#241 itikkecil dan di bawah lindungan Kabah

Beberapa hari yang lalu, saya dan teman saya memilih untuk menonton film ini sebagai pengisi waktu luang. semua pencinta novel balai pustaka pasti kenal dengan buku ini. saya sendiri membaca buku ini pada saat saya masih SD dan karena endingnya yang gloomy (in my sotoy opinion) saya memilih untuk tidak membaca buku ini kembali.

Sebelum film ini, sudah ada film tahun 1978 berjudul sama yang dinominasikan di FFI tahun 1981 meskipun sempat dicekal hanya karena ada judul Kabah dan dikhawatirkan akan mengganggu pemilu sebab lambang PPP pada saat itu adalah Kabah. akhirnya judul film diganti menjadi Para Perintis Kemerdekaan.

Kembali ke laptop. Film ini menceritakan tentang Hamid dan Zainab yang kenal sejak kecil karena ibunya menjadi pembantu di rumah Zainab dan Hamid disekolahkan oleh ayah Zainab. Karena sering bertemu, mereka akhirnya jatuh cinta. Tetapi karena status yang berbeda, hubungan mereka tidak disetujui oleh semua orang.

Pada suatu hari, karena menolong Zainab yang tenggelam di sungai, Hamid diusir dari kampung karena melakukan pernapasan mulut ke mulut pada Zainab. Karena patah hati, Hamid memutuskan untuk pergi ke Mekkah untuk naik haji. sementara itu Zainab dipaksa menikah dengan keponakan pamannya dengan alasan untuk menjaga agar harta keluarga tidak jatuh ke tangan orang lain. Karena patah hati, Zainab pun sakit-sakitan. Endingnya? Kalau penasaran ya tonton sendiri dong šŸ˜€

secara keseluruhan film ini layak ditonton meskipun ada beberapa kejanggalan menurut saya :

  1. Film ini berlatarkan tahun 1930-an. tolong beritahu saya kenapa ada Chocolatos yang bisa nampang di film ini. dan juga ada kacang garuda yang bolak-balik ditampilkan sedang dituangkan ke dalam toples.
  2. Yang paling fenomenal adalah hadirnya baygon bakar *facepalm*. Tolong jawab saya deh. kapan obat nyamuk bakar itu ditemukan wahai teman-teman?
  3. Ada adegan ketika Hamid bertemu dengan Saleh di Masjidil Haram ketika mereka sedang mengenakan ihram. yang menurut saya tak masuk akal adalah ketika Saleh mengeluarkan surat dari Zainab yang ditaruh di lipatan kain ihramnya. Get real! Saya memang tak alim-alim sangat. tapi setahu saya ketika kita sedang beribadah rasanya tak mungkin masih sempat-sempatnya menaruh barang lain yang sebenarnya tak perlu *double facepalm*

5 thoughts on “#241 itikkecil dan di bawah lindungan Kabah

  1. Hahahah …
    Untuk yang nomor satu … I share the same feeling …
    Ini rada dipaksakan … walaupun kemasannya dicoba untuk “diselaraskan” dengan jaman tersebut … bungkusnya rada di klasik-klasikkan … tetapi … tetap … tak urung saya mengernyitkan dahi …

    Dan entah mengapa ..
    saya lebih suka chemistry yang terbangun antara pemeran Rosna dan Saleh … hahaha … keliatannya mereka lebih romantis …
    (dibanding aksi dari balik pagar … dan mengayuh sampannya … Hamid dan Zainab)(yang ketawa-ketiwi agak kebanyakan)

    Hhaha … ah namanya juga pelem

    salam saya Tik

    salam saya

  2. Haha. Rabu kemarin sempat ingin menonton film ini. Tapi akhirnya tidak jadi, malah nonton Fast Five, yang menurut saya, banyak adegan yang mudah ditebak. Padahal saya yakin, pasti kalau nonton film Di Bawah Lindungan Kabah pasti jauh lebih banyak yang akan “dicerca” dan dikritik. šŸ˜›

    Seperti biasa, korban komersialisasi dengan penyelesaian yang tidak halus.

    Terus terang belum pernah baca bukunya, Kak. Yang pernah baca itu Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, itupun sama keadaannya, tidak mau menamatkan karena ceritanya terlalu “sendu?”. Kalau di bukunya, apakah yang dilakukan Saleh ketika bertemu dengan Hamid di Masjidil Haram?

  3. Walau sudah dapat peringatan awal banyak iklan produk yang kurang sesuai tetap saja sebal liat Chocolatos di awal film. Trus Herjunot Ali, duuuuhhhhhhh.. rasanya pengen mijetin pundaknya sambil bilang “Santai mas! Kaku banget pundaknya.” šŸ˜†

    Dan setuju sama pak nh18, lebih tertarik dengan pemeran tokoh Rosna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.