#256 greetings from sungai lilin

Greetings from sungai lilin!
*eh* selama beberapa hari ke depan saya akan jadi asisten untuk salah satu penelitian yang diadakan untuk meneliti suku anak dalam.
Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti penelitian yang akan diadakan di remote area. Maklum saja, selama ini kalau ada penelitian biasanya dilakukan di palembang saja. Ternyata banyak hal-hal yang sesungguhnya membuat saya shock.
Yang pertama ternyata tak ada jaringan three di sini sehingga saya terpaksa berpaling ke telkomsel.
Kedua, karena letak desanya yang berjauhan kami memutuskan untuk menginap di sungai lilin saja. Tentu saja saya seharusnya bersyukur, masih mendapatkan kamar yang lumayan bersih dan ada acnya. Meskipun ada beberapa pasangan yang check innya short time, errr.. Bukan urusan saya sebenarnya karena kamar itu hanya berfungsi sebagai tempat tidur saja.
Tapi airnya coklat 😥 . Sebut saya manja deh, tapi mandi dengan air yang coklat seperti itu di luar bayangan saya. Tapi karena tak ada pilihan lain, apa boleh buat. Meskipun tentu saja ada limitnya. Saya memutuskan untuk gosok gigi memakai air dalam kemasan :mrgreen: . Walaupun saya diledek oleh teman-teman yang lain, “biaya hidupnya mahal.” rasanya biaya hidup saya tak mahal-mahal amat kok. Kalau cuma beli air dalam kemasan sebotol sehari, si pacar masih mampu kok! #gagalsombong
Saya tahu seharusnya saya tak boleh mengeluh karena bisa jadi besok saya malah harus menginap di hutan. Semoga saya bisa bertahan teman-teman!
And yes, i miss you a lot. Semoga kerusakan di kompresor pabrikmu cepat diperbaiki jadi kamu tak perlu begadang tiap malam lagi. #eaaa

5 thoughts on “#256 greetings from sungai lilin

  1. Ira,
    Bekerja di tempat saya, juga sering mengalami hal seperti itu….jika tugas ke cabang kecil (itupun masih tugas lho…bayangkan kalau ditempatkan disana selama sekitar dua tahun). Jadi saya terbiasa mandi pakai kain basahan,. gosok gigi pakai air kemasan (bersyukur sekarang ada air kemasan)..bahkan hotelpun tak disediakan handuk dan sabun…dan konyolnya anakbuahku (dua2nya cowok tak bawa handuk)..terpaksa deh handuk kecil dibagi tiga, demikian pula sabunnya….haha…

    Ada juga yang terpaksa tidur di hukan :(( karena ada pohon tumbang menghalangi jalan. Jadi kata teman-teman di mobil harus sedia aqua sebanyak-banyaknya…bahkan BB pun bisa hanya menggunakan alat (cangkul kecil)…hahaha

  2. kalau dengar adikku yang sering berbulan-bulan ke sumba juga gitu. Mana dia ke sana untuk meneliti malaria…hiiii.
    Well, mungkin Tuhan tahu bahwa saya memang tidak cocok jadi peneliti 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s