Seoul Korean Restaurant

Meskipun demam Korea melanda Indonesia, saya tidak terlalu tertarik untuk mencoba kuliner Korea. Pengalaman pertama mencoba kuliner Korea adalah ketika saya ke Jogja dan menginap di salah satu penginapan. Berhubung katanya pemiliknya orang Korea, setiap pagi pada saat sarapan kimchi tidak pernah alpa di meja makan. Pada saat makan di sana kimchinya sesuai dengan lidah saya. Pernah juga mencoba kimchi dalam kemasan yang dijual di supermarket, ternyata tidak sesuai dengan lidah saya ditambah bonus masuk rumah sakit karena perut saya tidak kuat menahan asamnya kimchi kemasan itu. Selain itu, pengalaman kuliner saya terbatas pada makan indomie bulgogi ya anggap aja masuk dah dan ayam goreng bonchon dan four fingers. Dan seorang teman mengusulkan untuk mencoba resto korea di Palembang ini. Maka suatu siang yang agak panas, berbondong-bondonglah kami ke sana.

bagian dalam Seoul Restoran

bagian dalam Seoul Restoran

Baca lebih lanjut

The Kitchen Suki & Dimsum

Saya termasuk penggemar Suki, dan seperti sudah pernah saya nyatakan sebelumnya restoran suki yang saya sukai di Palembang adalah Bukit Golf Suki dan Dimsum yang terletak di daerah Lapangan Golf Kenten. Masalahnya bagi saya yang pengguna angkutan umum, untuk menuju ke sana adalah pe er besar. Angkutan umum ke sana jarang dan jaraknya dari tempat saya tinggal dan sering beredar lumayan jauh. Karena itu saya senang sekali ketika mengetahui bahwa akan ada restoran Bukit Golf dan Suki di dekat Hotel Anugerah. Transmusi ke sana banyak dan angkutan umum yang lain juga ada. Lokasinya juga berada di tengah-tengah kota. Dekat pula dengan RS Charitas, sehingga kalau abis berobat dari Charitas bisa langsung makan di sana. *yeah, you wish* Baca lebih lanjut

Konser Reuni Persahabatan Dewa 19 Palembang

Beberapa waktu yang lalu:

Saya: Pet Shop Boys bakal konser di Jakarta tuh
Dia: tapi aku cuma tahu lagunya go west sama you are always on my mind
Saya: sama sih.

Akhirnya kami memang tidak jadi menonton konser pet shop boys. Selain lokasi konsernya di Jakarta, harga tiketnya bisa membuat saya berpuasa sebulan penuh karena tidak makan. delapan ratus ribu rupiah! Hanya demi mendengarkan go west? pass aja deh. Baca lebih lanjut

51 Old Airport Road Hawker Center

Bulan Agustus lalu saya pergi ke Singapore untuk mengikuti learning event yang diadakan oleh salah satu organisasi sosial di sana.  Setelah selesai acara, saya memperpanjang kunjungan di sana untuk numpang belajar ke perpustakaan nasional. Selain belajar, saya juga menyempatkan diri jalan-jalan. Salah satu tempat yang biasanya saya kunjungi untuk makan adalah hawker center yang tersebar hampir di semua tempat di Singapore. Sini kan turis kere, jadi budget makanpun harus dibatasi. saya membatasi diri dengan mematok maksimal uang yang dikeluarkan untuk sekali makan SGD 5. Sementara minumnya? bawa botol dong. Atau kalau kepepet,  tidak beli air mineral di seven eleven yang jelas-jelas mahal. Saya memilih untuk membeli air mineral di fairprice yang lebih murah. Di fairprice air mineral termurah adalah 40 sen. *pelit* Baca lebih lanjut

Nyasar di Singapura

Salah satu kelemahan dari pergi sendirian adalah seringkali kita tidak tahu jalan. Inilah yang sering jadi hambatan bagi orang-orang tertentu. Sebagai solo traveler alias orang yang pergi sendirian, tentu saja ada kekhawatiran kalau bakal nyasar di negeri orang. Tetapi sebenarnya kita tidak perlu khawatir apabila bepergian dengan angkutan umum di Singapura. di stasiun MRT ataupun di halte bus petunjuknya amat jelas dan ada pemberitahuan kita sedang berada di pemberhentian mana. Baca lebih lanjut