Mencoba Kobe beef di Steak Land Kobe

 

Sebenarnya tahun ini adalah kali kedua saya mengunjungi Kobe. Trip pertama saya ke luar negeri adalah mengikuti konferensi di Kobe tahun 2005. Tapi tahun segitu saya masih lugu, tidak ada pikiran sama sekali untuk extend trip saya biar bisa jalan-jalan setelah konferensi. Ikut saja tanggal pergi dan pulang  yang ditentukan oleh kantor. Padahal dari jatah 15 hari visa harusnya bisa jalan-jalan barang 3 atau 4 hari. Saya cuma sempat ke Osaka Castle dan setelah itu pulang lagi ke Kobe. Di Kobe pun kerjaan saya cuma mengikuti konferensi dari pagi sampai malam. Makanan yang saya coba cuma okonomiyaki dan lagi-lagi nasi kari. Tidak mencoba makan sushi dan sashimi, apalagi mencoba kobe beef. Mahal banget soalnya, dengan duit pas-pasan manalah kepikiran buat mencoba. Jaman segitu, travel blogger belum ada. Pun informasi soal Kobe di internet juga terbatas. Continue reading

Kartu SIM Prabayar untuk internet di Jepang

Berbeda dengan Indonesia di mana gampang sekali untuk membeli kartu SIM prabayar baik untuk tujuan menelpon dan SMS maupun untuk akses internet, di Jepang tidaklah demikian. Guna menyambut musim gugur tahun ini, saya merencanakan perjalanan selama 9 hari di Jepang. Setiap kali saya pergi ke luar negeri, salah satu persiapan penting adalah membeli SIM Card lokal yang terutama dipakai untuk koneksi internet selama berada di sana. Koneksi internet itu penting buat orang yang gampang nyasar seperti saya. Terpujilah pencipta google maps yang meminimalisir peluang saya buat nyasar. Ketika saya mengunjungi Singapore maupun Hong Kong, prosedur pembelian SIM card prabayar termasuk gampang. Di Singapore bisa dibeli di seven eleven, sementara di Hong Kong bisa dibeli di bandara.

Continue reading

Tiga Srikandi

Sebagai salah satu teman mas Iman di path, saya sudah tahu tentang rencana pembuatan film 3 Srikandi sejak awal. Termasuk ketika mas Iman pedekate dengan calon-calon aktor di film ini. Setahu saya mas Iman lebih dikenal sebagai sutradara iklan, dan hanya menyutradarai satu film televisi yang disiarkan di SCTV beberapa tahun yang lalu. Ketika pertama tahu mas Iman bakal bikin film, tentu saja saya senang. Tapi begitu tahu tentang panahan, reaksi pertama saya adalah, kok tentang panahan sih?

3 Srikandi dan pelatihnya

3 Srikandi dan pelatihnya

Continue reading

Cetaphil Gentle Skin Cleanser

Saya termasuk orang yang tidak suka pake make-up. Sudah lama saya tidak membeli bedak dan memakai bedak. Paling-paling untuk perlindungan wajah, saya memakai pelembab dan sunscreen ketika harus menghadapi sinar matahari. Berbeda dengan make-up, saya lebih mementingkan untuk perawatan kulit wajah. Sebelum tidur tentu saja wajah harus dibersihkan terlebih dahulu. Kalau lagi rajin biasanya menggunakan double cleansing seperti para beauty blogger itu. Pertama menggunakan micellar water baru kemudian menggunakan facial wash. Kadang-kadang kalau terlalu capek malah saya cuma cuci muka saja dan langsung tidur.

Continue reading

Pesona Warung Pindang Terapung

Pindang terapung di tepian Musi

Pindang terapung di tepian Musi

Sungai Musi merupakan urat nadi masyarakat Palembang. Meskipun masih banyak yang membelakangi sungai Musi dan buang sampah sembarangan, tetapi sungai Musi memegang peranan penting dalam kehidupan warga Palembang. Masih ada lho yang tinggal di rumah rakit yang ditambatkan di pinggir sungai Musi. Begitu juga dengan warung makanan. Di tepian sungai Musi, banyak warung makanan yang tertambat di pinggir sungai Musi.

Continue reading

4G LTE Advanced, teknologi terbaru dari Smartfren

Saya adalah pengguna Smartfren sejak namanya masih Smart Telecom atau biasa disebut Smart saja. Produk pertama yang digunakan adalah modem EV-DO dari Smart. Selain itu saya pernah pake handphone smart zte x177 yang lucu buat dibawa ke mana-mana dan harganya murah. Tapi tidak bertahan lama sih. Akhirnya balik lagi ke handphone GSM yang selama ini dipakai.

Modem yang banyak berjasa buat ngeblog.

Modem yang banyak berjasa buat ngeblog.

Continue reading

Musi Jazz

Poster acaranya

Poster acaranya

Hari Sabtu 26 Maret, Kementerian Pariwisata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel mengadakan Musi Jazz. Acara ini diadakan di pinggir sungai Musi sesuai dengan namanya, tepatnya di depan Benteng Kuto Besak Palembang. Bulan sebelumnya diadakan acara Musi Jazz juga tetapi di PSCC. Undangan yang disebar terbatas dan bintangnya juga bintang yang lebih sesuai dengan selera orang tua, jadinya yang datang lebih sedikit.

Continue reading

Sarapan ala Palembang

Orang Palembang memiliki beragam pilihan untuk sarapan. Kalau mau sarapan biasa, tentu saja ada nasi goreng, nasi uduk ataupun bubur. Kalau malas bisa juga sarapan mie instan #halah. Ada juga yang sarapannya pempek sambil ngirup cuko. Selain macam-macam sarapan di atas, ada juga beberapa jenis sarapan yang biasa disantap orang Palembang di pagi hari.

 

Mi celor

 
Mi celor menjadi salah satu pilihan sarapan di Palembang. Mi celor dijual di banyak tempat di Palembang, tetapi yang populer tentu saja mi celor HM Syafei yang berada di pasar 26 Ilir. Kuah mi celor kental dan terbuat dari kaldu udang. Rasanya tentu saja enak, Indomie saja mengeluarkan varian mi instan mie celor. Kalau mengunjungi Palembang, cobalah sarapan mi celor.

 

Burgo, celimpungan, laksan, lakso dan ragit

 
Ragit merupakan makanan Palembang yang mendapat pengaruh dari India, bentuk ragit sendiri mirip dengan roti jala, kuahnya terbuat dari kari tetapi tidak terlalu kental. Celimpungan terbuat dari adonan pempek dan dibentuk bulat, adonan celimpungan direbus di dalam kuah santan. Burgo terbuat dari tepung beras yang didadar kemudian digulung. Lakso juga dibuat dari tepung beras dan dibentuk menyerupai mi. Kuah celimpungan, burgo dan lakso biasanya sama. Oleh karena itu,  trio makanan ini biasanya dijual bersamaan. Laksan juga terbuat dari adonan pempek, tapi berbeda dengan burgo, bentuk laksan biasanya oval panjang dan kemudian dipotong-potong. Kuahnya agak mirip dengan kuah makanan lain, cuma bedanya kuah laksan biasanya lebih pedas. 

Semua makanan ini enak, mungkin karena kuahnya terbuat dari santan. Tahu sendiri kan kalau santan merupakan kenikmatan dunia yang bisa berbuntut pada kolesterol *sigh*. Ragit, celimpungan, burgo, lakso dan laksa dapat dengan mudah ditemui di seantero Palembang. Dulu suka ada ibu-ibu yang keliling kampung menjajakan makanan ini sambil membawa panci berukuran besar. Karena kuahnya cuma satu macam jadi cukup membawa satu panci saja. 

Kalau tidak mau lama menunggu penjual keliling, sarapan semacam ini bisa dijumpai di sepanjang jalan Dr. M. Isa dan Pasar Kuto. Kami mencoba sarapan ini di warung Aba yang terletak di dekat pasar Kuto. Wajib dicoba kalau sedang berkunjung ke Palembang.