Setiap minggu, Wongkito bersama TrijayaFM mengadakan talkshow Blogger Community. Minggu kemarin (2/11) harusnya saya bersama Trendy yang menjadi pembicara di talkshow tersebut. Sayangnya ternyata ketika saya tiba di studio Trijaya FM di Jalan Hang Jebat, tidak ada satupun anggota wongkito yang lain hadir 👿
Category Archives: Sehari-hari
Saya memalingkan muka
Entah mengapa, saya selalu memalingkan muka melihat kemiskinan terpampang di depan mata. Bukan kemiskinan yang dipamerkan oleh para peminta-minta di pinggir jalan, bukan pula kemiskinan yang dipamerkan oleh para peminta sumbangan bagi panti asuhan yang entah panti asuhannya berada di mana.
Tapi kemiskinan yang memaksa seorang bapak tua tetap menarik becak walaupun hari hujan, kemiskinan yang memaksa seorang anak kecil tetap berjualan koran di hari yang terik untuk biaya sekolahnya ataupun kemiskinan yang memaksa seorang ibu tetap membanting tulang walaupun sedang hamil tua.
Saya memalingkan muka bukan karena saya tidak peduli. Saya memalingkan muka, karena ternyata tidak ada yang bisa saya lakukan untuk menolong mereka. ternyata memang tidak ada yang saya lakukan untuk mereka.
*menunduk malu*
update : terima kasih untuk mbak ana atas tulisannya yang sudah menginspirasi tulisan ini.
Beberapa alasan kenapa saya tidak suka belanja ke hypermarket
Walaupun saya tidak suka, faktanya saya tetap belanja di sana. Ini adalah beberapa alasannya :
- Orang yang mengantri di kasir khusus keranjang dengan membawa tiga sampai empat keranjang. Menurut saya, konsep kenapa ada kasir khusus keranjang adalah untuk mempercepat proses pembayaran karena biasanya yang dibawa di keranjang itu sedikit.
- Orang yang menaruh barang belanjaannya di meja kasir walaupun belum gilirannya untuk melakukan pembayaran. Ini adalah contoh orang-orang yang tidak sabar. Padahal kalau sabar menunggu, akan ada saatnya orang di depannya melakukan pembayaran dan itu adalah saat yang tepat untuk menaruh barang belanjaannya. Kalau memaksakan diri ada kemungkinan barang belanjaan akan tercampur dengan milik orang lain. berdasarkan pengalaman saya, gak ada bedanya antara menaruh barang belanjaan pada saat masih ada barang milik orang di depan kita ataupun pada saat orang di depan kita melakukan pembayaran (yang berarti tidak ada barang lagi).
- Orang yang membayar dengan kartu di tempat yang khusus untuk orang yang membayar dengan uang tunaI. Ini gak perlu dijelasin lagi rasanya.
- Orang yang membawa troli dan berhenti di tengah jalan dan membuat orang lain tidak bisa lewat. kalo menghadapi orang seperti ini rasanya jadi pengen bilang, di sini bukan jalan milik elo kalee…
- Orang yang dengan tidak tahu malunya menyerobot antrian kasir yang panjangnya gila-gilaan. I mean, setiap orang juga pengen cepet. tapi bukan berarti lantas tidak menghargai orang yang sudah mengantri lebih lama.
Ada yang mau nambahin?
Kopdar with Chika part 1
Disclaimer : banyak foto-foto….
kembali setelah sekian lama hiatus… banyak hal yang ingin saya tulis. untuk awal, saya akan menulis soal kopdar pertama wongkito bersama Chika.
Pada saat saya di Jakarta, Chika sempat memberitahukan tentang rencananya untuk ke Palembang pada bulan Juli. Rencana ini tentu saja saya sambut dengan gembira. Setelah ada kepastian dari Chika pada awal bulan Juli. Kabar gembira ini saya sebarkan ke milis wongkito dan disambut dengan sukacita oleh para bloger jalang di wongkito.
Setelah makan siang
Beberapa hari yang lalu, saya disuruh untuk nongkrongin kegiatan yang diadakan oleh sebuah LSM dan didanai oleh tempat saya bekerja. Kebetulan kegiatannya itu diadakan di salah satu rumah makan yang lumayan mahal menurut saya lo ya… kalau saya disuruh bayar sendiri saya pasti ogah makan di situ.
Pertanyaan hari ini
terlintas pas makan siang tadi
Ilfil (ilang feeling) gak sih kalau misalnya pas kencan pertama *halah bahasanya itu* eh pas makan dengan gebetan atau apapun istilahnya, yang bersangkutan makannya banyak banget?
pertanyaan dari Ira – yang baru makan dengan porsi yang berlebihan tapi tidak sedang makan dengan gebetan ataupun dalam rangka kencan pertama.
Protected: Happy Birthday
Enter your password to view comments.
Yang tersisa dari mudik kemarin
Kembali ke akar….
setiap kali kembali ke sini saya selalu merasa kembali ke akar saya. bagaimanapun 75% darah yang mengalir di tubuh saya berasal dari sini.
My Friends’s blogs
Seperti sering saya tulis sebelumnya, di wordpress ini saya banyak menemukan teman baru. Memang di kehidupan nyata teman saya sedikit, karena sebagian besar hidup saya terpusat untuk satu orang saja tolong jangan ditanya orang itu siapa. tapi terinspirasi oleh tulisan Alex, saya menulis kebalikan dari tulisan Alex itu. saya menulis tentang blog teman-teman saya di dunia nyata. Hanya ada tiga nama yang menurut saya cukup aktif menulis di blog dan hanya satu yang di wordpress. karena itu saya berniat untuk membuat yang lainnya murtad berpindah ke wordpress.


