#4 itikkecil dan ODHA

Saat ini salah satu tanggung jawab saya adalah merencanakan program talkshow di radio bekerja sama dengan Trijaya FM Palembang. Salah satu tugasnya adalah menentukan narasumber yang akan diundang.

Karena tanggal 1 Desember adalah peringatan hari AIDS sedunia, akhirnya saya mengundang salah seorang perempuan positif. Sebenarnya ada rasa khawatir kalau yang bersangkutan tidak mau untuk berbicara di radio. di luar dugaan, R bersedia untuk berbicara tentang statusnya.

Sebelum acara dimulai saya sempat ngobrol panjang dengan R. sebelumnya saya tidak terlalu kenal dengan yang bersangkutan. Paling hanya say hi setiap kali R datang ke kantor saya. dan ketika ngobrol itulah banyak hal yang terungkap dan jujur saja, saya hampir meneteskan airmata ketika mendengarkan ceritanya.

R tertular dari suaminya yang pengguna narkoba. Saat ini suaminya sudah meninggal dan ketika R diperiksa ternyata R juga positif HIV. Ketika saya tanyakan apakah sebelumnya tahu tentang HIV dan AIDS atau tidak. R menjawab kalau sepengetahuannya HIV hanya terjadi pada orang-orang yang nakal seperti banci, gay dan pekerja seks. tidak pernah terbayang di benaknya kalau perempuan baik-baik seperti dia juga bisa tertular.

R adalah contoh klasik istri yang tertular dari suaminya. seringkali yang terjadi adalah ketika ada seorang pengguna narkoba, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menikahkan si pengguna narkoba dengan harapan agar si pengguna narkoba menjadi insyaf dan bertobat. Suami R dikirim ke Palembang dengan harapan agar berubah dan tidak menggunakan narkoba lagi. Memang dia berhenti dan menikah dengan R, tetapi virusnya tetap tinggal 😦

Dan R sendiri setelah ditinggal suaminya kembali menjadi guru dan kembali ke bangku kuliah. Ketika ditanyakan apakah ada diskriminasi dari tetangga. R menjawab “tidak ada mbak. mungkin karena mereka melihat perilaku saya sehari-hari. jadi tidak ada yang menghindari saya”

What will you do next R?

“Saya akan menyelesaikan kuliah. apapun yang terjadi hidup harus tetap berjalan. Tidak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi.”

Punya rencana untuk menikah lagi?

“Dengan situasi seperti ini, saya tidak memikirkan untuk menikah lagi. Apa ada laki-laki yang mau menerima kondisi saya seperti ini. Yang terpenting adalah saya harus tetap berjuang untuk tetap sehat dan hidup saya harus tetap berarti. Toh keponakan saya banyak. saya bisa mencintai mereka seperti saya mencintai anak saya sendiri”

Melihat orang-orang seperti R, tidak adil rasanya kalau ada yang dengan tidak sensitifnya mengatakan kalau AIDS adalah akibat itunya dipakai sembarangan. mereka hanya melakukannya dengan orang yang mereka cintai dalam lembaga yang sah, perkawinan. tetapi virus tidak memilih, istri yang setiapun tetap bisa tertular.

15 thoughts on “#4 itikkecil dan ODHA

  1. Ini kayanya buat nyindir Mr Tif dulu ya. :mrgreen:

    Anyway, salut buat R. Beliau masih tetap bersemangat menjalani hidup.

    Dan…

    Apa ada laki-laki yang mau menerima kondisi saya seperti ini.

    Ini, yang kebetulan sempat terpikir beberapa hari yang lalu. Kalau misalnya A dan B pacaran, lalu A menemukan bahwa B mengidap HIV, yang berpotensi menular ke A dan juga keturunan mereka (kalau menikah), sebaiknya bagaimana ya? Kalau lanjut, mereka kena semua. Kalau diputusin, B kena diskriminasi dong. 😕

  2. ada beberapa kasus, si suaminya positif HIV atau sebaliknya tapi anaknya bisa tetap negatif Jo…
    sekarang ada program PMTCT (Prevention mother to child transmission) untuk mencegah penularan dari ibu ke anaknya.
    Kenapa bisa tertular sebenarnya karena ketidaktahuan, seandainya statusnya sudah diketahui dari awal, pencegahan penularan bisa dilakukan. dengan memakai kondom misalnya.

  3. Salut buat kemampuan R untuk berpasrah dan menetapkan untuk terus maju ^^

    Pemahaman masyarakat tentang HIV atau AIDS sangat mempengaruhi penerimaan mereka terhadap ODHA, karena pada umumnya kita akan takut akan sesuatu yang kita ga tau, padahal banyak cara menuju Roma, alias HIV tidak hanya disebarkan melalui hubungan seks semata.

    Ayo mba Ira, aku juga akan mendukungmuuu…. sebarkan ilmumu jeeengggg 😀
    ‘sorak sorak cheerleader buat R & jeng Ira’

  4. jadi inget, pernah melakukan riset tentang AIDS, dengan berbagai macam variabelnya yang membuat saya sempat akrab dengan beberapa ODHA dari berbagai LSM, ada kasus sebut saja Mas H (ODHA), yang berpacaran dengan Nn Y, mereka berpacaran jauh sebelum Mas H di vonis HIV positif, sampai sekarang mereka masih jalan, sebenarnya si Nn Y rela dinikahi, tapi si Mas H nya yang tidak mau. *kok malah cerita saya ini yah? :mrgreen:

  5. Ceritanya menyentuh sekali, Mbak. Doa saya dari sini untuk Mbak R dan masa depan beliau.

    (*BTW, saya dukung banget program menulis 365 hari ini. Ada yang bisa dibantu? 🙂 *)

  6. Ping-balik: #5 itikkecil dan blognya | Itik Kecil

  7. Kita memang tak boleh menyamaratakan jika ODHA karena disebabkan perilaku yang tak benar. Banyak isteri, suami, anak yang menangung akibat karena kesalahan orang lain.

    Tulisanmu sungguh mencerahkan…..

  8. ini persis yg terjadi di bali. HIV dan AIDS makin menyebar ke populasi umum, tak cuma di kalangan apa yang dulu disebut sebagai populasi kunci, seperti IDU, pekerja seks dan pelanggannya, LGBT, dst.

    kini, HIV dan AIDS makin menyebar ke anak2 dan ibu rumah tangga yang tak pernah melakukan aktivitas berisiko. para suami (sori mengatakannya, bajingan!) yang menularkan ke istri lalu ke anaknya.

    parahnya lagi, isu ini berkelindan dengan persoalan gender. istri yang sudah menikah akan “tercerabut” dari keluarga asalnya. begitu suami mereka sudah mati, dia tak akan bisa kembali ke keluarga asal. lalu, tak ada lagi keluarga besar karena statusnya sbg ODHA membuatnya tak bisa juga diterima di keluarga suami. mengenaskan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.