Pesona Warung Pindang Terapung

Pindang terapung di tepian Musi

Pindang terapung di tepian Musi

Sungai Musi merupakan urat nadi masyarakat Palembang. Meskipun masih banyak yang membelakangi sungai Musi dan buang sampah sembarangan, tetapi sungai Musi memegang peranan penting dalam kehidupan warga Palembang. Masih ada lho yang tinggal di rumah rakit yang ditambatkan di pinggir sungai Musi. Begitu juga dengan warung makanan. Di tepian sungai Musi, banyak warung makanan yang tertambat di pinggir sungai Musi.

Kalau kita pergi ke pasar 16 ilir, di pinggir sungai Musi kita bisa melihat beberapa warung pindang yang berjajar di sana. Saat ini ada empat warung pindang di sana. Lokasinya bisa berpindah-pindah karena memang warung makannya terletak di atas perahu, tapi biasanya pergeserannya tidak terlalu jauh.

Lokasi warung pindang ini bisa berpindah-pindah

Lokasi warung pindang ini bisa berpindah-pindah

tempat warung ini berada juga merupakan tempat kapal lain berlabuh

tempat warung ini berada juga merupakan tempat kapal lain berlabuh

Naik ke warungnya harus melewati titian ini

Naik ke warungnya harus melewati titian ini

Bersama dengan teman-teman blogger yang mengikuti trip yang diadakan Kementerian Pariwisata, kami makan siang di tempat ini. Kami makan siang di warung pindang Mbok Yah. Rata-rata warung pindang yang ada di sini menyediakan pindang pegagan. Pada dasarnya warung ini menyediakan berbagai jenis pindang, ada pindang ikan patin, baung dan pindang tulang. Selain itu, buat yang tidak suka pindang tersedia ayam goreng dan ikan goreng. Ini bukan kunjungan pertama kali saya ke sini, jadi kali ini saya memesan brengkes patin tempoyak. Tempoyak sendiri asalnya dari durian yang difermentasi  sehingga menghasilkan rasa yang asam. Kalau menurut saya, tempoyak itu adalah salah satu makanan enak yang ada di dunia. Ok, ini lebay. Tapi beneran, tempoyak itu kalaupun cuma dijadikan sambal saja tetap enak kok.

Bermacam-macam pindang yang ada di warung makan ini.

Bermacam-macam pindang yang ada di warung makan ini.

Rasa pindang yang ada di warung makan ini lumayan enak dan harganya juga relatif terjangkau. Satu porsi pindang dan nasi dihargai antara 25 – 30 ribu. Sebenarnya tempat ini bukan tempat khusus turis makan, tetapi memang merupakan salah satu tempat orang di sekitar pasar 16 Ilir kalau ingin makan siang. Itulah sebabnya harganya relatif murah. Dan makannya pun bergabung dengan warga lokal. Yang terpenting adalah kita bisa makan siang dan memandangi jembatan Ampera dari meja kita makan. Luar biasa kan?

Brengkes tempoyak patin dan pemandangannya yang luar biasa.

Brengkes tempoyak patin dan pemandangannya yang luar biasa.

Pindang terapung
Di samping pasar 16 Ilir di pinggir sungai Musi

Disclaimer: Trip ini merupakan Trip yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dalam rangka memeriahkan Musi Triboatton 2016 yang berlangsung 11 – 15 Mei 2016.

10 thoughts on “Pesona Warung Pindang Terapung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s