Pesona Kampung Al-Munawar

Kampung Al Munawar

Kampung Al Munawar

Di Palembang, selain etnis lokal juga terdapat etnis pendatang. Salah satunya adalah etnis Arab yang berasal dari Yaman. Menurut ceritanya, mereka datang ke Palembang lebih dari 300 tahun yang lalu untuk menyebarkan syiar Islam dan juga berdagang. Pada awalnya kelompok ini diberikan tempat untuk menetap di kampung ini. Habib Abdurrahman Al-Munawar adalah pendiri kampung ini dan merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di wilayah ini.

Sampai saat ini, keturunannya masih berdiam di kampung ini. Paling tidak ada 9 rumah yang sudah berdiri lebih dari 200 tahun yang lalu. Rumah yang tertua kabarnya sudah ada sejak 350 tahun yang lalu, meskipun sudah berusia lebih dari dua abad namun bangunan yang ada di sini masih nampak kokoh. Bentuk bangunannya yang klasik membuatnya elok dipandang mata.

Rumah tertua di kampung Al-Munawar

Rumah tertua di kampung Al-Munawar

Sudut kampung Al-Munawar

Sudut kampung Al-Munawar

sudut kampung Al-Munawar

sudut kampung Al-Munawar

sudut kampung Al-Munawar

sudut kampung Al-Munawar

Salah satu sudut kampung Al Munawar

Salah satu sudut kampung Al Munawar

Rumah ini usianya sudah lebih dari 200 tahun

Rumah ini usianya sudah lebih dari 200 tahun

Di kampung ini juga terdapat sekolah yang usianya sudah lebih dari seratus tahun. Sekarang sekolah ini menjadi Madrasah Ibtidaiyah atau setingkat sekolah dasar. Ketika kami berkunjung ke sana di hari Jumat sekolah ini tutup karena ternyata mereka libur di hari Jumat. Pada kunjungan berikutnya, para siswa sudah pulang sekolah sehingga kami bisa mengintip isi sekolah ini.

Madrasah Ibtidaiyah Al-Kautsar

Madrasah Ibtidaiyah Al-Kautsar

Meskipun bangunan tua, bangunan sekolah ini masih kokoh.

Meskipun bangunan tua, bangunan sekolah ini masih kokoh.

Tangga di MI Al-Kautsar

Tangga di MI Al-Kautsar

Ruangan kelasnya

Ruangan kelasnya

Lantainya masih memakai tegel lama yang polanya cantik.

Lantainya masih memakai tegel lama yang polanya cantik.

Halaman belakang sekolah yang juga dimanfaatkan untukj berkebun.

Halaman belakang sekolah yang juga dimanfaatkan untukj berkebun.

Tangga menuju ke lantai dua

Tangga menuju ke lantai dua

Koridor di lantai satu

Koridor di lantai satu

Koridor di lantai dua yang memakai lantai kayu

Koridor di lantai dua yang memakai lantai kayu

Ukiran pintunya cantik

Ukiran pintunya cantik

Detil ukiran jendela

Detil ukiran jendela

Wah, ada yang pengen difoto

Wah, ada yang pengen difoto

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan sudah mulai mengembangkan kampung ini agar bisa menjadi kampung wisata yang dapat menjadi tempat untuk berkunjung bagi para turis. Di kampung ini, kita bisa belajar sejarah penyebaran islam di Palembang. Selain itu, by request kita juga bisa menikmati menu munggahan. Asalkan memberitahu 2 – 3 hari sebelumnya kita bisa memesan menu ini untuk makan siang ataupun makan malam. Bisa juga dibonusin menonton tarian gambus yang biasa ditarikan oleh para laki-laki kampung ini.

Hidangan munggah

Hidangan munggah

Penduduk kampung ini ramah dan menerima kedatangan tamu yang datang ke kampung ini dengan tangan terbuka. Mereka tidak segan-segan mau berbagi sejarah kampung ini kepada setiap tamu yang datang. Tapi itu bukan berarti kita bisa seenaknya di sana. Pastikan kita meminta ijin sebelum mengeksplorasi kampung ini. Paling tidak mendatangi rumah ketua RT di sana supaya mereka tahu kedatangan kita. Dan juga minta ijin kalau ingin masuk ke rumah-rumah warga. Asalkan sopan, biasanya warga mau membuka pintu rumah mereka untuk kita dan bisa juga ditambah bonus cerita sejarah rumah tersebut. Hal ini penting karena pak RT mengeluhkan beberapa turis yang dianggap kurang sopan. Mereka keluyuran di kampung tersebut tanpa permisi dan nyelonong masuk ke rumah warga tanpa minta ijin terlebih dahulu. Oleh karena itu paling tidak datang ke rumah ketua RT dan memperkenalkan diri serta menjelaskan tujuan kita untuk berkunjung ke kampung ini.

Anak-anak kampung Al-Munawar yang lucu-lucu. Biasanya mereka salim ke orang yang lebih tua.

Anak-anak kampung Al-Munawar yang lucu-lucu. Biasanya mereka salim ke orang yang lebih tua.

Eh ada teh Nita Thalia, eh Sellya *dikeplak* #herewegoagain

Eh ada teh Nita Thalia, eh Sellya *dikeplak* #herewegoagain

Kecil-kecil gini aja sudah cantik dan cakep. Kebayang gak gedenya bakal gimana?

Kecil-kecil gini aja sudah cantik dan cakep. Kebayang gak gedenya bakal gimana?

Kami mengobrol dengan sesepuh kampung Al-Munawar

Kami mengobrol dengan sesepuh kampung Al-Munawar

Para sesepuh kampung Al Munawar. Mereka terbuka menerima orang luar yang datang ke kampung ini.

Para sesepuh kampung Al Munawar. Mereka terbuka menerima orang luar yang datang ke kampung ini.

Saya percaya kampung ini bisa berkembang menjadi kampung wisata yang bagus karena sebenarnya arah ke sana sudah terlihat. Mungkin di kampung ini bisa dibuat warung kopi untuk mencicipi kopi cap sendok mas mereka yang legendaris itu, atau juga dibuat warung makan yang menyediakan makanan khas Palembang ataupun kalau memungkinkan juga ada nasi kebuli di sana. Karena bagaimanapun juga menurut saya, seharusnya warga kampung ini mendapatkan keuntungan dari kampung mereka menjadi kampung wisata. Jadi perlu dipikirkan juga bagaimana bisa melibatkan warga sekitar dalam pengelolaan kampung ini menjadi tempat wisata.

Selain itu, soal kebersihan masih harus menjadi perhatian karena masih banyak sampah yang berserakan di sekitar kampung. Sayang banget :(( Pengelolaan sampah juga harus benar-benar dipikirkan karena masih terlihat sampah yang dibuang di sungai.

Kampung ini bisa diakses dari dua jalur, yang pertama melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Jalur kedua adalah melalui jalur sungai, di mana kita bisa mencapai kampung ini dengan menggunakan perahu. Kalau saya menyarankan kampung ini digabungkan sebagai bagian dari paket wisata Musi agar kalau misalnya dari pulau Kemaro, daripada langsung pulang lebih baik mampir dulu ke kampung Al-Munawar ini. Rata-rata serang ketek atau speedboat tahu kok di mana kampung ini berada. Atau kalau mau naik ketek atau speedboat dari BKB, biasanya mereka mau mengantarkan ke kampung ini.

Lokasi syuting film Ada Surga di Rumahmu

Lokasi syuting film Ada Surga di Rumahmu

Kalau lewat sungai, kita akan melewati tempat ini agar bisa naik atau turun dari kapal

Kalau lewat sungai, kita akan melewati tempat ini agar bisa naik atau turun dari kapal

Disclaimer: Trip ini merupakan Trip yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dalam rangka memeriahkan Musi Triboatton 2016 yang berlangsung 11 – 15 Mei 2016.

8 thoughts on “Pesona Kampung Al-Munawar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s