Cerita Gua Putri

Jalan menuju gua putri

Jalan menuju gua putri

Setelah nonton gerhana matahari di jembatan Ampera, perjalanan dilanjutkan menuju kota Baturaja. Kami tiba di sana malam hari dan langsung menuju hotel Bukit Indah Lestari. Setelah diberi makan malam ayam bakar, kami langsung tepar di kamar masing-masing. Keesokan paginya, setelah sarapan kami langsung menuju gua Putri. Gua Putri terletak di desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji. Perjalanan dari kota Baturaja ke sana ditempuh dalam waktu 45 menit.

Legenda putri Dayang Merindu

Legenda putri Dayang Merindu

Jalan menuju gua putri

Jalan menuju gua putri

Sampai di sana, suasananya sepi. Mungkin karena hari biasa. Kami disambut oleh pemandu, yang lumayan lancar berbahasa Inggris. Ia langsung menjelaskan legenda gua putri kepada kami. Jadi ceritanya, ada pengelana yang hobinya keluyuran. Entah tujuannya ngapain. Suatu hari ia lewat di pinggir sungai Semuhun dan bertemu dengan putri Dayang Merindu yang sedang mandi. Sepertinya si pengelana ini naksir dengan sang putri. Si pengelana menyapa sang putri tapi dicuekin. Anu, mungkin putri Dayang Merindu termasuk yang diajarin sama emaknya, ‘never talk to stranger.’ #eh

Gara-gara dicuekin, si pengelana sebel terus mengatakan. ‘Sombong sekali putri ini. Diam seperti batu.’

Jadi batu deh putrinya. Batu putri ini bisa ditemui di muara sungai Semuhun. Sayangnya kami tidak sempat mampir ke sana.

Balik lagi ke cerita. Setelah putri berubah jadi batu, si pengelananya kabur menuju desa. Pas pulak desanya sedang sepi. Ya menurut ngana mas? Siang hari orang kerja di ladang semua. Jaman gitu belum ada istilah stay at home mom atau dad. #eh. Melihat desa sepi, ngomong lagi si pengelana ini, ‘betapa sepi desa ini bagaikan gua batu.’

Jadilah desa ini berubah jadi gua putri. Ternyata si pengelana ini adalah Serunting aka si Pahit Lidah. Memang apes ya, lagi mandi ketemu sama pengelana sensi macam Serunting ini. Kebayang kalau sekarang, berapa banyak kita nemuin batu orang sedang pegang gadget, gara-gara gak nengok pas ditegor sama pahit lidah.

Sebelum masuk, disyaratkan untuk permisi dulu dengan cara mengetok dinding gua tiga kali. Di dalam sini ada kuncennya juga lho. Ibu kuncennya juga jualan botol kalau mau mengambil air dari sungai Semuhun yang mengalir di dalam gua ini. Katanya kalau cuci muka pakai air sungai ini, dijamin bakal awet muda seperti putri Dayang Merindu. Katanya lho yaa. Jadi jaman dulu di mana belum ada SK-II atau kosmetik Korea, perawatan muka cukup dengan cuci muka saja.

Memang guanya luas sekali. Bisa main bola di dalam situ kalau mau. Di sana memang ada tempat-tempat yang kalau dilihat-lihat mirip dengan tempat tidur, dapur dan juga ada panggung besar. Bisa kalau mau perform di sana. *dikeplak*. Di dalam juga sudah dilengkapi dengan penerangan lampu yang juga berfungsi membuat gua terlihat lebih cantik. Jalan di dalam gua juga sudah disemen jadi kita tidak perlu khawatir terpeleset.

Selain gua putri, di dekat sini juga ada gua harimau. Sayangnya karena waktu terbatas kami juga tidak mampir ke ini. Di gua harimau banyak ditemukan kerangka manusia dari jaman preneolitik atau sekitar 9000 tahun lalu. Tapi tidak perlu sedih kalau tak sempat ke sana. Di musium kecil yang terletak di dekat gua putri dipamerkan hasil ekskavasi oleh para arkeolog di gua harimau. Ada beberapa replika kerangka manusia ataupun peralatan-peralatan yang dipakai di jaman itu. Tapi, penjaga musiumnya baik, kami diijinkan untuk melihat kerangka asli yang disimpan di bagian dalam musium.

Gua putri ini bisa jadi tempat rekreasi yang menyenangkan. Apalagi katanya saat ini sedang dibangun musium yang akan menjadi pusat informasi manusia purba yang ada di sekitar daerah ini. Jadi kalau sedang ada di Baturaja, bolehlah disempatkan mampir ke sini.

Ini bukan putri Dayang Merindu. Ini Putri jaman modern yang lagi jalan-jalan ke gua putri *putriception*

Ini bukan putri Dayang Merindu. Ini Putri jaman modern yang lagi jalan-jalan ke gua putri *putriception*

sudut gua putri

sudut gua putri

sudut gua putri

sudut gua putri

sudut gua putri

sudut gua putri

jalan-jalan di dalam gua sudah di semen, jadi tidak perlu khawatir terpeleset

jalan-jalan di dalam gua sudah di semen, jadi tidak perlu khawatir terpeleset

 

sudut gua putri

sudut gua putri. Ada banyak stalagtit dan stalagmit di gua ini

Bagian panggung besar di dalam gua

Bagian panggung besar di dalam gua

tangga menuju aliran sungai Semuhun di dalam gua. Bisa awet muda kalo cuci muka pake air ini, katanya.

tangga menuju aliran sungai Semuhun di dalam gua. Bisa awet muda kalo cuci muka pake air ini, katanya.

instagram-able juga

instagram-able juga

Jalan keluarnya. Sempat mikirin, bisa lewat gak ya di sini. Ternyata bisa.

Jalan keluarnya. Sempat mikirin, bisa lewat gak ya di sini. Ternyata bisa.

Menuju jalan keluar dari gua putri

Menuju jalan keluar dari gua putri

jalan keluar dari gua putri.

jalan keluar dari gua putri.

Musium si pahit lidah dan goa putri

Museum si pahit lidah dan goa putri

Musiumnya. Di sebelahnya sedang dibangun musium yang lebih besar.

Museumnya. Di sebelahnya sedang dibangun museum yang lebih besar.

Artefak yang didapat dari penggalian di sekitar gua harimau

Artefak yang didapat dari penggalian di sekitar gua harimau

Kerangka manusianya

Kerangka manusianya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s