Love Sonnet XLV

Don’t go far off, not even for a day, because–
because–I don’t know how to say it: a day is long
and I will be waiting for you, as in an empty station
when the trains are parked off somewhere else, asleep.

Don’t leave me, even for an hour, because
then the little drops of anguish will all run together,
the smoke that roams looking for a home will drift into me, choking my lost heart.

Oh, may your silhouette never dissolve on the beach;
may your eyelids never flutter into the empty distance.
Don’t leave me for a second, my dearest,

because in that moment you’ll have gone so far
I’ll wander mazily over all the earth, asking,
Will you come back? Will you leave me here, dying?

Pablo Neruda

stages I have to face when I lose my job

1. Grieving

Err.. di tahap ini biasanya saya sedih banget, kadang-kadang sampai nangis bombay. Yang dilakukan tiap hari adalah meratapi nasib dan curhat sambil nangis-nangis ke si pacar. di tahap ini juga saya tak sudi mampir atau sekadar lewat daerah kantor. terlalu menyakitkan buat saya 😦 Continue reading

#331 When you’re gone

Gantian aja deh. dulu aku yang keluyuran keluar kota. sekarang kamu. Anyway, cepet pulang ya sayang #eaaa. Karena seperti lagunya Bryan Adams ini, makan rasanya tak enak. mau melakukan apapun tak konsentrasi. tapi, tugas kuliahku sudah selesai kok. Pokoknya, cepet pulang ya… *dadah-dadah*

PS: Jangan lupa titipanku Continue reading

#288 How do I love thee?

How do I love thee? Let me count the ways.
I love thee to the depth and breadth and height
My soul can reach, when feeling out of sight
For the ends of Being and ideal Grace.
I love thee to the level of everyday’s
Most quiet need, by sun and candlelight.
I love thee freely, as men strive for Right;
I love thee purely, as they turn from Praise.
I love thee with the passion put to use
In my old griefs, and with my childhood’s faith.
I love thee with a love I seemed to lose
With my lost saints,—I love thee with the breath,
Smiles, tears, of all my life!—and, if God choose,
I shall but love thee better after death.

~ Elizabeth Barrett Browning –  Sonnets from Portuguese: Number 43 (1850)

#256 greetings from sungai lilin

Greetings from sungai lilin!
*eh* selama beberapa hari ke depan saya akan jadi asisten untuk salah satu penelitian yang diadakan untuk meneliti suku anak dalam.
Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti penelitian yang akan diadakan di remote area. Maklum saja, selama ini kalau ada penelitian biasanya dilakukan di palembang saja. Ternyata banyak hal-hal yang sesungguhnya membuat saya shock.
Yang pertama ternyata tak ada jaringan three di sini sehingga saya terpaksa berpaling ke telkomsel.
Kedua, karena letak desanya yang berjauhan kami memutuskan untuk menginap di sungai lilin saja. Tentu saja saya seharusnya bersyukur, masih mendapatkan kamar yang lumayan bersih dan ada acnya. Meskipun ada beberapa pasangan yang check innya short time, errr.. Bukan urusan saya sebenarnya karena kamar itu hanya berfungsi sebagai tempat tidur saja.
Tapi airnya coklat 😥 . Sebut saya manja deh, tapi mandi dengan air yang coklat seperti itu di luar bayangan saya. Tapi karena tak ada pilihan lain, apa boleh buat. Meskipun tentu saja ada limitnya. Saya memutuskan untuk gosok gigi memakai air dalam kemasan :mrgreen: . Walaupun saya diledek oleh teman-teman yang lain, “biaya hidupnya mahal.” rasanya biaya hidup saya tak mahal-mahal amat kok. Kalau cuma beli air dalam kemasan sebotol sehari, si pacar masih mampu kok! #gagalsombong
Saya tahu seharusnya saya tak boleh mengeluh karena bisa jadi besok saya malah harus menginap di hutan. Semoga saya bisa bertahan teman-teman!
And yes, i miss you a lot. Semoga kerusakan di kompresor pabrikmu cepat diperbaiki jadi kamu tak perlu begadang tiap malam lagi. #eaaa