#35 itikkecil dan sinetron lagi

Dahulu kala ketika saya masih sangat muda belia dan yang jelas dulu banget, sandiwara radio sangat happening. ya, saya memang dulu sempat menggemari brama kumbara dan masih banyak lagi. salah satu sandiwara radio yang yang juga lumayan sering saya dengan adalah misteri gunung merapi. ceritanya menarik dan durasinya juga tidak terlalu lama cuma tiga puluh menit saja. siapa yang tidak ingat dengan mak lampir. Continue reading

#6 itikkecil dan pinjam meminjam

#pengakuan : saya sekarang sedang tergila-gila dengan Frasier. Iya, dokter Frasier Crane. Selalu menyenangkan untuk menonton setiap episodenya. meskipun re-run dan saya mungkin sudah pernah menontonnya, kalau sempat pasti akan saya tonton. sayang jam tayangnya kurang cocok buat saya yang tidak termasuk nocturnal.

Beberapa waktu yang lalu saya menonton episode yang berjudul “Roz, a loan”. Dalam episode ini diceritakan tentang Roz yang sedang mengalami kesulitan keuangan dan akhirnya Frasier bersedia untuk meminjamkan sejumlah uang setelah Roz mengeluhkan tentang beratnya untuk membiayai anak sebagai seorang ibu tunggal dan pengangguran. kemudian Frasier mengetahui kalau Roz menghabiskan uang untuk pergi ke spa dan berbelanja tas mahal. Frasier merasa kecewa dan memutuskan untuk mengkonfrontasi Roz.

Continue reading

Skyline, sebuah kesalahan

Karena malam minggu tak ada kegiatan, saya menyeret Suzan untuk menemani saya nonton film di bioskop.
Awalnya Suzan menawari untuk menonton Rapunzel. tapi karena jamnya tidak cocok akhirnya kami memutuskan untuk menonton Skyline.
Sebuah keputusan yang salah…
Pemain yang sama sekali tidak terkenal. saya cuma tahu Eric Balfour dan Scottie Thompson yang sempat bermain sebagai pacar Tony DiNozzo di NCIS. yang lainnya? gak ada 😀

sinopsisnya : Elaine dan Jarrod berkunjung ke apartemen temannya di LA untuk menghadiri pesta syukuran atau apapunlah itu. Keesokan harinya, ada cahaya biru yang kalau dilihat langsung akan membuat orang yang melihat akan tersedot ke cahaya tersebut. dan sepanjang film, si Elaine dan Jarrod sibuk dikejar-kejar oleh makhluk yang memancarkan cahaya biru tersebut.

Alur cerita yang gak jelas. sampai akhir film saya masih bertanya-tanya apa makhluk yang memancarkan cahaya kebiruan itu. Ending yang tambah gak jelas. sehingga ketika film selesai, reaksi saya adalah “Udah? gitu aja?”

Katanya film ini merupakan film pertama dari rangkaian film yang akan dibuat nantinya. tapi jujur saya, saya tidak akan menantikan lanjutan film ini. sayang saya tidak bisa menuntut kerugian dari biaya yang saya keluarkan karena film ini memang tidak layak untuk ditonton.

Pesan moral yang saya dapat adalah, kalau bikin rumah jangan yang banyak jendela kacanya, nanti bisa terkena sinar biru dan kita akan diculik. sekian.

let it go

an excerpt from How I met your mother

Ted : From that moment I wasn’t angry anymore… Kids, you may think your only choices are to swallow your anger or throw it in someone’s face, but there’s a third option: You can just let it go, and only when you do that is it really gone and you can move forward.

Just my two cents…

Jadi, beberapa hari yang lalu, entah kesamber wangsit apa, my betterhalf mendadak ingin menonton sang pencerah. Baiklah, saya menemani yang bersangkutan nonton di salah satu bioskop yang ada di kota Palembang. Selama ini memang saya lebih sering nonton bersama komunitas malam senin. dan nontonnya pada pertunjukan terakhir di malam hari.  selama nonton dengan mereka, saya jarang menemukan hal-hal yang menurut saya menghalangi kenikmatan saya menonton film. ya iyalah, kadang-kadang cuma kami berlima yang jadi penonton di studio itu.

Continue reading

An excerpt from ghost town

Bertram Pincus : Listen. I met a woman. the kind of woman that makes you want to go back in time to before you met her. Whatever the hell life was like then, it’s not as bad as the hell now. Knowing she’s out there and you can’t have her.

yeah, whatever the hell life was like then, it’s not as bad as the hell now, if you’re not by my side