My trip…..

Karena tuntutan pekerjaan, aku seringkali harus bolak-balik ke Kayuagung. Jarak Kayuagung-Palembang itu sekitar 100 km dan normalnya sekitar 1,5 jam perjalanan. Dan kemarin pagi, aku maksa ikutan berangkat walaupun sebenernya itu bukan tugasku. Soalnya di sana akan diadakan seleksi proposal untuk program community empowerment UNFPA. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas program HIV/AIDS aku harus ikut siapa tahu proposal itu ada yang menyangkut program HIV/AIDS.

Inilah cerita perjalananku

Rebecca….. Rebecca who?????

Yeah Prapti…. Aku mengaku kalo sebelumnya aku sempat bersumpah kalo aku tidak sudi untuk nonton Soundrenaline. Ternyata dikau memergoki diriku sedang antri beli tiket. Sebenernya aku memang tidak sudi untuk nonton acara ini. Tapi berhubung ada yang sedang berulang tahun dan pengen nonton Ada Band, terpaksa sayah pergi untuk menemani. Bukankah sebaiknya kita menyenangkan hati yang sedang berulang tahun????

Apa aja yang dilihat di sana…

Harry Potter….. farewell

Tahun 2001, secara tidak sengaja aku bertemu dengan buku tentang seorang penyihir bernama Harry Potter di Gramedia. Waktu itu aku membeli yang edisi bahasa Indonesia. Pada saat membuka halaman pertama, aku langsung jatuh cinta dengan cerita tentang seorang bocah laki-laki yang disia-siakan oleh paman dan bibinya dan ternyata di dunia lain, anak ini adalah satu-satunya orang yang mampu bertahan hidup dari you-know-who atau di Indonesiakan menjadi kau-tahu-siapa. Ada kesan magis yang kutangkap di buku pertama ini. Buku kedua dan ketiga langsung kubeli keesokan harinya. Dan ada jeda beberapa bulan ketika aku menunggu untuk mendapatkan buku ke empat yang diterbitkan oleh Gramedia. Waktu itu, tidak ada pengumuman dari Gramedia tentang kapan buku keempat akan diterbitkan. Jadi seminggu sekali pasti aku datang ke Gramedia untuk mengecek apakah buku keempat sudah diterbitkan. Baru pada buku kelima, peluncuran edisi bahasa Indonesianya dibuat meriah dan di woro-woro kan sejak jauh hari.

Harry Potter and the deathly hallows