Young people, you are not part of problems, you are part of solution

Remaja, adalah usia di mana sebagian besar mereka dianggap sebagai pemberontak dan sebagai orang yang bermasalah. Apalagi yang berhubungan dengan HIV dan AIDS. Seperti yang kita ketahui, HIV berhubungan erat dengan perilaku berisiko tinggi walaupun tidak semuanya seperti itu. Dan lebih dari lima puluh persen orang yang terinfeksi HIV berusia antara lima belas dan tiga puluh tahun. Sebagian besar penularan juga terjadi melalui narkoba suntik. Akibatnya HIV dan orang yang terinfeksi identik dengan orang bermasalah, that’s what I call stigma.

Saya pribadi berpendapat kalau kita tidak seharusnya hanya bersandar pada pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. Semua orang harus punya peranan termasuk juga remaja yang dianggap sebagai masalah itu.

Remaja bisa memulai dengan memberikan informasi yang benar tentang HIV dan AIDS kepada teman-teman di peer groupnya. Ataupun dengan menjadi pendamping bagi orang-orang yang sudah sampai ke tahap AIDS dan ditinggalkan keluarganya. Bukan hanya itu yang bisa dilakukan, remaja juga bisa menagih janji pemerintah yang telah ikut menandatangani MDGs (Millennium Development Goals) yang salah satu isinya adalah pemberantasan HIV/AIDS dan malaria.

jadi remaja, buktikanlah kalau remaja itu bukan hanya bagian dari masalah tapi tapi remaja itu bisa menjadi bagian dari solusi….

Pesta Blogger

Tahun lalu, saya adalah bloger baru yang masih jadi katak dalam tempurung. Tidak terlalu tahu banyak informasi. Saya hanya mengamati keriaan yang terjadi pada pesta blogger tahun 2007 dengan rasa iri dan dengki karena saya tidak berada di sana pada saat pesta itu berlangsung. Oleh karena itu, saya bertekad bagaimanapun caranya saya harus menghadiri pesta blogger tahun ini, ini saya masukkan ke dalam wishlist saya pada saat saya ulang tahun. Walaupun begitu, saya juga tidak mengharapkan hadiah jatuh dari langit begitu saja. Saya juga menabung untuk bisa hadir ke pesta blogger tahun ini. Selain mengurus cuti yang luar bisa panjangnya :mrgreen:
Saya datang ke Jakarta pada hari kamis. Dan hari itu saya langsung diajak untuk kopdar di wetiga bersama sang dewa blog, keesokan harinya saya juga menghadiri muktamar blogger yang diadakan oleh BHI.

Puncak kegiatan

Muktamar Blogger

Sudah lama saya bercita-cita untuk datang ke BHI. Dan hampir bersamaan dengan pesta blogger, komunitas ini juga mengadakan muktamar blogger pada jumat malam (21/11).

Saya datang lebih awal, tetapi saya memutuskan untuk jalan-jalan dulu ke aksara di plaza Indonesia. Sekitar jam sembilan saya memutuskan untuk keluar dan melihat-lihat keadaan. Ketika saya sampai di luar, saya melihat banyak blogger sepertinya yang sudah berkumpul di sana. Karena tidak ada yang saya kenal, akhirnya saya menunggu sampai teman-teman saya tiba.

Ngapain aja di sana?

Saya memalingkan muka

Entah mengapa, saya selalu memalingkan muka melihat kemiskinan terpampang di depan mata. Bukan kemiskinan yang dipamerkan oleh para peminta-minta di pinggir jalan, bukan pula kemiskinan yang dipamerkan oleh para peminta sumbangan bagi panti asuhan yang entah panti asuhannya berada di mana.

Tapi kemiskinan yang memaksa seorang bapak tua tetap menarik becak walaupun hari hujan, kemiskinan yang memaksa seorang anak kecil tetap berjualan koran di hari yang terik untuk biaya sekolahnya ataupun kemiskinan yang memaksa seorang ibu tetap membanting tulang walaupun sedang hamil tua.

Saya memalingkan muka bukan karena saya tidak peduli. Saya memalingkan muka, karena ternyata tidak ada yang bisa saya lakukan untuk menolong mereka. ternyata memang tidak ada yang saya lakukan untuk mereka.

*menunduk malu*

update : terima kasih untuk mbak ana atas tulisannya yang sudah menginspirasi tulisan ini.