Bebek Beckam

Saya adalah penggemar bebek goreng, terutama bebek H. Slamet yang tersohor itu. Kelebihan bebek H. Slamet menurut saya adalah sambalnya yang legendaris itu. Semua yang berteman dengan saya di path pasti tahu kalau saya suka sekali makan di sana. Sampai-sampai sepertinya saya identik dengan bebek slamet dan dianggap sebagai buzzer bebek slamet.

Salah seorang teman saya Ranum ternyata juga memiliki usaha perbebekan *halah* yang diberi nama bebek Beckam. Hanya sayangnya, lokasi warungnya berada di Tangerang Selatan sana. Jauh bangeet. *mulai lebay*

Tapi baru-baru ini, bebek Beckam ternyata membuka jasa kirim bebek dan ayam selama lokasi pengiriman dilayani oleh Tiki ONS. Pada saat lagi main-main ke Jakarta Tangerang Selatan saya jadi pengen nyobain bebek ini. Tapi saya termasuk orang yang ogah merugi. Jadi demi menghemat ongkos kirim bikin modus ngajak ketemuan Ranum di McD Alam Sutera. *licik*

Begitu sampai di rumah, paket bebek tadi langsung difoto dong. Makanya di McD cuma beli milo doang. Sengaja mengosongkan perut biar bisa makan bebek beckam.

bebek yang masih dalam kemasan.

bebek yang masih dalam kemasan.

Kita bisa memesan bebek yang sudah digoreng ataupun setengah matang seperti yang saya pesan ini. Ada tanggal kadaluarsanya pula. Saya membeli bebek ini tanggal 19 Maret, tapi sebelum tanggal kadaluarsanya berakhir sudah habis dimakan. Selain bebek, pembelinya juga dikasih sambel bebeknya. Ada dua pilihan sih, sambel rawit atau sambel kriting. Saya sendiri memesan sambel kriting karena takut tak sanggup dengan kepedasannya. Tapi karena Ranum orangnya baik, dikasih juga sambel rawitnya.

Kalau berdasarkan petunjuk untuk memakannya, bebek beckam itu harusnya disajikan seperti ini:

dipenyet dengan sambel rawitnya yang femes itu.

dipenyet dengan sambel rawitnya yang femes itu. credit foto: @bebekbeckam

Untungnya saya tidak mengikuti saran penyajian itu, karena ternyata meskipun sambel kriting yang katanya tidak terlalu pedas itu, menurut saya pedasnya cukup terasa juga. Anehnya, keponakan saya yang berumur 9 tahun masih sanggup makan sambel yang ini. Entahlah bagaimana dengan sambel rawitnya. Sampai saya balik ke Palembang sambel itu masih tersimpan rapi di kulkas.

ini penyajian versi saya

ini penyajian versi saya

Jadi menurut saya, bebeknya enak. Tidak terasa bau amis yang sering terasa kalau kita makan bebek. sambalnya juga juara. Makan sambel ini bahaya buat pengaturan berat badan karena pada saat ini konsumsi nasi jadi berlipat ganda. Pertama makan nasi, bebek + sambel. Nanti nasinya abis terus nambah nasi karena bebek dan sambelnya masih ada. terus nanti sambel+bebeknya abis tapi nasinya masih ada, jadi pengen nambah lagi. terus #rauwisuwis.

Meskipun bebeknya sudah abis, sambelnya masih tersisa. Dan itu jadi teman makan yang enak. saya malah pernah makan nasi putih dikasih sambel ini saja dan itu rasanya enak banget. serius. Saya jadi mikir-mikir buat mesen untuk dikirim ke Palembang sini.

Bebek ini bertahan 4 hari di suhu ruangan, 7 hari di sizzler dan 1 bulan di freezer.

buat yang mau pesen bebek ataupun ayam

buat yang mau pesen bebek ataupun ayam

Bebek beckam juga ada di twitter: @bebek_beckam dan instagram @bebekbeckam

8 thoughts on “Bebek Beckam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s