#252 itikkecil dan belanja

Sesungguhnya tulisan ini sudah lama terkonsep di dalam pikiran. tapi karena saya terlalu sering online menggunakan hp, jadinya agak males nulis panjang-panjang. bukan apa-apa, jari tangan saya bisa keriting kalau mengetik menggunakan keypad hp. 😀

Jadi pada saat lebaran hari pertama versi pemerintah, Nike tiba-tiba menanyakan kepada saya, ngapain saya keluyuran di mall. sesungguhnya niat awalnya nonton sih :oops:. anggap saja saya kurang kerjaan, tapi sungkem dengan keluarga besar sudah. mau berkunjung ke tempat atasan, males. lagipula saya tak punya atasan lagi :D. sayangnya film Harry Potter yang ingin saya tonton sudah tak diputar lagi. akhirnya kami berakhir keliling-keliling di supermarket yang ada di mall.

Keputusan yang salah saudara-saudara, saya melupakan fakta bahwa hari itu anak-anak mendapatkan uang yang banyak dan mereka sepertinya hanya punya satu tujuan : menghabiskan uang yang sudah didapat. melihat gerombolan anak-anak itu, saya sempat berkata kepada my betterhalf. “harusnya kita buka lapak jual mainan. pasti laku keras.” Dasar matre, my betterhalf serta merta mengiyakan. dan malah punya ide yang lebih sadis lagi, “Harusnya kita palaki saja anak-anak kecil ini. dibentak sedikit saja pasti langsung  menyerahkan uangnya secara sukarela.” kok malah jadi melantur gini *keplak diri sendiri*

Asumsi awal saya, anak-anak kecil itu akan menghabiskan uangnya untuk membeli mainan saja. tapi ternyata saya salah. Ketika kami memasuki supermarket itu. anak-anak kecil di mana-mana. masing-masing memegang keranjang belanjaan dan kereta dorong. di kasir antrian mengular, mayoritas anak-anak kecil juga. dan ketika saya melihat belanjaan mereka : minuman ringan, makanan ringan semacam chiki yang penuh dengan msg, coklat batangan dan mie instan.

minuman ringan, coklat batangan, makanan ringan atau cup-cup saya masih mengerti tetapi kenapa harus beli mie instan? bukankah biasanya yang membeli mie instan adalah anak kos? *eh*

Tetapi ketika saya bercerita tentang keheranan saya kepada adik saya, diapun mengaku ketika kecil dulu kalau lebaran tiba, salah satu benda yang dibeli dengan menggunakan uang lebaran adalah mie instan. alasannya adalah karena saat punya uang adalah saat untuk membeli benda-benda yang selama ini iklannya hanya dilihat di televisi tetapi tidak pernah dibelikan. Mungkin saja kesimpulan ini salah, mungkin ada abege yang mau sharing tentang barang yang dibeli dengan duit lebaran?

sementara ini moral dari cerita ini adalah : Kalau tidak penting-penting amat, hindari pusat perbelanjaan di hari pertama lebaran mengingat banyaknya anak-anak yang ada di sana. sekian dan terima amplop.

7 thoughts on “#252 itikkecil dan belanja

  1. Tapi bener, kok. Anak-anak itu korban empuk iklan-iklan makanan atau minuman semacam itu. Gampang termakan anak-anak itu ama iklan-iklan ngejreng yang menurut orang dewasa “iklan kok gitu banget”.

    Karena dulu waktu kecil gak suka makan, jadilah duit lebaran saya beliin mainan. Pistol mainan, lah. Mobil-mobilan. Yang penting murah-meriah, dan sebulan dua bulan rusak. 😦

  2. pas banget kan kalo jam tayang film kartun anak-anak penuh iklan warna-warni. Pas lebaran kemarin saya seringnya ketemu anak-anak di gamezone sih mbak, sama bioskop. Duh. Ganggu waktu kencan saja *eh*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s