#251 itikkecil and puppy love

Gara-gara nonton film “Crazy little thing called love” saya jadi senyum-senyum sendiri mengingat masa SMP saya yang sudah lama berlalu. Rasanya film ini ditujukan buat saya *tsah*

OK, bolak-balik lewat depan kelasnya sekadar untuk melihat kakak kelas kecengan.
ngirim surat/kartu ucapan tanpa nama. check.
sok-sokan minjem buku padahal gak ngerti buku yang sebenarnya dipinjam itu apa. check
bahagia hanya dengan melihat atap rumahnya. check
sengaja memperlambat jalan biar bisa barengan berangkat ke sekolah. check
dikasih senyuman dikit langsung berasa kalau kecengan itu juga suka. check

err… sebenarnya masih banyak skema licik lainnya yang dilakukan demi si kecengan -kecengan ini (jamak). tetapi tetep dong.. beraninya cuma dari belakang saja. duh mak, ternyata anakmu ini berbakat jadi stalker *facepalm*

dan inilah fakta yang paling memalukan sebenarnya. selama ini saya tidak pernah mengakui fakta yang ini. gara-gara crush di SMP ini, saya memutuskan untuk kuliah di teknik mesin hanya untuk menyusul si kakak yang sudah keterima duluan. padahal orang yang bersangkutan sesungguhnya tidak sadar kalau saya itu ada. sadar ding, tapi cuma menganggap saya sebagai anak kecil 😦

Seperti Nam dalam crazy little thing called love, crush itu (puppy love deh) berperan mengubah saya menjadi saya yang sekarang. di kelas tiga SMP saya sudah bertekad untuk masuk ke jurusan yang sama tanpa tahu akan belajar apa. Saya mati-matian belajar agar bisa masuk A1 dan bisa lolos UMPTN dan masuk jurusan idaman. Walaupun jaman SMA saya juga sempat naksir orang lain juga *labil amat sih Ra* *keplak diri sendiri*

Dan seperti kata Coelho : “When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.”

Sepertinya alam semesta berkonspirasi untuk memasukkan saya kuliah di sana meskipun dengan kemampuan otak saya yang pas-pasan. tapi anehnya, begitu saya kuliah di sana saya tetap tidak dekat juga, mungkin karena jarak kami yang agak jauh. saya baru jadi mahasiswa baru, si kakak itu malah hampir tamat. saya malah pacaran dengan orang lain. jadi berbeda dengan cerita Nam, cerita yang cuma satu sisi dari saya itu tak berakhir bahagia. ya iyalah cuma satu sisi, wong yang menyimpan perasaan cuma saya sementara yang dituju cuma menganggap saya anak kecil yang suka main boneka bongkar pasang dan main layangan *gantung diri di pohon cabe*.

Oh ya, ditambah fakta bahwa di kampus saya lebih dari 90%nya adalah laki-laki sehingga lebih banyak pilihan yang tersedia *ditoyor sekampus*. saya juga tidak  sedih ketika mendapati fakta bahwa ternyata yang bersangkutan sudah punya pacar. saya langsung move on dan beralih ke kecengan yang lain 😀 *yayaya… saya memang labil*

Karena itu saya selalu berpesan kepada tiap anak smp dan sma yang curhat ke saya masalah pacar. “jangan sedih diputusin pacar, kamu masih muda. jalan kamu masih panjang. suatu saat nanti kamu akan menemukan yang lebih baik. dan kamu akan tersenyum mengingat apa yang terjadi sekarang.”

Dan seperti saya sekarang. tersenyum-senyum sendiri mengingat betapa najis dan nistanya kelakuan saya dulu. By  the way, Mario Maurer lucu juga ya…

9 thoughts on “#251 itikkecil and puppy love

  1. @Farijs
    terima kasih kak….

    @Imelda
    mungkin lebih cocok puppy mbak 😀 soalnya saya kan menggemaskan *dikeplak*

    @Dora
    tunjukkan padakuh anak smp mana yang tidak labil?

    @susisetya
    rasanya rata-rata anak smp seperti itu kok 😀

    @Ananda
    terima kasih pemeritahuannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s