#70 itikkecil and her muse

this post asked about how do you find your muse. I have to admit that it’s really difficult for me to post on my blog everyday. But a promise is a promise. I promise to myself that I will post on my blog everyday so I have to keep my promise.

Like Desti dan Kuro comments, I always think that I am the center of the universe :mrgreen: . Therefore please do understand that I always write about myself. and if you read the tittle of this blog : Me, myself and Ira Hairida Yuliani, well it explain everything.

And the answer about that question is : my muse is myself *eh*. But I find the ideas based on my daily life. And, to be honest I don’t care about the reader. I write because I want to write about that not because I thought that it will attract the readers of my blog.

So, how do you find your muse?

Itikkecil on the Chic Magazine

Sungguh… saya tidak tahu apa alasannya Chic mereview blog saya di majalah mereka. bukan Chic yang ini, tapi majalah Chic. Bagaimanapun isi blog ini amat personal dan sering merepresentasikan betapa dangkalnya pikiran saya. Jadi sampai sekarang saya masih bertanya-tanya apa alasan mereka. Tapi terserahlah… yang jelas blog saya direview di Chic No. 32 yang terbit 11 – 25 Maret 2009 ๐Ÿ˜ณ

Review di Chic…

Laki-laki yang patut diperebutkan sampai mati versi saya

Ada pertanyaan yang membuat saya berpikir cukup lama untuk menjawabnya di sini.

Jadi laki-laki seperti apa yang pantas diperebutkan sampai titik darah penghabisan, Tik ?

Iya, laki-laki seperti apa? saya sempet googling dengan keyword “laki-laki yang patut diperebutkan sampai mati”, ternyata nomor satunya blog saya sendiri ๐Ÿ˜ณ

Dulu, saya melihat laki-laki itu lebih dari segi fisiknya. Menurut saya cowok yang bermata sipit itu seksi sekali. Jadi pria-pria seperti Richard Gere, Andy Lau ataupun Takuya Kimura bisa membuat saya histeris.

Seiring dengan bertambahnya keuzuran usia saya tentu saja saya melihatnya dengan sudut pandang berbeda. Cowok bermata sipit tentu saja tetap membuat saya deg-degan, tapi apa harus ngotot mengejarnya? Saya adalah orang yang realistis, jadi kalau sudah jadi milik orang lain ngapain di kejar-kejar.

Tapi kalau ditanya laki-laki seperti apa yang patut diperebutkan sampai mati, saya sekarang punya jawabannya tentu saja versi saya sendiri. Dan inilah laki-laki yang patut diperebutkan sampai mati versi Ira Hairida Yuliani :

Laki-laki yang patut……….

31

Selama ini orang selalu menuduh saya bagai anak yatim yang gak pernah diberi makan. Banyak yang bilang kalau saya terlalu kurus dan mereka memaksa saya untuk menambah berat badan. Sering sekali saya dengar komentar seperti ini.

“Ra, kamu itu bagusan kalau lebih gemuk lagi” Harusnya saya jadi sebesar tempayan ya???

“Udahlah jangan sok-sok an diet, mau sekurus apa lagi….” Paling tidak jangan segembul ini.

“Kamu tuh enak, makan banyak juga gak gemuk-gemuk…..”

Saya… gemuk?????