#145 itikkecil and unfollow

Usually, I don’t really care about what my friends tweet on twitter. but If she/he constantly nags and complains and blabbers and rants about everything, I think I have my own limit.

I don’t care even if you are my friend in the real life. but if you rant and blabber about your hatred or your personal life, i don’t want to read those on my time line. too much information and i don’t need that kind of information.

Sorry, but i will unfollow you 😀

11 thoughts on “#145 itikkecil and unfollow

  1. IMHO, media sosial itu seharusnya jadi medium untuk saling berbagi informasi, saya mengikuti Mbak Ira dan juga sebaliknya (jika ada), maka dengan sendirinya berarti saya ingin mengetahui informasi apa yang Mbak Ira sampaikan.

    Informasi-informasi seperti kegiatan yang Mbak Ira tulis di blog atau seperti beberap baris kalimat di media sosial, kadang bisa jadi inspirasi bagi orang lain (yang mengikuti).

    Akan berbeda kejadiannya jika dan hanya jika, beberapa baris yang ditampilkan di halaman sosmed cuma sekedar omelan dan curhatan yang -maaf caka- kadang tidak terlalu penting.

  2. @Mr El Adani
    saya juga suka curhat di blog kok.. tapi tidak pernah sampai sebegitu detilnya sampai orang jadi merasa muak *rasanya sih*
    bedanya blog dengan twitter adalah kalau di blog orang bisa memilih untuk membaca atau tidak sementara di twitter mau tidak mau pasti terbaca kalau ada di timeline kita

    @suzannita
    aku padamu…

  3. Saya cuma unfollow orang yang ketahuan unfollow saya duluan, selain akun yang sudah mati. Keknya teman2 yang saya follow belum pernah segitu menyebalkannya sih, ntahlah kalo saya yang terlalu cuek atau malah jarang ngamati TL. 😆

    Kenapa mbak? Capek baca curhat apa? 🙂

  4. hahaha…. kalau aku sudah tahu karakter teman-teman yang saya follow, jadi seleksinya adalah sebelum saya klik tombol follow. Yang lebih sadis aku lock my akun, dan hanya orang yang aku tahu saja yang aku approve. Kalau aku tahu dia suka “menyebalkan” dari awalnya aku sudah tidak approve. Bagiku twitter adalah curhat shg aku tidak menganggap twitter sbg ajang perkenalan 😀

    EM

  5. I absolutely agree with this thought… Eventhough the tweets are something personal and no one can bother it, we can’t just let our timeline are full of ungrateful expression, complaining to life, etc…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s