Anak kecil ini…..

Anak ini saya lihat ketika saya sedang antri di salah satu restoran cepat saji di sini. Tanpa bicara sepatah katapun, hanya meletakkan uang lecek senilai dua ribu rupiah dan meloncat-loncat.

Walaupun dia tampak terasing di sini, anak ini tetap punya keinginan untuk makan es krim di sini.

Ya, bagaimanapun juga dia tetap anak-anak.

update : berdasarkan petunjuk om edy, ukuran gambar saya perkecil.

106 thoughts on “Anak kecil ini…..

  1. jadi ingat pas pulang dari mekdi, ada anak minta-minta gitu. karena males ngambil duit, saya kasih cola aja. abis tangan saya penuh dengan belanjaan. 🙄

    btw ini malah sempet-sempatnya moto. pake kamera mahal itukah? :mrgreen:

  2. @edy
    pembeli yang laen biasa aja…
    saya cuma moto :mrgreen: soalnya sudah mau jalan ke kantor

    @cK
    iya… pake kamera itu, cuma blitz gak dinyalain, biar gak ketauan.

  3. Hmmmm…zuazane yg timpang zeperti negeri ini nyak ?!…. kdg nglihat itu, zeperti janggal yah…mang org mskn dilarang kemana2, dilarang sekolah, dilarang sakit, dilarang beli es krim…?…aduuhhh, kcn deh gue ! 🙂 🙂

  4. Jadi inget lagunya Iwan Fals
    Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu…Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu…Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu…Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal…

  5. Tapi…

    Saya ada rasa iri melihat dia. Ada kebebasan dengan bertelanjang dada begitu. Sesuatu yang tidak mungkin kita lakukan lagi di umur yang dewasa. 🙄

    Seperti rasa iri melihat anak2 bermain hujan-hujanan kalo sore… 😐

    Kita kan nggak mungkin lagi sebebas itu, meski kita pengen….


    kita? elu aja kali lex!! 😆

  6. Dikasih es krim gratis ndak tuh?

    Miris juga ngeliatnya, malu ngeliat bangsa sebesar Indonesia anak2nya kyk gitu…

    *ah prihatin..*

  7. Dulu ada teman saya yang pernah saya tegur ketika ada peristiwa yang mirip seperti itu. Ceritanya, saat itu bulan puasa (sudah lama, sekitar 7 tahun lalu), dan kami berempat saat itu lagi nunggu bis kota di halte bis pada siang hari, panas, berdebu, dan gerah. 🙂 Saya sendiri nggak puasa, tetapi ketiga teman saya puasa.

    Dan tiba-tiba ada seorang anak (anak jalanan) yang bertelanjang badan, pakai celana pendek robek-robek, dan dekil nongkrong di depan kami sambil makan 2 buah es krim. Dia seperti menunjukkan kalau betapa nikmatnya makan es krim di siang hari panas di bulan puasa.

    Salah satu teman saya membentak untuk mengusirnya. Si anak itu nggak mau pergi, cuma ketawa-ketawa sambil menjilat-jilat es krimnya di depan kami. Teman saya yang lain memarahi si anak dengan mengatakan hormati orang yang sedang puasa. Tapi si anak malah kabur sambil menunjukkan es krimnya, tetap ketawa.

    Bayangkan coba ? 🙂

    Saya cuma bilang sama teman, itulah godaan terbesar. Justru datang dari hal-hal yang tidak bisa kamu bayangkan. Ketika orang lain tidak berpuasa, si anak itu justru berpuasa karena kelaparan. Tetapi ketika orang lain berpuasa, si anak seperti “membalas dendam” pada orang lain. Apakah si anak jalanan itu salah ? 😕

    Miris memang. Saya sendiri nggak tau apa yang saya lakukan kalau saya berhadapan dengan mereka. Karena kebanyakan yang saya berikan hanya bersifat kuratif saja, dan tidak menyentuh akar masalahnya. 😐

    Jadi ingat lagu Iwan Fals….

  8. masa kecil kurang bahagia… kasian jg… 😦
    bersyukur aja, ternyata ada yg lebih kurang beruntung dr pd saya… *kadang2 msh suka lupa bersyukur, sih…*

  9. someday we’ll know~~~

    setuju dengan alex si sales leoxa…. apa kata dunia kalo kita ke McD telanjang dada…???

    tapi dia kok bisa masuk ya…??? nggak diusir satpamnya duluan ya…???

  10. @dana
    iya… saya melihat ada kesenjangan sosial di sini, bandingin sama anak kecil yang ada di sebelahnya

    @abeeayang
    iya, dia punya hak sama sama dengan pembeli lainnya.

    @nieasa
    apakah dirimu sanggup dengan resiko ditolak dan diusir dari restoran 😉 ?

    @indra1082
    semoga Indonesia bisa maju

    @takochan
    iya, terlepas dari apapun kemasan luarnya dia tetap pembeli

    @natazya
    saya melihatnya sebagai anak kecil biasa

    @AngelNdutz
    yayaya…. memang masih kecil

    @suprie
    pertamanya saja juga kasihan

    @gajahkurus
    lagunya yang si budi kecil itu ya?

    @alex
    saya juga melihat kebebasan dan keberanian di diri anak ini. ia merasa bebas dan berani menjadi dirinya sendiri. berani menghadapi resiko diusir dan diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya.
    *jadi pengen mandi hujan lagi….*

    @Nazieb
    bukan 😆

    @Akbar Kadabra
    makasih

    @nenyok
    anak ini juga gak minta dikasihani.

    @ayahshiva
    beli sendiri 👿

    @Okta Sihotang
    mau jadi anak kecil lagi?

    @alisyah
    iya

    @GR
    gak tuh, dia punya uang kok untuk beli es krim sendiri.

    @putradi
    iya…..

    @goldfriend
    justru saya merasa aneh kenapa harus marah-marah kepada anak itu. iya bang, IMHO ya, puasa bukannya lebih nikmat kalau godaannya lebih berat
    salah satu sentilan juga buat saya 😳

    eh, sori kalau kepanjangan. cuma sekedar sharing saja….

    gak kepanjangan kok bang. apa sih yang enggak buat bang fertob 😆

    @Iman Brotoseno
    saya melihat staff restoran itu juga menghadapinya seperti menghadapi pelanggan lainnya

    @Raffaell
    saya malah gak mikir sampai ke situ 😆

    @OktaEndy
    iya

    @Juminten
    iya dik… makanya harus bersyukur

    @fall in love
    sejak kapan alex jadi sales leoxa? *binun*
    di situ gak ada satpam. lagian dia kan mau beli bukannya minta

    @det
    iya

    @ika
    bukan anak saya 👿

    @Mas Koko
    iya, kalau dibandingin dengan anak yang satunya

    @sezsy
    kok traktir? *binun*

    @ninoy
    banyak yang bilang gak sanggup untuk komentar

Leave a reply to nenyok Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.