an excerpt from hellboy
I can promise you only two things :
One, I’ll always look this good.
two, I won’t give up on you. ever.
an excerpt from hellboy
I can promise you only two things :
One, I’ll always look this good.
two, I won’t give up on you. ever.
ini murni bener-bener curhat, tapi hei… inilah gunanya blog ini, sebagai tempat saya curhat. kali ini saya ingin menuliskan pengalaman saya sebagai peserta asuransi kesehatan. semua nama yang terlibat tidak dituliskan secara lengkap karena saya cuma ingin menarik pelajaran dari kasus ini.
Jadi, beberapa minggu terakhir saya terkena penyakit kulit yang susah untuk disembuhkan. oleh karena itu saya memutuskan untuk menggunakan asuransi kesehatan saya yang selama ini hampir tidak pernah digunakan. sebagai orang yang taat prosedur, saya memutuskan untuk pergi ke dokter keluarga untuk meminta rujukan agar bisa berobat ke dokter spesialis kulit di salah satu rumah sakit swasta terkenal di kota Palembang. Kenapa saya memilih rumah sakit ini, karena dari dulu saya selalu berobat di sini dan medical record saya cukup lengkap sehingga dokternya pasti tahu riwayat penyakit saya.
disclaimer : Postingan ini ditulis setelah mencoba untuk menaiki transmusi kemarin. setiap orang tentu akan mempunyai pendapat dan persepsi berbeda setelah menaikinya.
sekianlah rangkuman dari saya hari ini.
berikutnya : tips dan trik naik transmusi
note : transmusi adalah salah satu moda transportasi di kota Palembang yang mirip dengan transjakarta. baru diujicobakan di Palembang selama satu minggu belakangan ini. ini dituliskan berdasarkan pengalaman pribadi saya mencoba untuk teguh pendirian naik transmusi pada saat hari libur.
Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;
Then took the other, as just as fair
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that, the passing there
Had worn them really about the same,
And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.
I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
two roads diverged in a wood, and I —
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.
Robert Frost – Mountain interval (1916)
itu pertanyaan yang sering ditanyakan banyak orang ke saya. “Dapat apa kamu dari ngeblog?” Terutama beberapa orang yang melihat untung rugi dari suatu hal. Jujur saja, bisa dikatakan tidak ada keuntungan materi yang saya dapatkan dari ngeblog karena saya memang tidak mencari uang dari sini.
Tapi buat saya pribadi, tidak semua hal bisa diukur dengan uang. tidak semua hal harus dikonversikan menjadi uang. karena yang saya dapat dari sini tidak bisa diukur dengan uang karena nilainya melebihi uang.
sebagai contoh, kemampuan saya bersosialisasi dengan orang lain jauh membaik. memang selama ini saya bersosialisasi dengan banyak orang, tapi karena pekerjaan. jarang saya bersosialisasi karena saya memang ingin. dan sebagai akibatnya saya bagaikan katak dalam tempurung. merasa diri paling hebat dan yang paling parah tergantung pada satu orang. menurut saya itu kondisi yang menyedihkan dan harus diperbaiki. sekian lama saya mencari cara untuk memperbaiki diri saya, akhirnya saya berhasil setelah banyak bertemu orang baru terutama anak-anak wongkito dan kopdarjakarta.
berlebihan? mungkin saja. tapi ini satu hal lagi. saya menjadi terbiasa untuk menuangkan pikiran saya ke dalam tulisan walaupun niatan saya untuk memperbaiki bahasa inggris saya sepertinya belum berhasil juga *sigh*. Dan saya juga belajar untuk berargumentasi dengan cerdas dan belajar untuk mendengarkan orang lain. melalui blog juga pengetahuan saya bertambah karena saya jadi terbiasa membaca tulisan-tulisan orang lain mengingat ada seribu lebih blog yang saya langgani walaupun tidak semuanya bisa dikomentari. – soal kenapa saya tidak komentar ini mungkin bisa dibuat menjadi tulisan lain-.
Kalau saya kebetulan pergi ke kota lain, saya tidak perlu khawatir karena biasanya ada saja blogger yang bisa ditemui dan syukur-syukur bisa menjadi pemandu jalan selama di sana.
Dan yang terpenting adalah, ngeblog membuat saya tetap waras walaupun masalah selalu saja ada dalam hidup saya.
Itu yang saya dapat dari blog. Bagaimana dengan anda?
Ada satu peluang usaha yang sepertinya akan laris kalau dijalankan *nyengir kuda gak jelas*
Bagaimana kalau seandainya kita membuka biro perjalanan yang mengkhususkan diri pada wisata bencana. toh sepertinya bencana pasti selalu ada. dan sepertinya orang indonesia suka sekali sekadar bertandang ke tempat yang tertimpa bencana. bukan untuk menolong tentunya… tapi lebih sekadar melihat-lihat…
Tapi Ra, kan bisa mengganggu proses evakuasi atau pencarian korban…
ow, tentunya bisa disiasati dengan cara berpura-pura menolong padahal cuma sekadar foto-foto di sana…. Dan tempat berkunjung pasti selalu ada… ke Jombang, melihat siapa tahu ada korban Ponari lagi yang tewas pas sedang antri… atau ke Sidoarjo, sekadar melihat lumpur lapindo yang hanya Tuhanlah yang tahu kapan lumpur itu berhenti mengalir… atau yang terbaru, ke Situ Gintung…..
*bertanya-tanya, ini sudah cukup sarkastis belum*
Ada kategori baru di blog ini : curhat of the day menambah keyakinan saya kalau blog ini memang bener-bener blog yang gak penting.
Berkaitan dengan postingan saya yang terakhir, ada satu komen yang membuat saya benar-benar merasa ditabok dan akhirnya merenung. Komennya dari tante silly yang tercinta ini :