Greetings from sungai lilin!
*eh* selama beberapa hari ke depan saya akan jadi asisten untuk salah satu penelitian yang diadakan untuk meneliti suku anak dalam.
Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti penelitian yang akan diadakan di remote area. Maklum saja, selama ini kalau ada penelitian biasanya dilakukan di palembang saja. Ternyata banyak hal-hal yang sesungguhnya membuat saya shock.
Yang pertama ternyata tak ada jaringan three di sini sehingga saya terpaksa berpaling ke telkomsel.
Kedua, karena letak desanya yang berjauhan kami memutuskan untuk menginap di sungai lilin saja. Tentu saja saya seharusnya bersyukur, masih mendapatkan kamar yang lumayan bersih dan ada acnya. Meskipun ada beberapa pasangan yang check innya short time, errr.. Bukan urusan saya sebenarnya karena kamar itu hanya berfungsi sebagai tempat tidur saja.
Tapi airnya coklat ๐ฅ . Sebut saya manja deh, tapi mandi dengan air yang coklat seperti itu di luar bayangan saya. Tapi karena tak ada pilihan lain, apa boleh buat. Meskipun tentu saja ada limitnya. Saya memutuskan untuk gosok gigi memakai air dalam kemasan . Walaupun saya diledek oleh teman-teman yang lain, “biaya hidupnya mahal.” rasanya biaya hidup saya tak mahal-mahal amat kok. Kalau cuma beli air dalam kemasan sebotol sehari, si pacar masih mampu kok! #gagalsombong
Saya tahu seharusnya saya tak boleh mengeluh karena bisa jadi besok saya malah harus menginap di hutan. Semoga saya bisa bertahan teman-teman!
And yes, i miss you a lot. Semoga kerusakan di kompresor pabrikmu cepat diperbaiki jadi kamu tak perlu begadang tiap malam lagi. #eaaa
Category Archives: Sehari-hari
#252 itikkecil dan belanja
Sesungguhnya tulisan ini sudah lama terkonsep di dalam pikiran. tapi karena saya terlalu sering online menggunakan hp, jadinya agak males nulis panjang-panjang. bukan apa-apa, jari tangan saya bisa keriting kalau mengetik menggunakan keypad hp. ๐ Continue reading
#241 itikkecil dan di bawah lindungan Kabah
Beberapa hari yang lalu, saya dan teman saya memilih untuk menonton film ini sebagai pengisi waktu luang. semua pencinta novel balai pustaka pasti kenal dengan buku ini. saya sendiri membaca buku ini pada saat saya masih SD dan karena endingnya yang gloomy (in my sotoy opinion) saya memilih untuk tidak membaca buku ini kembali. Continue reading
#206 itikkecil and quote of the day
“Love means never having to say you’re sorry.”
Love story – Erich Segal
#205 itikkecil dan transmusi
Saya adalah salah satu pengguna setia transmusi. jadi kalau ke mana-mana saya lebih memilih menggunakan transmusi daripada angkutan umum lainnya. Memang sih efeknya saya jadi lebih manja.kapan itu, AC di transmusinya mati, saya yang ribut ke kondektur dan sopirnya. akibatnya si transmusi itu diistirahatkan sampai ACnya bener ๐ Continue reading
#197 itikkecil dan hari ini
Pagi. ke bengkel, jadi tak terlalu penting untuk diceritakan.
siang. menghadiri peluncuran buku Belajar Lebih Bijak yang ditulis oleh salah seorang sahabat saya Suzannita. Lumayan, dapat buku gratis dan makan siang gratis #muree Continue reading
#192 itikkecil dan For My Better Half
Sedari dulu saya bukanlah orang yang bisa mengungkapkan perasaan saya secara langsung. Kadang-kadang kalau ingin menyatakan sesuatu yang terjadi saya malah nangis.
Jadilah saya terbiasa mengungkapkan segala sesuatunya lewat surat. Kalau misalnya saya kesal atau mau curhat, saya akan memberikan surat kepada orang yang dituju. Awal saya membuat blog ini sebenarnya adalah tempat saya curhat tentang yang terjadi sehari-hari. Dan ternyata ada beberapa tulisan di blog ini yang bercerita tentang perasaan saya ataupun kejadian yang saya alami sehari-hari bersama my better half. Continue reading
#189 itikkecil dan Neal Caffrey
Yay… saya menemukan idola baru… abang Neal Caffrey.*lirik-lirik Takodok dan Ansella* Continue reading
#188 itikkecil dan kepo
Pernah berhadapan dengan orang kepo? atau jangan-jangan anda sendiri yang kepo?ย Continue reading
#183 itikkecil and a retreat
A retreat : The process of going backward or receding from a position or condition gained.
Recently, I decided to resign from my job. Some friends of mine and family might speculate about the reason I quit. Well, I have a lot of reasons. But the most important reason because I think it’s time for me to retreat. To step backward and take a break, learning new things and pursuing my dreams. I become a jobless now. But like my friend told me, I might be a jobless, but I have a lot of things to do.