#180 itikkecil dan situasinya

Kalau kita berada di tempat umum, misalnya bis dan ada yang merokok dengan seenak jidatnya, sepertinya semua orang mendukung kalau kita membela hak kita sebagai orang yang tidak merokok dengan cara menegur perokok tersebut. pertanyaannya bagaimana kalau saya harus menegur orang seperti ini

Maaf bu, tapi bau kelek ibu sungguh membuat mabok dan merasa ingin pingsan. bisakah keleknya tidak diarahkan ke muka saya?

atau seperti ini

Maaf bu, tapi saya terjepit. tempat yang lain masih luas. bisakah ibu bergeser sedikit saja biar saya tidak sesak napas karena terjepit?

Dua-duanya situasi tidak mengenakkan dan pernah saya alami. situasi satu saya ceritakan di sini dan situasi dua adalah ketika seorang ibu yang berbadan agak besar duduk di samping saya dan mengokupasi hampir setengah jatah tempat duduk saya sehingga saya terjepit karena saya berada di sudut.

Sayangnya belum pernah ada kasus di mana ada orang yang terang-terangan protes kalau mengalami hal seperti ini. yang dilakukan paling-paling menggerutu dalam hati atau menahan napas. saya sendiri khawatir kalau saya protes di situasi nomor dua jangan-jangan saya dianggap melakukan penghinaan dan diskriminasi terhadap orang-orang yang berukuran besar. jadi, yang saya lakukan adalah pindah dari sana.

13 thoughts on “#180 itikkecil dan situasinya

  1. hahahahahahaduuuuuh aku ketawa baca ginian. aku juga kenal orang yang aku bilang bau keleknya lebih membunuh ketimbang senjata nuklir. kata temenku aku jahat, tapi beneran deh, tiap bersinggungan sama orang itu, aku bisa batuk-batuk saking gak kuatnya.

  2. @Chika
    dulu pernah ada temen kantor yang gitu, tapi ya itu… gak berani ngomong langsung. pas dia ulang tahun kami kasih kado deodoran aja

    @mbak Imel
    kalau berdesak-desakan saya sih maklum mbak. yang jadi masalah, space di kursi masih luas kok malah mepetnya ke saya. *curcol lagi*

  3. kalo kasus kedua malah kayaknya saya lebih berani bilang, “mbak, sorry bisa geser dikit?”
    kalo bau badan gimana yaa, ntar kasian malah mempermalukan orangnya…
    tp waktu SMP pernah loh ada temen saya yg terang2an ngomong ke temen saya yg lain soal bau badannya, malah dikasi tips segala macem biar ngga bau lagi…
    kadang orangnya sendiri ngga nyadar, makanya enaknya dikasi tau aja kalo temen tapi ngomongnya mesti secara pribadi…
    kalo kasusnya di bis…gimana ya, bingung juga… siap2 tissue wangi aja kali ya? hehe…

  4. kalo yang begini memang serba salah. Ga kenal dengan ibu/orang tsb mau negur juga ga enak. Saya kalo di posisi mbak Ira juga akan berlaku sama; pindah posisi atau ‘sekedar memalingkan hidung jauh-jauh’.

  5. betul mbak dalam situasi seperti itu memang bikin kita serba salah, kalau kita tegur langsung koq rasanya gak enak hati, belom lagi kalau ternyata orang yang kita tegur itu orangnya sensitif, jadi jalan yang terbaik yach kita yang mengalah untuk menang… 😀

  6. @Feli
    kalau sama orang tak dikenal memang agak repot buat protes, wong sama orang yang dikenal aja kita masih sungkan

    @mbak Imel
    itu yang lebih susah mbak, hidung saya malah lebih sensitif sama bau mulut daripada bau badan. negurnya juga agak gimana gitu, paling dikasih permen penyegar mulut saja.

    @takodok
    mending pindah posisi. kemarin kejadian lagi, saya langsung pilih tempat duduk lain

    @ansella
    memang sanggup mangku saya

    @amirul
    iya

    @Ceritaeka
    *toss*

    @agussupri
    tisu tak harus wangi yang penting bisa menghalangi bau yang masuk

    @susisetya
    iya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s