atau matahari selain dengan warna kuning.
Curhat
Ada hal yang menarik ketika saya mencoba naik kereta ekonomi setelah sekian lama. yayaya… mungkin ini bisa disebut semacam kesombongan kelas menengah dari orang-orang macam saya. baru sekali naik kereta kelas ekonomi saja hebohnya luar biasa. tapi ini bisa jadi tulisan yang lain sih. Continue reading
sendiri
Pada dasarnya saya lebih suka melakukan segalanya sendiri bahkan untuk hal-hal yang katanya orang Indonesia paling malas untuk melakukannya. Makan sendirian? biasa saja ah. tak mungkin saya harus kelaparan karena tidak ada orang yang menemani saya makan. melakukan perjalanan sendirian? perjalanan paling jauh yang pernah saya lakukan sendirian adalah ketika saya ikut konferensi di Kobe beberapa tahun yang lalu. Nonton film sendirian? ini sering sekali. pacar saya tak suka nonton film di bioskop, membuang-buang uang katanya. sementara teman-teman saya belum tentu sudi menemani mengingat pilihan film yang saya tonton. Continue reading
tentang selera humor
Saya tahu selera humor setiap orang berbeda. lucu menurut saya, belum tentu lucu menurut anda. seperti yang pernah terjadi ketika saya menonton film ini dan ini, para penonton tertawa terbahak-bahak ketika melihat adegan yang mereka anggap lucu, sementara saya malah tidak mengerti lucunya di mana. Menurut saya Frasier atau Scrubs lucu, belum tentu menurut anda lucu. ada yang mengatakan OVJ lucu, tetapi saya sekarang tidak menikmati menonton OVJ lagi. saya tidak menikmati karena terlalu banyak adegan pukul-pukulan yang tidak lucu sama sekali menurut saya. Continue reading
stages I have to face when I lose my job
1. Grieving
Err.. di tahap ini biasanya saya sedih banget, kadang-kadang sampai nangis bombay. Yang dilakukan tiap hari adalah meratapi nasib dan curhat sambil nangis-nangis ke si pacar. di tahap ini juga saya tak sudi mampir atau sekadar lewat daerah kantor. terlalu menyakitkan buat saya 😦 Continue reading
##335 Transmusi
Terhitung mulai hari ini tarif transmusi dinaikkan menjadi empat ribu rupiah. Bener-bener senin harga naik dah 🙂
Selaku pengguna transmusi yang kadang setia kadang tidak, mau tidak mau saya harus menerima kenaikan tarif ini.
Tapi sebagai konsumen tentu saja saya punya harapan tersendiri. Tarif naik tentunya harus dibarengi dengan perbaikan pelayanan. Tak usah jauh-jauh deh. Armada harus ditambah sehingga waktu tunggu antar bis semakin singkat jadi tidak ada penumpukan penumpang lagi. Dan kalau malam armada yang beroperasi ditambah dong. Karena pada malam harilah yang menurut saya parah. Sudah waktu tunggunya lama, penumpang juga berdesak-desakan di dalam transmusi.
Semoga setelah naik tarifnya pelayanannya juga semakin baik.
