Mencoba Kobe beef di Steak Land Kobe

Sebenarnya tahun ini adalah kali kedua saya mengunjungi Kobe. Trip pertama saya ke luar negeri adalah mengikuti konferensi di Kobe tahun 2005. Tapi tahun segitu saya masih lugu, tidak ada pikiran sama sekali untuk extend trip saya biar bisa jalan-jalan setelah konferensi. Ikut saja tanggal pergi dan pulang  yang ditentukan oleh kantor. Padahal dari jatah 15 hari visa harusnya bisa jalan-jalan barang 3 atau 4 hari. Saya cuma sempat ke Osaka Castle dan setelah itu pulang lagi ke Kobe. Di Kobe pun kerjaan saya cuma mengikuti konferensi dari pagi sampai malam. Makanan yang saya coba cuma okonomiyaki dan lagi-lagi nasi kari. Tidak mencoba makan sushi dan sashimi, apalagi mencoba kobe beef. Mahal banget soalnya, dengan duit pas-pasan manalah kepikiran buat mencoba. Jaman segitu, travel blogger belum ada. Pun informasi soal Kobe di internet juga terbatas. Baca lebih lanjut

Crazy Crab [closed]

Crazy Crab

Crazy Crab

Crazy crab terletak di lantai 3 Palembang Icon, mall paling hits di Palembang saat ini. Sesuai dengan namanya, restoran ini menjual menu kepiting. Berbeda dengan restoran lain yang menjual menu kepiting dan meletakkannya di piring saji, Crazy crab merasa cukup dengan memberi alas plastik di meja dan menaruh semuanya ke atas meja begitu saja. Biasanya saya makan sendirian di sini, jadi kalau membeli menu combo bag mereka yang legendaris itu, siapa yang mau membantu menghabiskan? *Alesan, padahal bokek*

Baca lebih lanjut

Pesona Warung Pindang Terapung

Pindang terapung di tepian Musi

Pindang terapung di tepian Musi

Sungai Musi merupakan urat nadi masyarakat Palembang. Meskipun masih banyak yang membelakangi sungai Musi dan buang sampah sembarangan, tetapi sungai Musi memegang peranan penting dalam kehidupan warga Palembang. Masih ada lho yang tinggal di rumah rakit yang ditambatkan di pinggir sungai Musi. Begitu juga dengan warung makanan. Di tepian sungai Musi, banyak warung makanan yang tertambat di pinggir sungai Musi.

Baca lebih lanjut

Steak Hotel by Holycow Palembang [Closed]

Holycow Radal sudah beberapa bulan buka di Palembang, tapi saya baru berkunjung ke sana seminggu yang lalu. Alasan utamanya karena lokasi Holycow ini jauh dari tempat saya biasa beredar. Ada sih Transmusi, tapi ya tetap aja jauh. Alasan lainnya, bokek cyiin.. *kismin*

Anyhoo, le BF sudah beberapa bulan ini janji mau ngajakin makan di sana tapi gak jadi-jadi terus. Giliran saya pengen, dia sudah kenyang. Giliran dia yang pengen, saya yang sudah makan duluan. Gitu aja terus bolak-balik. Nah, akhirnya kami sama-sama kelaparan pas hari minggu sore itu. Jadilah kami memutuskan makan sore menjelang malam di Holycow.

Baca lebih lanjut

Sarapan ala Palembang

Orang Palembang memiliki beragam pilihan untuk sarapan. Kalau mau sarapan biasa, tentu saja ada nasi goreng, nasi uduk ataupun bubur. Kalau malas bisa juga sarapan mie instan #halah. Ada juga yang sarapannya pempek sambil ngirup cuko. Selain macam-macam sarapan di atas, ada juga beberapa jenis sarapan yang biasa disantap orang Palembang di pagi hari.

 

Mi celor

 
Mi celor menjadi salah satu pilihan sarapan di Palembang. Mi celor dijual di banyak tempat di Palembang, tetapi yang populer tentu saja mi celor HM Syafei yang berada di pasar 26 Ilir. Kuah mi celor kental dan terbuat dari kaldu udang. Rasanya tentu saja enak, Indomie saja mengeluarkan varian mi instan mie celor. Kalau mengunjungi Palembang, cobalah sarapan mi celor.

 

Burgo, celimpungan, laksan, lakso dan ragit

 
Ragit merupakan makanan Palembang yang mendapat pengaruh dari India, bentuk ragit sendiri mirip dengan roti jala, kuahnya terbuat dari kari tetapi tidak terlalu kental. Celimpungan terbuat dari adonan pempek dan dibentuk bulat, adonan celimpungan direbus di dalam kuah santan. Burgo terbuat dari tepung beras yang didadar kemudian digulung. Lakso juga dibuat dari tepung beras dan dibentuk menyerupai mi. Kuah celimpungan, burgo dan lakso biasanya sama. Oleh karena itu,  trio makanan ini biasanya dijual bersamaan. Laksan juga terbuat dari adonan pempek, tapi berbeda dengan burgo, bentuk laksan biasanya oval panjang dan kemudian dipotong-potong. Kuahnya agak mirip dengan kuah makanan lain, cuma bedanya kuah laksan biasanya lebih pedas. 

Semua makanan ini enak, mungkin karena kuahnya terbuat dari santan. Tahu sendiri kan kalau santan merupakan kenikmatan dunia yang bisa berbuntut pada kolesterol *sigh*. Ragit, celimpungan, burgo, lakso dan laksa dapat dengan mudah ditemui di seantero Palembang. Dulu suka ada ibu-ibu yang keliling kampung menjajakan makanan ini sambil membawa panci berukuran besar. Karena kuahnya cuma satu macam jadi cukup membawa satu panci saja. 

Kalau tidak mau lama menunggu penjual keliling, sarapan semacam ini bisa dijumpai di sepanjang jalan Dr. M. Isa dan Pasar Kuto. Kami mencoba sarapan ini di warung Aba yang terletak di dekat pasar Kuto. Wajib dicoba kalau sedang berkunjung ke Palembang. 

Sushi Tei

Akhirnya sushi tei membuka restoran pertamanya di Palembang. Tidak salah-salah, sushi tei membuka restoran yang berdiri sendiri dan tidak terletak di mall. Pemberitahuan kalau sushi tei bakal buka juga sudah lama tersebar, sayangnya karena proses pembuatan bangunan, pembukaan sushi tei tersalip oleh pembukaan ichiban sushi. Dan pada tanggal 23 Juli 2015, sushi tei membuka pintunya untuk publik. Lokasi sushi tei juga amat dekat dengan tempat saya biasa beredar sehingga buat ke sini tidak terlalu menyulitkan saya.

sushi bar

sushi bar

Baca lebih lanjut

Restoran River side

Tidak bisa dipungkiri, jembatan Ampera dan sungai Musi merupakan ikon Palembang yang paling terkenal. Kalau dulu daerah ini kotor dan kumuh, saat ini pinggiran sungai Musi terutama yang berada di dekat jembatan Ampera sudah tertata dengan cantik. River side merupakan salah satu rumah makan yang berada di pinggir sungai Musi dan menyajikan pemandangan jembatan Ampera.

Jembatan Ampera dari Riverside

Jembatan Ampera dari River side

Baca lebih lanjut

Ichiban Sushi

Sebagai pencinta sushi, adalah penting untuk mencoba semua restoran sushi yang baru buka di Palembang. Kabar tentang bukanya ichiban sushi ini sebenarnya sudah terdengar sejak pertengahan April. Tapi ditunggu-tunggu April berlalu ichibannya gak buka-buka juga. Setiap ke Palembang Icon saya selalu ke lantai 2 untuk memastikan kalau-kalau Ichiban sudah buka.

Di akhir Mei tadi penantian saya akhirnya terjawab *alakh*, ketika pagi-pagi saya melewati PI saya melihat beberapa karangan bunga yang memberikan selamat atas dibukanya ichiban sushi. Tanpa menunggu waktu lagi, hari itu juga saya bersama seorang teman meluncur ke sana untuk makan siang.

Baca lebih lanjut

Empat Tempat Makan Dimsum di Palembang

Dimsum merupakan salah satu makanan favorit saya. Sebenarnya dimsum biasa dimakan sebagai teman minum teh namun saya seringkali makan siang dengan dimsum. Tidak terlalu sulit untuk mencari dimsum di Palembang, di sini dimsum dapat dijumpai di banyak tempat. Kali ini saya akan memberikan daftar tempat untuk makan dimsum di Palembang. Harap diingat bahwa selain rekomendasi ini, masih banyak restoran yang menjual dimsum. Inilah tempat favorit saya untuk makan dimsum.

Baca lebih lanjut