#316 Penutupan SEA Games 26 2011

Sesuai dengan harapan, akhirnya kami pun mendapatkan tiket penutupan SEA Games. Karena baru tahu jam 2 siang, akhirnya saya bersama teman-teman wongkito yang lain terbirit-birit menuju ke Jakabaring untuk mengambil tiket sekalian masuk. tujuannya sih untuk memastikan untuk mendapatkan tempat duduk dan goodie bag, mengingat pengalaman pada saat pembukaan di mana saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri oknum volunteer yang malah ngembat goodie bag yang diperuntukkan bagi tamu. Continue reading

#307 Pembukaan SEA Games ke 26

Sebetulnya sih saya ingin menghadiri pembukaan SEA Games ini, tetapi mengingat harga tiketnya yang menurut saya mahal mending beli buku kuliah daripada beli tiket pembukaan yang harganya sekitar 500 rebu itu saya mengurungkan niat saya untuk menghadiri acara ini. kecuali gratis #sikap *eh* Continue reading

#300 Obor SEA Games 2011

Dari jam lima pagi, saya dan beberapa anak-anak wongkito lainnya sudah bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Obor SEA Games yang berasal dari Mrapen dan sudah dibawa berkeliling Indonesia. Dan ternyata kapal Tunas Wisesa 03 yang membawa obor baru tiba jam 7 pagi. Meskipun demikian, kami tetap menanti dengan sabar #eaaa. Saya sedang malas menulis panjang lebar. jadi saya akan membuatnya menjadi pictorial saja.

sea games 2011

Continue reading

#264 perjalanan

Seperti janji saya sebelumnya, postingan kali ini adalah pictorial dari perjalanan saya seminggu yang lalu ke daerah perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi dalam rangka penelitian tentang suku anak dalam. Banyak gambar yang jelas dan maafkan saja kalau jadinya berat untuk dibuka. dan juga ada foto saya *uhuk*, entah kenapa saya sekarang suka sekali difoto jadi jangan protes ya. Soal curhat saya selama ikut penelitian ini sudah saya tulis di beberapa post sebelumnya. jadi rasanya tak perlulah saya posting tentang keluhan saya selama di sana.

Continue reading

#256 greetings from sungai lilin

Greetings from sungai lilin!
*eh* selama beberapa hari ke depan saya akan jadi asisten untuk salah satu penelitian yang diadakan untuk meneliti suku anak dalam.
Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti penelitian yang akan diadakan di remote area. Maklum saja, selama ini kalau ada penelitian biasanya dilakukan di palembang saja. Ternyata banyak hal-hal yang sesungguhnya membuat saya shock.
Yang pertama ternyata tak ada jaringan three di sini sehingga saya terpaksa berpaling ke telkomsel.
Kedua, karena letak desanya yang berjauhan kami memutuskan untuk menginap di sungai lilin saja. Tentu saja saya seharusnya bersyukur, masih mendapatkan kamar yang lumayan bersih dan ada acnya. Meskipun ada beberapa pasangan yang check innya short time, errr.. Bukan urusan saya sebenarnya karena kamar itu hanya berfungsi sebagai tempat tidur saja.
Tapi airnya coklat 😥 . Sebut saya manja deh, tapi mandi dengan air yang coklat seperti itu di luar bayangan saya. Tapi karena tak ada pilihan lain, apa boleh buat. Meskipun tentu saja ada limitnya. Saya memutuskan untuk gosok gigi memakai air dalam kemasan :mrgreen: . Walaupun saya diledek oleh teman-teman yang lain, “biaya hidupnya mahal.” rasanya biaya hidup saya tak mahal-mahal amat kok. Kalau cuma beli air dalam kemasan sebotol sehari, si pacar masih mampu kok! #gagalsombong
Saya tahu seharusnya saya tak boleh mengeluh karena bisa jadi besok saya malah harus menginap di hutan. Semoga saya bisa bertahan teman-teman!
And yes, i miss you a lot. Semoga kerusakan di kompresor pabrikmu cepat diperbaiki jadi kamu tak perlu begadang tiap malam lagi. #eaaa