Bukannya mau membahas soal modelling dan dunianya. Saya cuma mau cerita soal perjalanan saya setiap hari menuju kantor. Biasanya dari rumah ke kantor, saya naik bis dan akan dilanjutkan dengan sedikit jalan kaki. banyak yang bilang jalur jalan kaki saya itu nanggung, jalan kaki agak jauh tapi kalo naik oplet rasanya dekat sekali. Karena saya pelit saya memilih jalan kaki demi alasan kesehatan.
Pelangi
Ada yang pernah mengatakan ke saya, untuk melihat pelangi kita harus membuat hujan. Walaupun hujannya mungkin saja deras dan membuat kita basah kuyup.
And I’m still waiting for the rainbow in my life. Eventough I have to wait for a lifetime.
PS : Saya melihat pelangi ini bersama si nyet. Gambar diambil sore hari dengan kamera pocket. Maafkan kalau gambar pelanginya tidak terlalu kelihatan.
Kembalikan Kambang Iwak kami
disclaimer :
- Postingan ini tentang kota palembang
- Banyak foto-foto (mohon maaf buat para fakir bandwith)
Ada yang berubah dengan Kambang Iwak sekarang. Ini baru saya sadari ketika beberapa hari yang lalu saya lewat di sana. Taman yang tadinya penuh dengan rerimbunan pepohonan, sekarang ini dirusak dengan munculnya beberapa bangunan yang menurut saya jelek sekali.
Tempat Pemakaman Umum Blogger
Just part of my silly thoughts series :
Melihat beberapa blogger yang memutuskan untuk mati, seperti di sini, sini ataupun di sini. (belum lagi yang tidak saya ketahui). Saya jadi mikir, mungkin gak ya kita bikin Tempat pemakaman blogger? misalnya : tpb.wordpress.com atau kalau mau panjang jadinya tempatpemakamanblogger.wordpress.com.
Any suggestions?
And the winner is…..
Alone….
HP
Saatnya memilih…..
Untuk memberikan penghargaan kepada teman-teman yang sudah berpartisipasi pada hari AIDS :
Dicari : Pemimpin Peduli
Penularan HIV di Indonesia sudah memasuki tahapan baru. Kalau selama ini, kelompok berisiko seperti PSK, waria, pengguna jarum suntik dan pengguna PSK yang dianggap sebagai kelompok yang memberikan kontribusi terbesar pada kasus HIV di Indonesia; ada kecenderungan kasus HIV juga sudah terjadi di populasi umum seperti ibu rumah tangga dan balita.
Sampai dengan Desember 2001, jumlah kasus AIDS di Indonesia baru mencapai 671 kasus. Tetapi, lihatlah data kasus bulan Juli – September 2007 saja ada 695 kasus, dan total kasus AIDS sudah mencapai angka 10384 kasus! Dalam waktu kurang dari sepuluh tahun, kasus yang terjadi sudah bertambah menjadi lebih dari sepuluh kali lipat. Dan ada kecenderungan terjadinya percepatan kenaikan kasus.
Kenapa bisa seperti ini?
Seperti dalam tulisan saya terdahulu,  sebagian besar dana penanggulangan HIV dan AIDS ditanggung oleh donor dan negara asing. Akibatnya program penanggulangan HIV tergantung pada selera donor. Apa yang terjadi setelah donor pergi? Bayangin, ada donor saja jumlah kasus sudah naiknya sepuluh kali lipat lebih. Bagaimana kalau donor pada cabut ya?
Selain itu, penyangkalan juga penyebab kenapa kasus AIDS semakin banyak.
Oh, kami orang-orang yang beragama. Jadi gak mungkinlah kena AIDS
Di sini anaknya baek-baek semua, gak mungkin nyuntik
Para PSK sudah dibersihkan dari sini. Jadi kami sudah bebas dari AIDS
Untuk menyelesaikan masalah, kita harus mengakui kita punya masalah. Bagaimana mau menekan penularan HIV kalau, ada pengguna jarum suntik di sana tapi dibilang gak ada. Ada PSK yang berkeliaran di jalan dibilang tidak ada. Ada bapak-bapak yang suka jajan ke PSK dibilang alim semua. Padahal kalau semakin cepat mereka tahu status mereka, semakin bagus. Konselornya bisa mendorong mereka untuk mengurangi perilaku berisiko, syukur-syukur kalau bisa berhenti. Dan mereka tidak bisa menularkan ke orang lain. Jadi kasus AIDS tidak akan bertambah.
Jadi yang kita butuhkan adalah pemimpin yang :
-
Mau memobilisasi dana untuk penanggulangan AIDS, jadi kita tidak perlu ngemis-ngemis lagi ke donor.
-
Mau mengakui masalah yang ada di daerahnya. Jadi kalau ada PSK ataupun waria, katakan saja ada. Jadi program pencegahan dapat dilakukan.
-
Punya program yang jelas untuk menangani soal AIDS ini.
Masih banyak lagi sebenernya. Mungkin ada yang mau nambahin? Maklum, lagi males mikir
Terakhir, kepada semuanya. Selamat Hari AIDS Internasional.
Wisata kuliner di tipi…. validkah?
Hanya karena nonton acara wisata kuliner di salah satu tipi lokal di Palembang. Malam minggu kemaren, mendadak si nyet kepingin makan pempek lenggang di daerah Dempo Dalam. Alasannya karena di acara itu, pempek lenggang ini dipuja-puja sebagai makanan yang enak.
Dan melajulah kami ke sana untuk mencoba makanan yang katanya enak itu.


