#20 itikkecil dan foto-fotonya

Mau mengakui diri sebagai fotografer rasanya kok tak pantas ya. soalnya saya memfoto kalau ingin dan sempat saja dan sampai sekarang tak ada niat untuk belajar fotografi secara serius. jadi kalau saya merasa itu indah saya foto. jadi indah di sini relatif. Indah menurut saya belum tentu indah menurut anda.

Enjoy these pictures : Continue reading

#7 itikkecil dan nasihat yang pernah diterimanya

Dasarnya sih dari ide postingan hari ini yang ada di sini.

Describe the wackiest but most useful advice you’ve ever received.

Tidak banyak orang yang memberikan nasihat ke saya. jadi agak sulit juga memilah apakah nasihat itu berguna atau tidak ataupun nasihat itu masuk akal atau tidak 😀 . Tapi salah satu nasihat teraneh yang pernah saya dengar adalah anjuran untuk ngeblog. Kenapa ngeblog? karena dengan ngeblog katanya saya bisa mendapatkan banyak teman.

Mencurahkan ide ke dalam blog mungkin bisa diterima. tapi mendapatkan banyak teman? Bagaimana mungkin, pikir saya dulu. Satu blog saya yang lama itu yang entah kabarnya bagaimana itu hanya dikomentari oleh satu orang, sahabat saya sendiri dan saya yakin, mungkin tidak ada orang lain yang  sudi membaca blog itu. tetapi ternyata di wordpress beda. dalam waktu yang tidak terlalu lama, saya mendapatkan beberapa pembaca setia yang akhirnya berubah menjadi sahabat. bahkan akhirnya bertemu  muka dengan para fans-fans sahabat-sahabat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan itu dimulai dari membuat blog.

Itulah nasihat teraneh yang pernah saya dengar. bagaimana dengan teman-teman?

#6 itikkecil dan pinjam meminjam

#pengakuan : saya sekarang sedang tergila-gila dengan Frasier. Iya, dokter Frasier Crane. Selalu menyenangkan untuk menonton setiap episodenya. meskipun re-run dan saya mungkin sudah pernah menontonnya, kalau sempat pasti akan saya tonton. sayang jam tayangnya kurang cocok buat saya yang tidak termasuk nocturnal.

Beberapa waktu yang lalu saya menonton episode yang berjudul “Roz, a loan”. Dalam episode ini diceritakan tentang Roz yang sedang mengalami kesulitan keuangan dan akhirnya Frasier bersedia untuk meminjamkan sejumlah uang setelah Roz mengeluhkan tentang beratnya untuk membiayai anak sebagai seorang ibu tunggal dan pengangguran. kemudian Frasier mengetahui kalau Roz menghabiskan uang untuk pergi ke spa dan berbelanja tas mahal. Frasier merasa kecewa dan memutuskan untuk mengkonfrontasi Roz.

Continue reading

#3 itikkecil dan komunitas malam seninnya

Berawal dari blog, saya bertemu dengan empat orang blogger yang akhirnya sering mengisi hari-hari saya belakangan ini karena kami ternyata punya banyak minat yang sama. Dimulai dari mendengarkan curhat dari salah seorang oknum yang sedang putus cinta, akhirnya kami malah sering pergi berlima dan nongkrong setiap malam senin. kenapa setiap malam senin? karena ternyata di malam lain setiap orang punya kesibukan yang berbeda dan hanya malam seninlah jadwal kelima orang ini yang kosong.

Continue reading

Sandal

sandal jepit

tak perlu dibahas soal kaki saya yang mungkin perlu dirawat itu. dan soal sandal yang berbeda warna ini. yang jelas saya tidak salah memakai sandal.

jumlah orang tak dikenal yang menegur secara terang-terangan dan mengatakan kalau saya memakai sandal yang salah : 1 orang

jumlah orang tak dikenal yang berbalik hanya untuk mengamati sandal saya : tak terhitung

jumlah orang tak dikenal yang senyum-senyum melihat saya memakai sandal ini : tak terhitung

orang yang membujuk saya untuk berhenti memakai sandal ini dan membelikan sandal baru : pacar saya

si pacar : ngapain sih pake sandal itu.
saya : gak punya sandal yang lain
si pacar : nanti dibeliin sandal baru. tapi sandal itu gak usah dipake lagi ya…
saya : *matre mode on* kalo gitu, minta beliin sandal jepit billabong saja *gaya manis manja yang najis*
si pacar : ya sudah, nanti sandal jepitnya tak tulisin billabong *pelit mode on*
saya : yah…

Karena saya gagal mendapatkan sandal jepit billabong yang baru. saya tetap setia memakai sandal itu.

Sekarang si pacar sedang jalan-jalan ke Jakarta dan mengabarkan melalui SMS kalau sedang jalan-jalan ke senayan city.

saya via SMS : sandal jepit punyaku itu dijual di senayan city loo..
si pacar via SMS : sandal? itu untuk orang gila! sarap!
nah lo…
saya via SMS : jadi sayang, aku memang gila dan sarap. tapi kamu masih mau dengan aku yang gila dan sarap ini. berarti kamu kan sarap juga…

hening. tak ada balasan.

tertawalah

beberapa hari ini saya menulis soal yang sedih-sedih dan bikin depresi terus. oleh karena itu, marilah kita tertawa bersama hari ini. kalaupun tidak bisa tertawa, paling tidak tersenyum sajalah.

Peristiwa satu
di suatu kantor:
staff kantor : acaranya diadakan di mana pak?
pengantar undangan : *dengan yakin* hotel prodeo
staff kantor : hah? *membaca undangan* oohhh… hotel Feodora

peristiwa dua :
di suatu stasiun pengisian gas
penumpang sotoy : ternyata transmusi ini bahan bakarnya gas toh… Pantesan suara mesinnya mirip suara pesawat…

A trapped butterfly

a trapped butterfly

Anggaplah jaring laba-laba itu adalah kesedihan yang membelitmu sedemikian rupanya sehingga kau tak bisa melepaskan diri dan tak ada orang lain yang bisa membantumu. semakin kau berusaha untuk melepaskan diri, semakin kuat kesedihan itu membelitmu. Apa yang akan kau lakukan?

Saya? saya akan menikmati kesedihan itu.

Saya, dokter, asuransi dan rumah sakit

ini murni bener-bener curhat, tapi hei… inilah gunanya blog ini, sebagai tempat saya curhat. kali ini saya ingin menuliskan pengalaman saya sebagai peserta asuransi kesehatan. semua nama yang terlibat tidak dituliskan secara lengkap karena saya cuma ingin menarik pelajaran dari kasus ini.

Jadi, beberapa minggu terakhir saya terkena penyakit kulit yang susah untuk disembuhkan. oleh karena itu saya memutuskan untuk menggunakan asuransi kesehatan saya yang selama ini hampir tidak pernah digunakan. sebagai orang yang taat prosedur, saya memutuskan untuk pergi ke dokter keluarga untuk meminta rujukan agar bisa berobat ke dokter spesialis kulit di salah satu rumah sakit swasta terkenal di kota Palembang. Kenapa saya memilih rumah sakit ini, karena dari dulu saya selalu berobat di sini dan medical record saya cukup lengkap sehingga dokternya pasti tahu riwayat penyakit saya.

Continue reading

The Road not Taken

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;

Then took the other, as just as fair
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that, the passing there
Had worn them really about the same,

And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
two roads diverged in a wood, and I —
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

Robert Frost – Mountain interval (1916)