Tag Archives: postaday2011
#111 itikkecil dan akademi berbagi
Ini adalah hutang tulisan yang seharusnya diselesaikan minggu kemarin. cuma karena kemalasan saya yang tampaknya sedang berada pada level maksimum ditambah lagi dengan adanya masalah di rumah *alesyan*, tulisan baru saya posting hari ini. dan sekalian juga biar sesuai dengan peringatan hari pendidikan nasional yang jatuh pada hari ini 😎 Bagi yang belum tahu, Akademi berbagi adalah kelas tempat berbagi tentang berbagai pengetahuan. dan hebatnya lagi semuanya gratis. Continue reading
#109 itikkecil and weekly photo challenge : round

round
This week photo challenge : round
#107 itikkecil dan roti buaya

roti buaya
 Menurut adik saya, roti ini menyeramkan untuk dimakan. menurut saya sih tidak. harganya relatif murah, 5000 perak saja. dan ada coklat di dalam buaya ini
#106 itikkecil dan ngaturduit
saya harus mengakui kalau untuk soal pengaturan keuangan, saya memang payah. Tetapi tentu saja tak mungkin selamanya saya begitu. Dan hari jumat tanggal 22 April, saya mengikuti Akademi berbagi tentang perencanaan keuangan bersama mas Aidil Akbar. errr, harusnya saya membuat tulisan laporan perencanaan akber itu, tapi kok ya masih males *dipentung mbak Ainun* Continue reading
#102 itikkecil and weekly photo challenge : one

one butterfly, one flower
This week photo challenge : one
3.
#101 itikkecil and weekly photo challenge : lines

can you see the lines?
This week photo challenge : lines
#98 itikkecil dan hal-hal yang dilakukannya selama pergi
#92 itikkecil dan begadang
Bukan. ini bukan membahas tentang lagunya kak Rhoma itu *lirik om warm*. tetapi gara-gara saya jalan-jalan ke blog yang satu ini saya jadi teringat dengan kebiasaan jelek saya belakangan ini. soal ini sudah dibahas di sini sebenarnya. Continue reading
#89 itikkecil dan CSI
Selama ini setiap kali menonton CSI beserta semua turunannya dan NCIS juga bersama turunannya, saya sering terkagum-kagum sendiri. Bayangkan saja, kalau ada kasus korban maupun tersangka kadang-kadang bisa cepat diidentifikasi karena sistem kependudukan dan sistem pengarsipan yang terintegrasi. Sehingga kalau kita nonton film seri itu, biasanya satu episode langsung kelar penuntasan kasusnya. sesial-sialnya dua episode deh *halah*. Bandingkan dengan sinetron Indonesia yang kalau ada kasus gitu, bisa ratusan episode panjangnya *eh* *dihajar pencinta sinetron* Continue reading

