Category Archives: #365days
Dilarang menyeberang
Foto dan Internet
Awalnya saya dongkol ketika mengetahui bahwa salah satu foto yang ada di blog ini ternyata dipakai di website ataupun blog lain tanpa ijin. Masalahnya, bukan hanya satu website atau satu blog saja. Itupun yang ketahuan. Continue reading
Rainbow Cake
Siapa yang tidak kenal rainbow cake? Karena banyak dipublikasikan dan dishare di twitter kue ini sekarang jadi trend. Banyak toko kue yang akhirnya menjual kue ini juga. Continue reading
TALK!
Ini sih masih ada kaitannya dengan posting kemarin. Tapi yang mau dibahas adalah tentang silent treatment yang dilakukan kalau sedang ngambek ataupun merajuk atau apapunlah ke pasangan. Contohnya nih ya: Continue reading
Silent treatment
“I don’t understand why women use the silent treatment on their men.
Noo, the silent treatment is not a punishment.
It’s a reward.
Wanna make him miserable?
Keep talking. Talk about your emotions, tell him you think you look fat, at your period…talk about cellulite, your future together, kids’ names,
KEEP TALKING.”
~ Whitney
Memorable love songs
Ada beberapa lagu yang memang mengingatkan saya pada saat-saat saya naksir atau jatuh cinta dengan seseorang ketika remaja dulu. Dan semuanya tidak terbalas *pukpuk diri sendiri*. You may forget the person, but you will always remember the feeling. Mungkin saya tidak bisa mendeskripsikan perasaan secara tepat, tapi saat-saat itu adalah saat di mana ketika saya merasa bisa memenangkan dunia. Masa di mana ketika kebahagiaan itu terasa begitu sederhana. Melihat senyumnya (nya di sini banyak orang). Sekadar melihat atap rumahnya. Atau ketika tidak sengaja berpapasan di jalan. Masa ketika saya merasa bahagia tanpa harus merasa memiliki cinta yang terbalas, tanpa merasa cemburu atau ingin menguasai seseorang untuk diri sendiri. Masa ketika semua hal belum menjadi complicated. I miss those moments. Dan inilah beberapa lagu yang selalu membuat saya kembali ke masa-masa itu ketika saya memejamkan mata. Continue reading
Ma Maison: Italian and French Cuisine
Fugu Sushi and Bar
Sebagai kota yang semakin berkembang wajar kalau di Palembang semakin bermunculan tempat makan yang dulu tidak terbayangkan bakal ada di sini. Jadi dulu kalau ingin makan sashimi atau sushi, saya harus menunggu kalau ada kesempatan buat terbang ke jakarta. Iya sih, tidak semua tempat makan di jakarta sudah saya datangi. tapi paling tidak sekadar berkunjung ke sushi tei atau takigawa merupakan salah satu tujuan wajib. Itu juga kalau lagi ada duitnya sih #eh. Continue reading
Today
Tugas kelar dan gara-gara disuruh ngejelasin fenomena ayam kfc look alike yang dijual di kaki lima jadi melipir makan sore di kfc. Mihihihi. Tapi saya jadi mikir lo. Apakah saya memilih untuk makan di kfc karena saya menganggap itu sesuatu yang keren atau karena ingin saja. Dan rasanya saya makan di kfc karena ingin. Dan kalau karena ingin, apakah karena sudah terinternalisasi di dalam diri saya bahwa makan di kfc itu adalah sesuatu yang benar (mengingat bahwa kfc adalah junk food yang jelas-jelas tidak sehat). Tapi rasanya dulu sih alasan kenapa sering makan di kfc karena cuma mampu makan paket hemat yang termurah. Sekarang sih sudah males *lirik lingkar pinggang*. Saya sudah lupa kapan terakhir kali makan di kfc sebelum ini. Sekarang saya malah lebih suka makan di bebek slamet. Jadi apakah dengan saya makan di bebek slamet berarti saya melakukan penolakan terhadap penjajahan yang dilakukan kapitalis? #kusut
#yeahright #kusutbeneran
Yang jelas saya sering makan di bebek slamet karena tak ada yang bisa mengalahkan rasa sambel koreknya yang legen.. Wait for it.. Dary *niru barney*


