Pesona Songket Palembang

Hari Senin (9/05) sampai Jumat (13/05), saya diundang oleh Kementerian Pariwisata sebagai salah satu blogger lokal untuk mengikuti Familiarisation Trip dalam rangka menyambut Musi Triboatton.  Tujuannya memang tidak mengikuti seluruh rute Musi Triboatton, tetapi lebih memperkenalkan pariwisata Palembang dan menghadiri pembukaan Musi Triboatton yang akan diadakan pada tanggal 12/05 nanti.

Aneka songket Palembang

Aneka songket Palembang

Hari pertama, salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Pusat Songket Fikri Collection yang terletak di daerah Tangga Buntung. Ini memang bukan kunjungan pertama saya, beberapa kali saya mengantar teman ataupun tamu yang ingin membeli ataupun sekadar melihat-lihat proses pembuatan songket. Tapi baru kali ini saya sengaja mengabadikan proses pembuatan songket.

Songket merupakan salah satu kain asli Palembang, katanya sih asal muasal kata songket adalah dari kata sungkit atau cungkil di dalam bahasa melayu. Proses pembuatan songket memang dengan metode sungkit di mana benang tenun dikaitkan dan dicungkil untuk memasukkan benang emas. Kalau berdasarkan tradisi, yang boleh menenun songket hanya anak perempuan yang belum menikah. Tetapi sekarang, siapa pun boleh menenun songket. Mengingat semakin sedikit perempuan yang berminat menjadi penenun songket. Proses pengerjaan songket juga termasuk lama, biasanya antara 3 minggu sampai dengan satu bulan. Itulah sebabnya harga songket menjadi mahal. Proses pembuatan yang lama dan dikerjakan dengan tangan membuat mustahil untuk mematok harga yang murah untuk songket. Di pasaran songket dijual paling murah di harga satu jutaan lebih. Tergantung dengan benang yang dipakai. Motif songket juga terdiri dari berbagai jenis, beberapa di antaranya adalah bunga cino, berakam, nampan perak, lepus dan limar. Selain itu ada juga motif janda beraes yang biasanya polos dan hiasan bunganya lebih sedikit.

Proses pembuatan songket Palembang

Proses pembuatan songket Palembang

Di Fikri collection, songket dijual di kisaran harga 3 jutaan sampai yang termahal 70 juta. Iya, gak ada yang salah baca. Songket Palembang ternyata harganya bisa untuk membeli mobil second LCGC. Ketika ditanyakan dengan penjaga tokonya, ternyata songket seharga 70 yuta itu biasanya benangnya berasal dari kain songket lama yang dibongkar dan kemudian ditenun ulang. Katanya, benang emas dari songket lama itu biasanya berasal dari emas sungguhan. Saya sempat bertanya, memangnya ada yang mau membeli songket seharga itu? Kata mbak penjaga tokonya, salah seorang pejabat di republik ini ketika menikahkan anaknya membeli songket seharga 70 juta itu.

Warna songket sekarang lebih beragam.

Warna songket sekarang lebih beragam.

songket Palembang beserta selendangnya.

songket Palembang beserta selendangnya.

Songket yang ini harganya 3.5 juta aja..

Songket yang ini harganya 3.5 juta aja..

Nah yang ini harganya 35 juta saja..

Nah yang ini harganya 35 juta saja..

Kalo yang ini harganya 70 juta satu. Kebayang kalo mau borong semua songket ini jadinya harus ngeluarin duit berapa?

Kalo yang ini harganya 70 juta satu. Kebayang kalo mau borong semua songket ini jadinya harus ngeluarin duit berapa?

Sekarang selain songket tenun tradisional, ada juga songket yang menggunakan mesin. Walaupun sebenarnya menurut saya itu bukan songket namanya. Saya percaya, songket di Palembang tidak akan punah karena sebagian besar perempuan di Palembang pasti memiliki songket. Paling tidak pada saat menikah, biasanya salah satu pemberian dari pihak laki-laki adalah kain songket. Saya pun kalau punya uang mungkin akan tergoda juga untuk membeli kain-kain yang cantik ini.

10 thoughts on “Pesona Songket Palembang

  1. itu songket yang 70 juta berhasil membuat aku menganga setelah mendengarnya.. tapi emang wajar sih.. secara prosesnya dibuat ulang dan benangnya diurai satu persatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s