51 Old Airport Road Hawker Center

Bulan Agustus lalu saya pergi ke Singapore untuk mengikuti learning event yang diadakan oleh salah satu organisasi sosial di sana.  Setelah selesai acara, saya memperpanjang kunjungan di sana untuk numpang belajar ke perpustakaan nasional. Selain belajar, saya juga menyempatkan diri jalan-jalan. Salah satu tempat yang biasanya saya kunjungi untuk makan adalah hawker center yang tersebar hampir di semua tempat di Singapore. Sini kan turis kere, jadi budget makanpun harus dibatasi. saya membatasi diri dengan mematok maksimal uang yang dikeluarkan untuk sekali makan SGD 5. Sementara minumnya? bawa botol dong. Atau kalau kepepet,  tidak beli air mineral di seven eleven yang jelas-jelas mahal. Saya memilih untuk membeli air mineral di fairprice yang lebih murah. Di fairprice air mineral termurah adalah 40 sen. *pelit* Continue reading

Modernisasi jaringan XL

Sebagai pengguna internet yang lumayan sering tentu saja yang saya dambakan adalah koneksi internet yang stabil dan cepat. Dibandingkan dengan tiga tahun lalu kebutuhan internet saya juga lumayan meningkat karena belakangan ini saya lumayan sering dapat job yang berhubungan dengan koneksi internet. Misalnya, saya juga jadi buzzer buat beberapa produk karena uangnya juga cukup lumayan buat jajan sushi *lah*. Cerita soal jadi buzzer ini saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu ketika kesempatan buat jadi buzzer melayang hanya karena saya tidak membuka email sampai dengan batas waktu yang ditentukan. Sejak saat itulah saya sebisa mungkin selalu terkoneksi dengan internet. Ya bukan apa-apa sih, meskipun uangnya sedikit kalau dikumpulin kan lumayan juga. Continue reading

skeptis

Gara-gara lewat kuburan tadi, saya jadi teringat kejadian pada saat saya kecil dulu. Jadi di dekat rumah saya dulu ada beberapa kuburan cina yang sekarang sudah jadi perumahan. Dan ketika kami bermain di sekitar kuburan itu, ada salah seorang anak laki-laki yang lebih besar yang memperingatkan kami dan mengatakan kalau kami tidak boleh menunjuk nisan kuburan cina itu karena kalau menunjuk nisan itu maka jari kami akan membusuk. Dan entah tolol atau lugu, saat itu saya percaya saja. Ketika tidak sengaja menunjuk ke arah kuburan maka saya akan meniup-niup jari agar tidak membusuk. Ketika mengingat lagi peristiwa itu saya jadi berpikir, dari mana logikanya jari bisa membusuk. *toyor diri sendiri* *kutuk entah siapa yang bilang waktu itu*. Continue reading