ODHA juga manusia….

Ini kudapat dari milis aids-ina, milis terbesar (CMIIW) Komunitas orang-orang yang berhubungan dengan HIV dan AIDS di Indonesia (that’s including me……)

Soal kasus ini sebenarnya sudah beberapa hari ini diangkat oleh teman-teman dari Papua… Di mana ada makhluk brengsek yang entah kenapa tiba-tiba punya ide untuk menaruh micro-chip dan sebangsanya pada setiap orang yang positif HIV.

Mari kita liat siaran pers dari KPA Papua itu

Jalan-jalan part 1

Beberapa hari yang lalu, temenku yang sok ganteng dan sok narsis ini kasih kabar kalo ia mau ke Palembang dan minta di fasilitasi untuk ketemu dengan youth rep dari LSM yang peduli dengan remaja di Palembang sini. Sebagai tuan rumah yang baik sayah memutuskan untuk mengajak ia bersama anak-anak remaja itu untuk makan siang di warung legenda. Karena aku tahu kalo temenku yang narsis itu sangat suka untuk berfoto. Dengan semangat empat lima kami….

Love Me Better

Tadi pagi aku datang untuk menghadiri acara makan gratis pembuatan Standar operasional prosedur untuk penanganan korban kekerasan berbasis gender yang diadakan oleh mbak Yeni bersama Women Crisis Center. Dengerin curhat ibu-ibu yang menangani dan mendampingi korban-korban kekerasan dalam rumah tangga. Aku jadi teringat buku yang kubeli beberapa waktu yang lalu. Judulnya Love Me Better dan dikarang oleh Rosalind B. Penfold. Aku cari di internet ternyata judul aslinya Dragonslippers. Pertamanya aku gak ngerti kenapa oleh Gramedia diganti jadi Love Me Better.

Love me better Mau tau isi buku ini????

When I open my status……

Akhir bulan kemaren, aku supervisi kegiatan di PKBI Sumsel. Ceritanya mereka ngadain pelatihan untuk waria dan remaja pekerja cafe. Tapi jangan dibayangin kayak Hard Rock Cafe ya…. Cafe di sini adalah tempat kayak balai desa yang separuh terbuka. Bukanya mulai jam 10 malam dan lagu yang diputer bangsanya SMS (pokoknya dangdutlah………..). Aku bukan akan cerita soal cafe (kapan-kapan deh, kalo pas maen ke sana……) ceritanya memang bukan soal itu….