Sebagai pengguna transmusi yang setia, ke mana-mana saya pergi biasanya naik transmusi. Tapi dulu pernah saya naik transmusi tapi lupa memeriksa apakah ada uang tunai di dalam tas. Untungnya setelah mengorek-orek bagian dalam ransel saya menemukan uang receh sejumlah 4 ribu. Untungnya lagi, kondekturnya sudi terima pembayaran saya.
Bulan depan katanya transmusi tidak menggunakan karcis lagi. Sebagai gantinya disiapkan smart card. Smart card ini ada dua jenis, yang dapat diisi ulang dan yang sekali pakai.
Category Archives: #365days
Local Leaders Day hari kedua
Hari ini acara diisi dengan share dari banyak orang hebat: pada pagi hari ada mbak Ollie dari AcerID friend, ada juga presentasi let’s colour dari Dulux dan dari indonesia exim bank.
Siangnya ada share dari bang Edwin SA dan bang Aidil Akbar.
Sorenya ada workshop narasi publik bersama mas Shafiq Pontoh, mbak Ainun Chomsun dan mbak Lucy Wiryono.
Sementara malamnya ada kelas menulis bersama ndorokakung.
Sungguh pengalaman yang luar biasa
LLD hari pertama
Sampai Jakarta disambut kemacetan, akibatnya kami terlambat sampai ke tempat acara di cico resort.
Malam ini agendanya adalah pembukaan dan sharing dari internet sehat yang dibawakan oleh mas donny bu tentang social entrepreneur. Kalo mau tahu lebihh banyak, follow twitter saya #modus atau cari tagar #LLD di twitter.
The Raid
Saya menuju bioskop dengan ekspektasi yang amat tinggi, mengingat timeline di twitter rata-rata mengatakan the Raid adalah film yang sangat bagus. dan rata-rata juga mengatakan bahwa penontonnya sering tepuk tangan di dalam bioskop. Harus diakui bahwa the Raid berhasil menciptakan kampanye yang sangat luar biasa. berita bahwa the Raid dipuji di beberapa festival film dan berita bahwa the Raid akan dibuat remake oleh Hollywood merupakan salah satu faktor yang menciptakan penasaran. Continue reading
Quote of the day
Jadi, hasil diskusi di kelas hari ini adalah:
“Kalau mau lihat suatu sekolah sudah berhasil atau belum menerapkan pendidikan multikultural, lihat apakah gambar pemandangan muridnya masih berupa dua buah gunung yang di tengahnya ada matahari dan ada sawah dan jalan.”
Sederhana saja, boro-boro mau mengakui adanya keragaman dan kemajemukan budaya kalau murid tidak boleh keluar pakem dalam pelajaran menggambar. Atau tidak boleh melukiskan langit dan laut dengan warna lain selain biru. atau matahari selain dengan warna kuning.
Negeri lima menara
Film ini adalah salah satu film yang saya tunggu pemutarannya karena saya amat menyukai bukunya.
Jadi alif fikri adalah seorang anak yang berasal dari maninjau dan bercita-cita ingin seperti Habibie layaknya anak-anak di masa itu. Alif sudah berencana untuk sekolah di jurusan IPA dan masuk ITB agar menjadi seperti Habibie. Tapi ternyata ibunya lebih ingin dia masuk pesantren dan belajar agama karena menurut amak selama ini hanya anak yang bandel dan nakal yang dikirim ke pesantren. Jadi apa yang bisa diharapkan dari anak-anak semacam ini? Tak mungkin mereka akan menjadi pemimpin agama yang baik. Alif ingin jadi Habibie sementara amak ingin Alif jadi HAMKA.
Meskipun dengan berat hati akhirnya Alif berangkat juga ke pondok madani di gontor ponorogo untuk belajar agama. Film ini selanjutnya menceritakan pengalaman Alif dan kelima temannya selama belajar di sana.
Sebelum menonton film ini, ekpektasi saya yang tinggi sedikit menurun ketika diberitahu seorang teman yang sudah menonton film ini terlebih dahulu kalau filmnya agak boring.
Mungkin ini masalah yang terjadi pada film yang berasal dari adaptasi dari novel. Seringkali penulis skenario berusaha untuk memasukkan semua aspek yang tertulis pada buku. Tapi hal ini tidak terjadi pada fillm ini. Penulis skenario memilih untuk memasukkan bagian yang dianggap penting saja sehingga IMHO, jalan ceritanya jadi agak datar. Tetapi kalau menurut saya tidak terlalu membosankan juga. Dan akting keenam sahibul menara ini juga tidak terlalu jelek untuk pemain pendatang baru. Selain ini pemandangan alam di film ini juga luar biasa indah termasuk di daerah Maninjau dan di Ponorogo.
Dan jangan lupa penampakan para pemain pria yang menurut teman saya menampakkan muka-muka romadhon *uhuk*. Yayaya.. Sayapun terpesona melihat betapa santunnya donny alamsyah, mario irwinsyah dan Ikang Fawzi.
Satu hal yang menarik lainnya adalah kemunculan penulis buku Negeri Lima Menara Ahmad Fuadi sebagai cameo di film ini. Cari saja sendiri ya.
Jadi meskipun memang alurnya agak lambat film ini cukup menarik untuk ditonton kok terutama bagi yang ingin tahu kehidupan pesantren itu seperti apa. Dan percaya atau tidak, saya jadi ingin kalau misalnya punya anak laki-laki bakal dikirim ke gontor sana deh. Amin ya Allah *eh*
Curhat
Ada hal yang menarik ketika saya mencoba naik kereta ekonomi setelah sekian lama. yayaya… mungkin ini bisa disebut semacam kesombongan kelas menengah dari orang-orang macam saya. baru sekali naik kereta kelas ekonomi saja hebohnya luar biasa. tapi ini bisa jadi tulisan yang lain sih. Continue reading
sendiri
Pada dasarnya saya lebih suka melakukan segalanya sendiri bahkan untuk hal-hal yang katanya orang Indonesia paling malas untuk melakukannya. Makan sendirian? biasa saja ah. tak mungkin saya harus kelaparan karena tidak ada orang yang menemani saya makan. melakukan perjalanan sendirian? perjalanan paling jauh yang pernah saya lakukan sendirian adalah ketika saya ikut konferensi di Kobe beberapa tahun yang lalu. Nonton film sendirian? ini sering sekali. pacar saya tak suka nonton film di bioskop, membuang-buang uang katanya. sementara teman-teman saya belum tentu sudi menemani mengingat pilihan film yang saya tonton. Continue reading
those dreadful children
Walaupun bukan edisi terjemahan, edisi bahasa inggris pun jadilah

tentang selera humor
Saya tahu selera humor setiap orang berbeda. lucu menurut saya, belum tentu lucu menurut anda. seperti yang pernah terjadi ketika saya menonton film ini dan ini, para penonton tertawa terbahak-bahak ketika melihat adegan yang mereka anggap lucu, sementara saya malah tidak mengerti lucunya di mana. Menurut saya Frasier atau Scrubs lucu, belum tentu menurut anda lucu. ada yang mengatakan OVJ lucu, tetapi saya sekarang tidak menikmati menonton OVJ lagi. saya tidak menikmati karena terlalu banyak adegan pukul-pukulan yang tidak lucu sama sekali menurut saya. Continue reading