#62 itikkecil dan pertanyaan hari ini

satu saja pertanyaan saya buat para ABG yang berkeliaran di jalan malam ini.
Yakin pacar/gebetanmu sayang sama kamu?
Buktinya dia gak pake helm tuh. buktinya kamu gak disuruh pake helm. buktinya lagi dia tetep ngebut dan ngelawan arus.
Jadi, yakin dia sayang sama kamu?

PS : Gara-gara liat seabrek ABG yang pacaran sambil naik motor tanpa pake helm. dan sumpah mati, bukan berarti saya iri.

#51 itikkecil and her rants

Maybe people think that i don’t have any problems in my life. yes, I have problems. a lot of it, but I never tell the world about my problems. maybe people think that I don’t need money, since I never nag about my problems about money, that doesn’t mean that I don’t need money. Yeah, you see me as happy go lucky person and you think that : Oh, she doesn’t need money. let’s take the advantages of her.

the difference between you and me is that I don’t nag to everybody about my money problems nor ask other people to give me money. err… I asked my father but that’s not your problem đŸ‘¿

And still, it doesn’t mean that you were allowed to take the advantages of me. that you were allowed to deceived me. that you don’t have to pay what you borrow from me. Even if the sum of the money is not significant according to you, but for me, it shows the quality of a person you are. You don’t want to pay your debt, fine with me. but I already know the price of you. your price is the amount of your debt!

#14 itikkecil dan maaf

Kemarin saya memfotokopi beberapa dokumen yang penting. definisi penting di sini sih relatif. penting menurut saya belum tentu penting menurut anda. Kuesioner survey yang sudah diisi bisa jadi tak berarti apa-apa buat pengepul barang bekas dan bisa dinilai berdasarkan harga kiloan kertasnya. tetapi kuesioner itu berarti buat orang yang mengadakan survey karena respondennya berada jauh dari sini. Anyhoo… dokumen itu penting menurut saya.

Continue reading

Just my two cents…

Jadi, beberapa hari yang lalu, entah kesamber wangsit apa, my betterhalf mendadak ingin menonton sang pencerah. Baiklah, saya menemani yang bersangkutan nonton di salah satu bioskop yang ada di kota Palembang. Selama ini memang saya lebih sering nonton bersama komunitas malam senin. dan nontonnya pada pertunjukan terakhir di malam hari.  selama nonton dengan mereka, saya jarang menemukan hal-hal yang menurut saya menghalangi kenikmatan saya menonton film. ya iyalah, kadang-kadang cuma kami berlima yang jadi penonton di studio itu.

Continue reading

Itikkecil dan peluang usaha terbarunya

Ada satu peluang usaha yang sepertinya akan laris kalau dijalankan *nyengir kuda gak jelas*

Bagaimana kalau seandainya kita membuka biro perjalanan yang mengkhususkan diri pada wisata bencana. toh sepertinya bencana pasti selalu ada. dan sepertinya orang indonesia suka sekali sekadar bertandang ke tempat yang tertimpa bencana. bukan untuk menolong tentunya… tapi lebih sekadar melihat-lihat…

Tapi Ra, kan bisa mengganggu proses evakuasi atau pencarian korban…

ow, tentunya bisa disiasati dengan cara berpura-pura menolong padahal cuma sekadar foto-foto di sana…. Dan tempat berkunjung pasti selalu ada… ke Jombang, melihat siapa tahu ada korban Ponari lagi yang tewas pas sedang antri… atau ke Sidoarjo, sekadar melihat lumpur lapindo yang hanya Tuhanlah yang tahu kapan lumpur itu berhenti mengalir… atau yang terbaru, ke Situ Gintung…..

*bertanya-tanya, ini sudah cukup sarkastis belum*

Pertanyaan hari ini

sebagai seorang pejalan kaki saya bertanya : “wahai para pengendara, kenapa kalian sepertinya enggan memberikan kesempatan pada kami sebagai pejalan kaki untuk menyeberang di zebra cross?”

sebagai seorang pengendara mobil (kadang-kadang) saya menjawab : “mungkin karena sering sekali saya males untuk menginjak rem.”

bagaimana dengan anda?

Itikkecil went to the party

Malam minggu kemaren, saya ikutan bapak dan ibu saya pergi ke pesta pernikahan anak salah satu pejabat penting di sini. bukan apa-apa, orangtua saya bahagia sekali kalau ada anaknya yang mau menemani mereka pergi ke acara seperti ini. Iya, tujuan saya ikut sebenarnya buat makan gratis. puas???

Ketika sampai di venue tempat acara, yang diadakan di satu-satunya hotel bintang lima di sini, saya melihat sudah banyak sekali orang yang ada. bapak dan ibu saya langsung sibuk ngobrol dengan teman-teman mereka di sini. tinggallah saya merenung seorang diri *halah*

Merenungi apaan?