Steak Hotel by Holycow Palembang

Holycow Radal sudah beberapa bulan buka di Palembang, tapi saya baru berkunjung ke sana seminggu yang lalu. Alasan utamanya karena lokasi Holycow ini jauh dari tempat saya biasa beredar. Ada sih Transmusi, tapi ya tetap aja jauh. Alasan lainnya, bokek cyiin.. *kismin*

Anyhoo, le BF sudah beberapa bulan ini janji mau ngajakin makan di sana tapi gak jadi-jadi terus. Giliran saya pengen, dia sudah kenyang. Giliran dia yang pengen, saya yang sudah makan duluan. Gitu aja terus bolak-balik. Nah, akhirnya kami sama-sama kelaparan pas hari minggu sore itu. Jadilah kami memutuskan makan sore menjelang malam di Holycow.

Baca lebih lanjut

Andromax R2, Handphone VoLTE dari Smartfren

Beberapa hari yang lalu saya mendapat kiriman dari Smartfren. Pada saat dibuka ternyata isinya adalah Andromax R2 buat direview. Sebelum nulis review, tentunya harus dicoba dulu dong ya. Dan setelah memakai hp ini selama beberapa hari, inilah review saya.

DSCF2554

Andromax R2

Baca lebih lanjut

Cerita Gua Putri

Jalan menuju gua putri

Jalan menuju gua putri

Setelah nonton gerhana matahari di jembatan Ampera, perjalanan dilanjutkan menuju kota Baturaja. Kami tiba di sana malam hari dan langsung menuju hotel Bukit Indah Lestari. Setelah diberi makan malam ayam bakar, kami langsung tepar di kamar masing-masing. Keesokan paginya, setelah sarapan kami langsung menuju gua Putri. Gua Putri terletak di desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji. Perjalanan dari kota Baturaja ke sana ditempuh dalam waktu 45 menit.

Baca lebih lanjut

Musi Jazz

Poster acaranya

Poster acaranya

Hari Sabtu 26 Maret, Kementerian Pariwisata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel mengadakan Musi Jazz. Acara ini diadakan di pinggir sungai Musi sesuai dengan namanya, tepatnya di depan Benteng Kuto Besak Palembang. Bulan sebelumnya diadakan acara Musi Jazz juga tetapi di PSCC. Undangan yang disebar terbatas dan bintangnya juga bintang yang lebih sesuai dengan selera orang tua, jadinya yang datang lebih sedikit.

Baca lebih lanjut

Cerita sang Pengelana

Jauh sebelum ada backpacker ataupun ribut-ribut antar traveler vs turis ataupun soal traveler pemula, di Sumatera Selatan sudah terkenal kisah tentang Serunting. Ya levelnya memang cuma keluyuran di Sumatera bagian selatan saja, tapi itu jaman dulu. Jaman belum ada motor jadi bisa kayak om Bolang yang keliling wilayah timur Indonesia pake motor. Sumatera Selatan itu luas banget, gak kebayang kalau naik kuda atau pun jalan kaki kayak Serunting ini.

Baca lebih lanjut

Cerita Gerhana

Agak telat memang:mrgreen:, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Bukan begitu teman-teman?

Tanggal 9 Maret tadi sepertinya sebagian besar Indonesia tahu kalau ada gerhana matahari total yang melintasi beberapa wilayah di Indonesia. Saya termasuk yang beruntung karena kota tempat saya tinggal Palembang, menjadi wilayah pertama yang akan dilintasi gerhana matahari total ini. Ya, tinggal duduk manis di depan rumah buat nongkrongin mataharinya atau kalaupun tidak terlihat jelas tinggal ngesot ke lapangan deket rumah biar bisa ngelihat proses gerhana mataharinya. Sebenarnya tempat ideal buat melihat proses gerhana matahari total ini salah satunya di atas jembatan ampera. Cuma, saya agak alergi dengan keramaian. Membayangkan untuk berdiri berdesak-desakan demi menonton gerhana sama sekali tidak terlintas dalam pikiran saya. Mending tidur di rumah nonton dari depan rumah saja deh.

Baca lebih lanjut

Sarapan ala Palembang

Orang Palembang memiliki beragam pilihan untuk sarapan. Kalau mau sarapan biasa, tentu saja ada nasi goreng, nasi uduk ataupun bubur. Kalau malas bisa juga sarapan mie instan #halah. Ada juga yang sarapannya pempek sambil ngirup cuko. Selain macam-macam sarapan di atas, ada juga beberapa jenis sarapan yang biasa disantap orang Palembang di pagi hari.

 

Mi celor

 
Mi celor menjadi salah satu pilihan sarapan di Palembang. Mi celor dijual di banyak tempat di Palembang, tetapi yang populer tentu saja mi celor HM Syafei yang berada di pasar 26 Ilir. Kuah mi celor kental dan terbuat dari kaldu udang. Rasanya tentu saja enak, Indomie saja mengeluarkan varian mi instan mie celor. Kalau mengunjungi Palembang, cobalah sarapan mi celor.

 

Burgo, celimpungan, laksan, lakso dan ragit

 
Ragit merupakan makanan Palembang yang mendapat pengaruh dari India, bentuk ragit sendiri mirip dengan roti jala, kuahnya terbuat dari kari tetapi tidak terlalu kental. Celimpungan terbuat dari adonan pempek dan dibentuk bulat, adonan celimpungan direbus di dalam kuah santan. Burgo terbuat dari tepung beras yang didadar kemudian digulung. Lakso juga dibuat dari tepung beras dan dibentuk menyerupai mi. Kuah celimpungan, burgo dan lakso biasanya sama. Oleh karena itu,  trio makanan ini biasanya dijual bersamaan. Laksan juga terbuat dari adonan pempek, tapi berbeda dengan burgo, bentuk laksan biasanya oval panjang dan kemudian dipotong-potong. Kuahnya agak mirip dengan kuah makanan lain, cuma bedanya kuah laksan biasanya lebih pedas. 

Semua makanan ini enak, mungkin karena kuahnya terbuat dari santan. Tahu sendiri kan kalau santan merupakan kenikmatan dunia yang bisa berbuntut pada kolesterol *sigh*. Ragit, celimpungan, burgo, lakso dan laksa dapat dengan mudah ditemui di seantero Palembang. Dulu suka ada ibu-ibu yang keliling kampung menjajakan makanan ini sambil membawa panci berukuran besar. Karena kuahnya cuma satu macam jadi cukup membawa satu panci saja. 

Kalau tidak mau lama menunggu penjual keliling, sarapan semacam ini bisa dijumpai di sepanjang jalan Dr. M. Isa dan Pasar Kuto. Kami mencoba sarapan ini di warung Aba yang terletak di dekat pasar Kuto. Wajib dicoba kalau sedang berkunjung ke Palembang. 

Hidangan munggah ala Palembang

Biasanya ketika kita menghadiri undangan pernikahan di Palembang, hidangan disediakan dalam bentuk prasmanan atau juga bentuk chia tok. Padahal di Palembang sendiri ada tradisi munggah atau acara yang diadakan setelah akad nikah untuk menyambut keluarga dan tamu undangan.

Baca lebih lanjut

Teri Bajak dan Ekonomi Digital

Saya bertemu Windi Septia Dewi pemilik Teri Bajak Medan ketika X: Media Gathering di Belitung awal Desember lalu. Pada awalnya Windi ingin berwiraswasta tapi masih bingung mau berjualan apa. Setelah melakukan sedikit riset, Windi memutuskan untuk berjualan teri bajak melalui instagram. Dari instagram, penjualan teri bajak Medan terus berkembang sehingga Windi sekarang mempekerjakan orang untuk membuat teri bajak.

Windi Setia Dewi di Mercusuar Pulau Lengkuas

Windi Septia Dewi di Mercusuar Pulau Lengkuas

Baca lebih lanjut

#XLMediaGathering Belitung Day 3

Lanjutan pos sebelumnya,

Pagi ini merupakan hari terakhir berada di Belitung, niat untuk mengejar sunrise lagi-lagi dibatalkan karena hujan deras yang mengguyur pagi hari. Pagi ini langsung check out dari hotel karena siangnya kami akan kembali ke kota masing-masing.

Kong Djie Coffee

Kong Djie Coffee

Baca lebih lanjut