Manfaat yang didapat dari naik transmusi

disclaimer : Postingan ini ditulis setelah mencoba untuk menaiki transmusi kemarin. setiap orang tentu akan mempunyai pendapat dan persepsi berbeda setelah menaikinya.

  • Untuk orang yang sedang dalam proses mengelola kemarahan atau anger management, naik bis transmusi akan sangat membantu proses ini.  selama proses menunggu bis yang hanya Tuhanlah yang tahu kapan munculnya, sekadar bersenandung lagu “I feel pretty” saja tidak cukup. anda akan menemukan diri anda bergumam “goshfrabba” karena tentu saja anda tidak akan tahu mau melampiaskan amarah dengan siapa.
  • anda akan menjadi orang yang setia dan kuat pendirian. bayangkanlah proses menunggu ini: di dalam halte yang seperti oven raksasa, anda akan digoda oleh banyak orang, mulai dari sopir bis kota yang akan dengan sengaja menghentikan di depan pintu halte transmusi, sopir oplet, tukang ojek dan bahkan tukang becak akan terus-terusan menggoda anda. masih belum tergoda juga? anda akan ditolak untuk masuk ke bis transmusi yang lewat karena kepenuhan dan diminta untuk menunggu bis berikutnya yang entah kapan munculnya. perjuangan yang berat 😀 karena kemarin saja ada dua orang yang nunggu bersama saya dan akhirnya menyerah.
  • anda akan menjadi orang yang tegar dan tebal muka. selain digoda oleh banyak orang. anda akan mendapati kalau banyak orang akan memandang anda dengan kagum karena ketabahan anda atau malah kasihan karena bagaimanapun juga masih banyak angkutan lain yang lewat atau malah mentertawakan kebodohan anda yang mau-maunya menunggu bis yang entah kapan munculnya.
  • anda akan menjadi orang yang rajin atau malah disiplin. jika anda ada pertemuan atau janji dengan orang lain dan memutuskan untuk naik transmusi. mau tidak mau anda akan berangkat dua jam lebih awal dari jam pertemuan, karena sungguh, menunggu bis transmusi benar-benar tidak bisa diprediksi. kalau anda beruntung, cukup menunggu lima menit saja. tapi kalau anda apes seperti saya kemarin, anda akan menunggu selama satu jam. note : tidak disarankan untuk orang yang takut istri/pacar/selingkuhan karena kalau anda terlambat saya tidak menjamin akan akibatnya.

sekianlah rangkuman dari saya hari ini.

berikutnya : tips dan trik naik transmusi

note : transmusi adalah salah satu moda transportasi di kota Palembang yang mirip dengan transjakarta. baru diujicobakan di Palembang selama satu minggu belakangan ini. ini dituliskan berdasarkan pengalaman pribadi saya mencoba untuk teguh pendirian naik transmusi pada saat hari libur.

Basbang : 9th ICAAP 2009 – Full report

iya… basbang banget. Tapi karena banyaknya kegiatan lain dan masalah yang mendera. termasuk flu tak berujung akhirnya baru hari ini saya bisa menyempatkan diri untuk menuliskan apa saja yang terjadi selama ICAAP kemarin. sudah ada dua tulisan pendahuluan – berlawanan dengan niat saya untuk menulis setiap hari selama ICAAP berlangsung, ternyata koneksi yang terbatas di sana membatalkan niat saya. Dan baru sekarang saya sempat menulis lagi…

selamat datang di ICAAP

selamat datang di ICAAP

Continue reading

Itikkecil went to cap go meh

Sunday, me and my better half went to Kemaro island in the delta of the Musi River. Before that time I had never gone to the island. When Chika visited Palembang last year, we had a plan to go to the island but since the boat stucked, we canceled our plan. And when we came to the island, the Buddhists were celebrating the cap go meh. There were a lot of people. Not only the Chinese but also the local people visited the island. Unlike the Chinese, the local people came to the island only for recreation. And in my case, only to capture the moment with my camera :mrgreen:

gate of the Kemaro island

gate of the Kemaro island

The cap go meh

Safety riding, please?

Tulisan ini terinspirasi dari pengalaman menyetir di malam hari antara Metro dan Bandar Lampung di malam hari yang gelap, hujan deras dan banyaknya pengendara motor yang tidak menghidupkan lampunya.
Saya akui saya juga bukanlah pengendara yang baik-baik amat. SIM saya dapatkan dengan cara nembak, kadang-kadang saya juga pernah melanggar aturan lalu lintas, misalnya parkir sembarangan. Tapi biasanya saya tidak suka melanggar aturan karena saya malas berurusan dengan polisi lalu lintas apalagi kalau sedang menyetir mobil dan ada penumpang bersama saya.
Hal inilah yang sering membuat saya bingung, kadangkala saya mengamati ada saja pengendara motor yang melanggar aturan misalnya menerobos lampu merah, melawan arus, memutar di tempat yang tidak seharusnya ataupun tidak memakai helm. Yang paling parah menurut saya adalah kalau malam hari mengendarai kendaraan bermotor tanpa menghidupkan lampu, yang saya alami malam itu.
Intinya sih gini, kalau misalnya anda mengendarai kendaraan motor sendirian dan mau membahayakan diri anda sendiri, silakan saja. Itu toh nyawa anda sendiri :mrgreen:
Tapi kalau misalnya anda membawa anak dan istri ataupun pacar ataupun selingkuhan, tolong pikirkan keselamatan diri mereka juga pada saat anda memutuskan untuk melanggar aturan lalu lintas…. Hal-hal seperti itu tidak akan bisa digantikan dengan apapun.
Anda bisa menyuap anggota polisi korup jika anda ditilang, tapi siapa yang akan anda suap kalau terjadi apa-apa dengan orang-orang yang anda cintai?

Note : saya tidak bermaksud untuk merampas spesialisasinya om caplang sebagai bloger yang rajin mengkampanyekan Safety riding. Maaf ya say 😀