#104 itikkecil dan sepuluh menit

Jam sembilan pagi, jelas sudah sangat terlambat ke kantor :D. saya terburu-buru menyeberangi jalan untuk menanti di halte transmusi. sebuah bus transmusi melenggang di depan saya dengan santainya sementara saya masih berjuang untuk menyeberangi jalan yang ramai itu. sial, terpaksa menunggu sekitar sepuluh menit lagi *sigh*

akhirnya saya memutuskan untuk duduk menanti di halte itu… agak bingung mau duduk di mana karena sangat kotornya halte itu. seorang anak muda yang sepertinya mahasiswa dengan acuh melemparkan gelas air mineral kosongnya ke lantai. karena melihat tatapan mata saya, dengan malu-malu ia menendangkan gelas itu ke bawah bangku.

untung masih ada sedikit tempat bersih untuk diduduki. saya akhirnya duduk di sana dan mulai mengamati lagi , daripada saya melamun jorok? . di depan saya, dua orang gadis cantik berboncengan mengendarai motor tanpa menggunakan helm lewat dengan percaya diri meskipun jelas-jelas melawan arah. tak lama kemudian, satu-persatu motor yang melawan arah dengan gagahnya melewati saya. saya menduga mereka mahasiswa, meskipun dugaan saya bisa saja salah. tetapi dengan memanggul ransel di punggungnya, memegang gulungan kertas gambar, bagaimana saya mungkin bisa salah?

dan ketika saya sedang asyik mencibiri para pelanggar aturan itu, saya tersadar kalau saya bahkan menyeberang tidak melewati zebra cross hanya karena saya sibuk mengejar transmusi yang baru lewat tadi 😳

Sebuah transmusi terlihat dari kejauhan, saya bersiap-siap menyambut kedatangan transmusi itu dengan berdiri karena sepertinya supir transmusi punya kecenderungan untuk melewatkan halte tersebut jika yang berada di situ tidak berdiri, mungkin juga akibatnya banyaknya orang yang hanya sekadar duduk-duduk di situ. yang jelas saya berdiri :D.

sepuluh menit saya di halte itu diakhiri dengan klakson memekakkan telinga dari sang transmusi akibat ada seorang anak smp(?) kalau melihat tampangnya sih saya yakin yang bersangkutan belum disunat yang dengan seenaknya memarkirkan motornya di tempat transmusi seharusnya berhenti dan asyik memainkan telepon selularnya.

Dan, berangkatlah saya….

11 thoughts on “#104 itikkecil dan sepuluh menit

  1. setiap 10 menit transmusi lewat? itu betul2 bikin iri mbak. transjakarta lewatnya 10 tahun sekali, dan sekali lewat, kondektur-nya cuman memalang pintu sambil bilang “udah penuh, nunggu belakang ini aja”, dan para penumpang pun kudu nunggu sepuluh tahun lagi, untuk mendapat kalimat yang sama persis dari kondektur sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s