Mampir ke blognya teh Joerig……. baca postingan yang ini, dulu sempet juga terpikir untuk buat setelah baca tulisan Amd di sini. Tapi baru sekarang terealisir. Pertama kali ambil tes ini, hasilku 78%. Tapi pas ngerjain lagi untuk kedua kalinya, hasilnya berubah menjadi :
Ngintipin Palembang yuukkk
Bagi yang bakal pergi ninggalin Palembang atau orang luar yang pengen liat Palembang ada cara untuk melihat situasi di Palembang yang katanya secara live.
Bisa liat gambar-gambarnya di sini.
Heroes di Trans TV
My trip…..
Karena tuntutan pekerjaan, aku seringkali harus bolak-balik ke Kayuagung. Jarak Kayuagung-Palembang itu sekitar 100 km dan normalnya sekitar 1,5 jam perjalanan. Dan kemarin pagi, aku maksa ikutan berangkat walaupun sebenernya itu bukan tugasku. Soalnya di sana akan diadakan seleksi proposal untuk program community empowerment UNFPA. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas program HIV/AIDS aku harus ikut siapa tahu proposal itu ada yang menyangkut program HIV/AIDS.
Rapex, kondom anti perkosaan
Apa itu VCT
Agak serius dikit ah……… gak ada salahnya kalo sayah mencoba untuk memberikan informasi tentang VCT, secara sayah adalah konselor gadungan VCT yang sudah dipensiunkan secara paksa.
Panjang lo postingannya…. tapi kalo bersedia membaca, apa boleh buat. jangan menyalahkan sayah
Akhirnya bersih juga………
skrinsyut :
Rebecca….. Rebecca who?????
Yeah Prapti…. Aku mengaku kalo sebelumnya aku sempat bersumpah kalo aku tidak sudi untuk nonton Soundrenaline. Ternyata dikau memergoki diriku sedang antri beli tiket. Sebenernya aku memang tidak sudi untuk nonton acara ini. Tapi berhubung ada yang sedang berulang tahun dan pengen nonton Ada Band, terpaksa sayah pergi untuk menemani. Bukankah sebaiknya kita menyenangkan hati yang sedang berulang tahun????
Rizma dan Pablo Neruda…….
Gara-gara baca tulisan Rizma di sini. Aku jadi teringat dengan puisi dari Pablo Neruda yang paling kusukai. Judulnya :
Harry Potter….. farewell
Tahun 2001, secara tidak sengaja aku bertemu dengan buku tentang seorang penyihir bernama Harry Potter di Gramedia. Waktu itu aku membeli yang edisi bahasa Indonesia. Pada saat membuka halaman pertama, aku langsung jatuh cinta dengan cerita tentang seorang bocah laki-laki yang disia-siakan oleh paman dan bibinya dan ternyata di dunia lain, anak ini adalah satu-satunya orang yang mampu bertahan hidup dari you-know-who atau di Indonesiakan menjadi kau-tahu-siapa. Ada kesan magis yang kutangkap di buku pertama ini. Buku kedua dan ketiga langsung kubeli keesokan harinya. Dan ada jeda beberapa bulan ketika aku menunggu untuk mendapatkan buku ke empat yang diterbitkan oleh Gramedia. Waktu itu, tidak ada pengumuman dari Gramedia tentang kapan buku keempat akan diterbitkan. Jadi seminggu sekali pasti aku datang ke Gramedia untuk mengecek apakah buku keempat sudah diterbitkan. Baru pada buku kelima, peluncuran edisi bahasa Indonesianya dibuat meriah dan di woro-woro kan sejak jauh hari.
