#192 itikkecil dan For My Better Half

Sedari dulu saya bukanlah orang yang bisa mengungkapkan perasaan saya secara langsung. Kadang-kadang kalau ingin menyatakan sesuatu yang terjadi saya malah nangis.

Jadilah saya terbiasa mengungkapkan segala sesuatunya lewat surat. Kalau misalnya saya kesal atau mau curhat, saya akan memberikan surat kepada orang yang dituju. Awal saya membuat blog ini sebenarnya adalah tempat saya curhat tentang yang terjadi sehari-hari. Dan ternyata ada beberapa tulisan di blog ini yang bercerita tentang perasaan saya ataupun kejadian yang saya alami sehari-hari bersama my better half. Continue reading

#66 itikkecil dan beberapa idiot

him : “Jadi ya, setelah kami hitung. si artis itu tuh hamilnya tujuh bulan. padahal kalo melahirkan normal harusnya 6 bulan sepuluh hari…”
me : “enam bulan sepuluh hari?”
him : “iya, kalo melahirkan normal itu kan harusnya 6 bulan sepuluh hari kan? Bapak-bapak itu pada bilang segitu kok (maksudnya teman-teman sekantornya yang sudah senior)”
me : “anak biologi bukan sih? terakhir aku belajar biologi, yang namanya manusia kalau mengandung itu 9 bulan sepuluh hari!”
si anak A2 : “euh… iya ya? kok aku bisa jadi idiot gini? kok yang lain jadi idiot juga?”
me : “ada berapa idiot yang ada di sana? kalau tiga jadinya three idiots dong” *ngakak*
him : “banyak!”

Baiklah kakak, kalau begitu jadinya : beberapa idiot saja. sepakat kan?

Back

yeah…. setelah terkapar di rumah sakit selama seminggu akibat usus buntu dan ditambah lagi dipaksa istirahat di rumah selama seminggu lagi. akhirnya saya bisa online lagi. *nari hula-hula*

yang jelas, sakit ini membuat saya sadar bahwa : usus buntu saya tidak ada lagi… *berlinang air mata* eh… bahwa kesehatan itu sangat mahal harganya. bahwa, di waktu sakitlah kita bisa melihat siapa saja orang yang benar-benar peduli dan saya dengan kita. dan bahwa, sakit perut yang sering muncul yang selama ini saya anggap biasa saja dan bagian dari sakit maag saya ternyata adalah radang usus buntu akut yang harus segera dipotong.

tapi kedodolan terbesar adalah dialog lewat sms antara saya dan si pacar malam sebelum saya dioperasi

saya : operasinya besok. jam 8. tadi dokter anastesinya dateng.
dia : apa katanya?
saya : bius umum
dia : gak usah pake bius. jadi pas dioperasi bisa dilihat.
saya : sadis.
dia : kan cuma usus buntu. ngapain pake dibius. kalo gak dibius kan bisa lihat pas perutnya dibuka. aku juga kalo dioperasi juga bakalan minta gak dibius kok.
saya : cuma orang sarap yang minta operasi gak perlu bius.

tak ada balasan.

uh-oh. ternyata kami berdua memang sama-sama sarap. dan mungkin dia terlalu sopan untuk mengingatkan kalau orang sarap yang ini mencintai orang sarap yang suka pake sandal beda sebelah.
but still, I love the way he loves me.

Sandal

sandal jepit

tak perlu dibahas soal kaki saya yang mungkin perlu dirawat itu. dan soal sandal yang berbeda warna ini. yang jelas saya tidak salah memakai sandal.

jumlah orang tak dikenal yang menegur secara terang-terangan dan mengatakan kalau saya memakai sandal yang salah : 1 orang

jumlah orang tak dikenal yang berbalik hanya untuk mengamati sandal saya : tak terhitung

jumlah orang tak dikenal yang senyum-senyum melihat saya memakai sandal ini : tak terhitung

orang yang membujuk saya untuk berhenti memakai sandal ini dan membelikan sandal baru : pacar saya

si pacar : ngapain sih pake sandal itu.
saya : gak punya sandal yang lain
si pacar : nanti dibeliin sandal baru. tapi sandal itu gak usah dipake lagi ya…
saya : *matre mode on* kalo gitu, minta beliin sandal jepit billabong saja *gaya manis manja yang najis*
si pacar : ya sudah, nanti sandal jepitnya tak tulisin billabong *pelit mode on*
saya : yah…

Karena saya gagal mendapatkan sandal jepit billabong yang baru. saya tetap setia memakai sandal itu.

Sekarang si pacar sedang jalan-jalan ke Jakarta dan mengabarkan melalui SMS kalau sedang jalan-jalan ke senayan city.

saya via SMS : sandal jepit punyaku itu dijual di senayan city loo..
si pacar via SMS : sandal? itu untuk orang gila! sarap!
nah lo…
saya via SMS : jadi sayang, aku memang gila dan sarap. tapi kamu masih mau dengan aku yang gila dan sarap ini. berarti kamu kan sarap juga…

hening. tak ada balasan.