My celebrity crushes

Ketika saya remaja dan itu sudah lama berlalu, saya juga pernah punya beberapa artis yang saya taksir. Blame my teenage raging hormones cause I had crush on them. Biasanya sih karena saya nonton film yang diputar di TVRI. Bagaimanapun juga saya berterima kasih karena TVRI pada jaman itu memutar film-film yang bagus-bagus. *meringis ingat sinetron Tarzannya Mandra yang diputar setiap pagi di TVRI sekarang*. Continue reading

Hanamizuki (May your love bloom a hundred years)

Beberapa hari yang lalu saya tidak sengaja menonton film ini di RED. Alasan pertama sih karena ada abang Toma Ikuta yang cute itu. Sayangnya film ini sudah hampir habis dan ketika saya menonton ulang film ini mulainya di pertengahan. Nanti kalau ada lagi bakal ditonton sampai habis biar bisa lebih puas menikmati muka Toma Ikuta. #yakale. Continue reading

Gebyar Tahapan BCA, semua bisa menang

Dua puluh tahun yang lalu kami sekeluarga heboh karena ayah saya memenangkan undian utama dari BCA. Jangan dibayangkan kalau hadiahnya mobil seperti sekarang ini, hadiah utama waktu itu adalah televisi 29 inchi. Buat keluarga PNS mau beli sendiri tipi segede itu waktu itu ya agak susah lah ya. Tapi karena mendapat hadiah dari BCA akhirnya tipi itu bisa dipajang di rumah kami yang sempit itu. Sekarang tipinya sudah pensiun setelah beberapa kali direparasi dan akhirnya mati total. ya iyalah, sudah dua puluh tahun. Menurut ngana? Continue reading

Mama cake

Saya selalu suka dengan film-film yang bertema roadtrip dan mama cake merupakan salah satu film dengan tema ini.
Rakha diminta oleh papanya untuk membelikan brownies mama cake dan harus dibeli di toko pusatnya yang berada di Bandung. Ditemani oleh Rio dan Willy, maka Rakha pun berangkat ke Bandung dengan menggunakan mobil untuk membeli brownies itu. Tugas yang sepele sesungguhnya. Namun ternyata banyak halangan yang menghadang sehingga tugas sepele ini terhambat.
Tema utama film ini menurut saya adalah pertobatan. Bahwa untuk menjadi orang yang baik itu tidak perlu sampai tua dulu. Dan tidak perlu ikut arus sehingga terseret perbuatan yang negatif karena khawatir dicap tidak gahol. Atau memaksakan diri buat punya pacar agar tidak dibully karena jomblo.
Terima kasih buat falcon pictures dan wongkito buat tiket gratisnya hari ini.

Mama cake: 3.5/5

Viva Enid Blyton

My favorite writer during my childhood was Enid Blyton. Malory towers, st. Claire’s, the famous five, the adventure series and many more. I’ve just bought one of five find-outers or pasukan mau tahu ‘the mistery of the pantomime cat’. And reading the book remind me of my childhood. Fatty, Bets, Buster and Mr. Goon.
Viva Enid Blyton!
*back reading the book again*.

image

Move on lagi

Sesungguhnya move on itu memang indah teorinya. Tapi faktanya bisa berbeda karena move bukan hanya tentang aku-sudah-punya-pengganti-kamu-bye-bye tapi move on juga tentang memaafkan. Bagaimana bisa move on secara penuh kalau masih diingat selalu meskipun dengan kebencian.
Ada masa saya tidak bisa move on dalam waktu yang lama karena meskipun saya sudah punya pacar lagi tapi ternyata saya masih punya hasrat untuk menabok mantan pacar *ehem* and it took time. A long time to move on and accept the reality.
Oleh karena itu, belum bisa move on? Santai saja, take you time to move on and time will heal. Someday you will realize that you already forgive your ex long time ago.

Talkshow

Pagi ini saya bersama Nike menghadiri undangan untuk menjadi narasumber di acara talkshow Halo Palembang di PalTV. Topik hari ini adalah blogger di Palembang. Yang terpenting adalah saya menyampaikan agar blogger di Palembang dapat menggunakan blognya sebagai sarana untuk memberikan informasi yang positif.

image

kami pada saat diwawancarai.

Move on

Twit salah seorang teman saya tadi siang menanyakan kenapa orang yang putus cepet-cepetan move on. Apakah karena pada saat pacaran tidak benar-benar sayang.
On my point of view, tiap orang berbeda-beda. Ada yang bisa larut dalam kesedihan setelah putus. Ada juga yang realistis. Sesedih apapun, life must go on. Jadi setelah putus adalah saatnya untuk move on.
Jadi move on adalah soal hati, bukan soal sayang atau tidak tetapi lebih bagaimana orang menghadapi kenyataan hidup.