Random assumption

Jika x adalah ekspektasi dan y adalah kenyataan,
n = y – x
di mana, n adalah gap atau selisih antara ekspektasi dan kenyataan.
jika n ≥ 0 maka n menjadi kepuasan, dan jika n < 0 maka n menjadi ketidakpuasan atau kekecewaan.

dengan asumsi bahwa secara umum kita tidak bisa mengontrol variabel y, maka satu-satunya cara untuk membuat n ≥ 0 adalah dengan cara menurunkan nilai variabel x yaitu ekspektasi sehingga kita akan terhindar dari kekecewaan.

Kita? Elo aja kali Ra…

*minggat sebelum dibantai ahli matematika semacam Maridjo*

sendiri

Pada dasarnya saya lebih suka melakukan segalanya sendiri bahkan untuk hal-hal yang katanya orang Indonesia paling malas untuk melakukannya. Makan sendirian? biasa saja ah. tak mungkin saya harus kelaparan karena tidak ada orang yang menemani saya makan. melakukan perjalanan sendirian? perjalanan paling jauh yang pernah saya lakukan sendirian adalah ketika saya ikut konferensi di Kobe beberapa tahun yang lalu. Nonton film sendirian? ini sering sekali. pacar saya tak suka nonton film di bioskop, membuang-buang uang katanya. sementara teman-teman saya belum tentu sudi menemani mengingat pilihan film yang saya tonton. Continue reading

stages I have to face when I lose my job

1. Grieving

Err.. di tahap ini biasanya saya sedih banget, kadang-kadang sampai nangis bombay. Yang dilakukan tiap hari adalah meratapi nasib dan curhat sambil nangis-nangis ke si pacar. di tahap ini juga saya tak sudi mampir atau sekadar lewat daerah kantor. terlalu menyakitkan buat saya 😦 Continue reading

#331 When you’re gone

Gantian aja deh. dulu aku yang keluyuran keluar kota. sekarang kamu. Anyway, cepet pulang ya sayang #eaaa. Karena seperti lagunya Bryan Adams ini, makan rasanya tak enak. mau melakukan apapun tak konsentrasi. tapi, tugas kuliahku sudah selesai kok. Pokoknya, cepet pulang ya… *dadah-dadah*

PS: Jangan lupa titipanku Continue reading

#326 Petualangan

image

image

Sedari kecil, saya amat suka membaca buku-buku karya Enid Blyton. Semuanya saya suka. Lima sekawan, pasukan mau tahu, sapta siaga, malory tower, si badung, st. Clare dan masih banyak lagi.
Akibat kecerobohan saya waktu kecil, buku-buku tersebut banyak yang hilang. Sementara saya adalah orang yang kalau mendadak teringat kalimat yang ada di suatu buku, saya akan membaca kembali buku itu. Jadi saya biasanya membaca lebih dari sekali setiap buku yang saya miliki atau saya pinjam sebelum dikembalikan, kecuali kalau tidak happy ending.
Ada beberapa buku yang akhirnya saya beli lebih dari satu kali.
Dan buku-buku Enid Blyton adalah beberapa buku yang akhirnya saya beli kembali. Kalau best seller seperti lima sekawan atau cerita asrama memang lebih gampang, tetapi untuk seri petualangan atau the adventure series sangat susah untuk dicari karena tidak diterbitkan lagi oleh gramedia. Saya bahkan membeli buku bekas seri petualangan ini.
Malam ini saya senang karena saya melihat seri ini sudah ada di gramedia. Jadi bisa koleksi lagi.
Buku karya Enid Blyton lain yang saya sukai adalah rumah beratap merah atau the family at red-roofs. Buku terbitan gramedia saya hilang jadi saya akhirnya membeli buku aslinya.
Tapi saya berharap semoga gramedia mau menerbitkan lagi buku anak-anak liar atau those dreadful children. Ya semoga buku-buku Enid Blyton diterbitkan kembali deh.

#321 hari ini

Naik perahu ke Bungkal.
Bertemu lagi dengan salah satu kepala Suku Anak Dalam.
Meratapi koneksi internet yang busuk. Koneksi internet Telkomsel tewas di Bayung Lencir. XL angin-anginan, kadang lancar kadang tidak. Sayangnya saya tak punya kartu indosat. Atau harusnya saya beli saja?
Malam ini saya memilih tidur sajalah, sepertinya saya terkena flu akibat berhujan-hujan kemarin. Akibatnya memang tugas kuliah terbengkalai, ya sudahlah review Karl Marx minggu depan saja saya kumpul. Semoga dosen saya berkenan.
Btw, setelah bolak-balik menelpon 116, akhirnya kartu halo saya bisa digunakan kembali. Silakan lo ya yang mau mengontak saya. *eh*