Oleh-Oleh Khas Palembang: Kue Maksuba dan Kue Delapan Jam Palembang Harum

Kue maksuba dan delapan jam

Tidak ada yang lebih membahagiakan saya ketika lebaran. Selain karena lebaran adalah hari yang istimewa, lebaran juga adalah kesempatan saya untuk mencicipi kue-kue khas Palembang terutama maksuba. Sedari kecil, maksuba adalah kue yang paling saya sukai. Terbuat dari telur, gula, susu dan mentega, rasanya yang manis dan gurih membuat satu potong saja tak cukup untuk saya. Kadang-kadang kalo bertamu ke rumah orang lain pada saat lebaran, maka yang paling dicari adalah maksuba.

Maksuba, kue yang selalu dinanti tiap lebaran

Pembuatan kue maksuba mirip dengan kue lapis, adonannya dipanggang secara berlapis. Yang membedakan adalah cara pemanggangannya. Ibu saya selalu membuat sendiri saat lebaran. Bukan dengan oven, melainkan dengan “gendok”, yaitu semacam gentong tanah liat. Loyang adonan kue ditaruh di dalam gendok dan kemudian ditutup dengan seng yang berisi arang atau kayu bakar untuk mematangkan bagian atas kue. Katanya di jaman dahulu, para calon mertua untuk memastikan si calon menantu bisa memasak akan memberikan bahan berupa telur, susu, mentega dan gula dan akan dikembalikan dalam bentuk kue maksuba pada saat menjelang lebaran. Jadi kalau sudah bisa masak maksuba, sudah siap kawin. Kalo jaman sekarang mah tinggal pesan saja di toko kue *calon menantu durhaka*

Kue maksuba

Selain maksuba, kue lain yang biasanya ada pada saat lebaran adalah kue delapan jam. Dinamakan kue delapan jam karena memang kue ini dimasak selama delapan jam. Bahannya sama dengan maksuba yaitu telur, gula, susu dan mentega. Yang membedakan adalah cara pembuatannya. Adonan kue delapan jam dikukus selama delapan jam. Harus pas delapan jam, tidak boleh lebih ataupun kurang karena akan mempengaruhi rasa kue ini.

Kue Delapan Jam

Selama ini, selain lebaran agak susah mencari kue maksuba maupun kue delapan jam. Makanya kue maksuba jadi salah satu hal yang paling saya nantikan. Namun beberapa tahun belakangan ini beberapa toko kue di Palembang sudah menyediakan maksuba ataupun kue delapan jam. Di pasar Cinde kita bisa membeli maksuba tanpa perlu memesan terlebih dahulu, sementara di beberapa toko kue bisa memesan terlebih dahulu. Kue maksuba dan delapan jam dijual mulai dari harga dua ratus ribu hingga lima ratus ribu rupiah tergantung bahan dari kue itu sendiri.

Ketika saya ke Jepang beberapa tahun yang lalu, salah seorang teman yang tinggal di sana ketika ditanya mau nitip apa langsung minta kue delapan jam. Mungkin banyak orang yang penasaran dengan kue ini karena nama dan proses pembuatannya yang unik. Saya akhirnya membeli kue yang dikemas menjadi setengah loyang. Sebenarnya kue delapan jam dan kue maksuba bisa menjadi oleh-oleh untuk yang pulang dari Palembang selain pempek.

Akhir tahun yang lalu, Palembang Harum meluncurkan kemasan kue delapan jam dan kue maksuba yang telah dikemas secara khusus sehingga cocok menjadi oleh-oleh. Harganya pun cukup terjangkau, jadi bisa beli banyak untuk jadi oleh-oleh. Kemasan khususnya mempermudah pembeli untuk menikmati kue ini, tersedia dua buah garpu dan juga kue sudah dipotong ukuran kecil sehingga bisa langsung dimakan. Kemasannya juga tidak malu-maluin untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Ada 15 potong ukuran kecil di tiap kotaknya, cukuplah untuk dicicipi bareng-bareng. Kue Delapan Jam dan kue Maksuba kemasan eksklusif ini dihargai 75 ribu rupiah, Sementara untuk kue Delapan Jam dan kue Maksuba per loyang harganya 300 ribu rupiah.

Kemasan eksklusif untuk kue maksuba dan kue delapan jam

kemasan kue delapan jam

Kue Delapan jam

Kemasan eksklusif kue maksuba

Kemasan eksklusif kue maksuba

Buat yang pengen beli ini untuk oleh-oleh, bisa mendapatkan  diskon 10% dengan menggunakan kode diskon IRHRD-PLMHRM-411 atau kalau gak mau repot bisa sebut saja dapat info dari blog ini. Kode diskon ini dapat digunakan untuk pembelian kue delapan jam dan kue maksuba kemasan eksklusif dan kue maksuba dan delapan jam ukuran loyang. Kode diskon ini bisa digunakan untuk pembelian di outlet Palembang Harum yang terletak di Jalan Merdeka No. 811 (di depan pusat pempek 26 ilir) maupun untuk pembelian online melalui whatsapp. Jangan lupa kode diskonnya ya biar dapet diskon 10 %. Palembang Harum melayani pengiriman untuk keluar kota juga.

Selain maksuba dan delapan jam, sejak awal dibuka Palembang Harum selalu konsisten menyediakan kue-kue khas Palembang yang selama ini jarang didengar dan tidak mudah untuk didapatkan di Palembang. Kalau dadar jiwo, srikayo ataupun gandus mungkin sudah banyak yang menjual. tetapi kalau manan sahmin, gomak, gunjing atau ketan pumo mungkin agak susah untuk dicari. Kalau penasaran bisa langsung datang ke Palembang Harum.

dadar jiwo, manan sahmin, kojo dan srikayo tape

Palembang Harum
Jalan Merdeka No 811 Palembang
(Di seberang pusat kuliner pempek 26 Ilir)
Telpon: 0711 314810
pemesanan melalui whatsapp: 081377671311
website: http://www.palembangharum.com
Jam Operasional: 09.00 – 18.00

Diskon 10% berlaku sampai dengan 30 April 2020 dengan menggunakan kode IRHRD-PLMHRM-411 untuk pembelian kue delapan jam dan kue maksuba kemasan eksklusif dan kue maksuba dan delapan jam ukuran loyang di toko Palembang Harum di jalan Merdeka maupun pemesan online melalui wa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.