Hari ini

Nyobain promo up to you di d’Cost Palembang Square. Meskipun harus mengantri tetapi kami berempat puas karena dengan menu sebanyak ini kami hanya membayar Rp. 10.500 saja, namanya  juga terserah mau bayar berapa. Jadi dengan menunjukkan kartu kredit kita bisa ikutan promo ini. Yang saya suka adalah kepitingnya masih segar.
Rabu depan mau ke sana lagi ah. Dan mau coba bayar 500 perak saja. #yakale

image

paket menu seharga Rp. 168.000 dan hanya kami bayar Rp. 10.500 saja.

Buntut

Tadi ketika saya masuk ke salah satu toko kosmetik, salah seorang penjaga tokonya selalu membuntuti ke mana saja saya berjalan di dalam toko itu. Mungkin maksudnya baik, agar bisa membantu kalau saya perlu sesuatu. Tapi saya tidak merasa nyaman kalau diikuti terus seperti itu. Rasanya tidak enak untuk melihat-lihat. Kalau sudah begini biasanya saya lebih memilih untuk meninggalkan toko itu.

My celebrity crushes

Ketika saya remaja dan itu sudah lama berlalu, saya juga pernah punya beberapa artis yang saya taksir. Blame my teenage raging hormones cause I had crush on them. Biasanya sih karena saya nonton film yang diputar di TVRI. Bagaimanapun juga saya berterima kasih karena TVRI pada jaman itu memutar film-film yang bagus-bagus. *meringis ingat sinetron Tarzannya Mandra yang diputar setiap pagi di TVRI sekarang*. Continue reading

Move on lagi

Sesungguhnya move on itu memang indah teorinya. Tapi faktanya bisa berbeda karena move bukan hanya tentang aku-sudah-punya-pengganti-kamu-bye-bye tapi move on juga tentang memaafkan. Bagaimana bisa move on secara penuh kalau masih diingat selalu meskipun dengan kebencian.
Ada masa saya tidak bisa move on dalam waktu yang lama karena meskipun saya sudah punya pacar lagi tapi ternyata saya masih punya hasrat untuk menabok mantan pacar *ehem* and it took time. A long time to move on and accept the reality.
Oleh karena itu, belum bisa move on? Santai saja, take you time to move on and time will heal. Someday you will realize that you already forgive your ex long time ago.

Move on

Twit salah seorang teman saya tadi siang menanyakan kenapa orang yang putus cepet-cepetan move on. Apakah karena pada saat pacaran tidak benar-benar sayang.
On my point of view, tiap orang berbeda-beda. Ada yang bisa larut dalam kesedihan setelah putus. Ada juga yang realistis. Sesedih apapun, life must go on. Jadi setelah putus adalah saatnya untuk move on.
Jadi move on adalah soal hati, bukan soal sayang atau tidak tetapi lebih bagaimana orang menghadapi kenyataan hidup.