Beberapa alasan kenapa saya tidak suka belanja ke hypermarket

Walaupun saya tidak suka, faktanya saya tetap belanja di sana. Ini adalah beberapa alasannya :

  1. Orang yang mengantri di kasir khusus keranjang dengan membawa tiga sampai empat keranjang. Menurut saya, konsep kenapa ada kasir khusus keranjang adalah untuk mempercepat proses pembayaran karena biasanya yang dibawa di keranjang itu sedikit.
  2. Orang yang menaruh barang belanjaannya di meja kasir walaupun belum gilirannya untuk melakukan pembayaran. Ini adalah contoh orang-orang yang tidak sabar. Padahal kalau sabar menunggu, akan ada saatnya orang di depannya melakukan pembayaran dan itu adalah saat yang tepat untuk menaruh barang belanjaannya. Kalau memaksakan diri ada kemungkinan barang belanjaan akan tercampur dengan milik orang lain. berdasarkan pengalaman saya, gak ada bedanya antara menaruh barang belanjaan pada saat masih ada barang milik orang di depan kita ataupun pada saat orang di depan kita melakukan pembayaran (yang berarti tidak ada barang lagi).
  3. Orang yang membayar dengan kartu di tempat yang khusus untuk orang yang membayar dengan uang tunaI. Ini gak perlu dijelasin lagi rasanya.
  4. Orang yang membawa troli dan berhenti di tengah jalan dan membuat orang lain tidak bisa lewat. kalo menghadapi orang seperti ini rasanya jadi pengen bilang, di sini bukan jalan milik elo kalee…
  5. Orang yang dengan tidak tahu malunya menyerobot antrian kasir yang panjangnya gila-gilaan. I mean, setiap orang juga pengen cepet. tapi bukan berarti lantas tidak menghargai orang yang sudah mengantri lebih lama.

Ada yang mau nambahin?

Pertanyaan hari ini

terlintas pas makan siang tadi

Ilfil (ilang feeling) gak sih kalau misalnya pas kencan pertama *halah bahasanya itu* eh pas makan dengan gebetan atau apapun istilahnya, yang bersangkutan makannya banyak banget?

pertanyaan dari Ira – yang baru makan dengan porsi yang berlebihan tapi tidak sedang makan dengan gebetan ataupun dalam rangka kencan pertama.

Antara James McAvoy dan bang Fertob

Saya melihat pria ini pertama kali pada saat ia berperan sebagai mr. Tumnus di The Chronicles of Narnia : the lion, the witch and the wardrobe. Karena ini film anak-anak, dan berperan sebagai faun pula, saya gak terlalu memperhatikan.

Tapi ketika saya menonton film ini, saya baru sadar kalau ternyata James McAvoy itu cute juga ya….. Walaupun termasuk pria yang untouchable buat saya ya iyalah dia di mana saya di mana dan kalaupun bertemu jangan-jangan dia langsung kabur, tapi saya jadi teringat teorinya bang Fertob. Saya suka padanya karena saya menemukan kelemahannya. Let’s see :

Dia seperti guy next door yang bisa kita temukan setiap hari kalo di Inggris kaleee, kalo di sini ya kagak. Tinggi badannya hanya 170 cm. Tampangnya tidak seganteng Brad Pitt, Tom Cruise ataupun George Clooney. Soalnya kalo saya melihat pria yang terlalu ganteng itu sering jadi mikir ‘Ada ya ciptaan Tuhan yang seganteng ini?’. Jadi, pria yang tampangnya biasa-biasa saja lebih bisa diterima oleh akal sehat saya. Oleh karena itu, apa yang ditulis bang Fertob itu memang benar. Saya sekarang merasakannya kebenaran teori itu…

Tapi, apapun yang terjadi… I heart James McAvoy.

bener-bener postingan yang gak mutu.

Foto diambil dengan semena-mena dari sini.

Pelangi

Ada yang pernah mengatakan ke saya, untuk melihat pelangi kita harus membuat hujan. Walaupun hujannya mungkin saja deras dan membuat kita basah kuyup.

And I’m still waiting for the rainbow in my life. Eventough I have to wait for a lifetime.

pelangi

PS : Saya melihat pelangi ini bersama si nyet. Gambar diambil sore hari dengan kamera pocket. Maafkan kalau gambar pelanginya tidak terlalu kelihatan.

31

Selama ini orang selalu menuduh saya bagai anak yatim yang gak pernah diberi makan. Banyak yang bilang kalau saya terlalu kurus dan mereka memaksa saya untuk menambah berat badan. Sering sekali saya dengar komentar seperti ini.

“Ra, kamu itu bagusan kalau lebih gemuk lagi” Harusnya saya jadi sebesar tempayan ya???

“Udahlah jangan sok-sok an diet, mau sekurus apa lagi….” Paling tidak jangan segembul ini.

“Kamu tuh enak, makan banyak juga gak gemuk-gemuk…..”

Saya… gemuk?????