Cinta tak harus memiliki?

Currently listening (over and over again) : Malaikat juga tahu – Dee Lestari

Saya tersenyum ketika membaca postingan tentang cinta tak harus memiliki di sini. Been there, done that…. Yang saya lakukan ketika itu adalah memendam perasaan saya dan menguburnya sedalam mungkin.
Hanya menjadi pendengar yang baik ketika ia curhat tentang hari-harinya, menyaksikan ia pergi dengan sederet perempuan yang berbeda dan ditolak lagi, mendengarkan curhatnya lagi, jadi tong sampah ketika dia butuh tempat untuk curhat, jadi perempuan cadangan yang diajak ketika tidak ada orang lain lagi yang bisa menemaninya……. selain itu, apa??? Saya hanya bisa meratap tiap malam dan berharap suatu saat dia sadar kalau saya ada dan saya juga punya cinta untuknya.
Yeah…. itulah yang saya dapat karena saya punya prinsip cinta tidak harus memiliki, ketika saya tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaan saya kepadanya…. Rasa sakit ketika mendengarkannya sakit hati karena ditolak lagi, rasa yang lebih sakit lagi mendengarkan ceritanya tentang acara kencannya bersama orang lain….
Rasa sakit… cuma itu, saya tidak punya kebesaran hati untuk mengakui kalau selama ia bahagia, saya juga bahagia dan saya belum sampai pada konsep unconditional love, belum sampai ke situ, karena ternyata saya lebih mencintai diri saya sendiri, lebih memilih untuk tidak menyakiti diri saya sendiri daripada menyakiti orang yang saya cintai………. Makanya saya pun berkomentar di sini… Cinta tak harus memiliki itu adalah kalimat untuk menghibur diri sendiri ketika kita tidak berani mengungkapkan perasaan kita pada seseorang……
Dan kalaupun suatu saat saya jatuh cinta lagi dengan orang yang berbeda, saya akan memastikan dia tahu perasaan saya padanya, walaupun mungkin akhirnya tidak seperti yang saya harapkan karena saya tidak mau hidup dalam penyesalan……

Soal ketulusan hati, tentu saja saya tulus menjadi tong sampahnya. tapi andai saya tahu perasaannya kepada saya, i can move on… melanjutkan hidup saya dan mencari cinta yang lain

74 thoughts on “Cinta tak harus memiliki?

  1. Sebenarnya cinta tidak harus memiliki itu karena belum mengungkapkan perasaan atau sudah saling mengungkapkan cuma kondisi tidak memungkinkan?

    Mungkin perlu dikaji lagi.

    *sok serius*

  2. @nike
    malaikat juga tahu

    @dana
    bisa juga karena situasi yang tidak memungkinkan… tapi dalam situasi saya, karena saya tidak punya keberanian untuk mengungkapkannya….
    terlepas dari nantinya orang itu mencintai saya atau tidak itu sudah soal lain…..
    yang penting saya tidak hidup berandai-andai….

  3. Pingback: Mencintai atau dicintai ? | Jurnalnya Nike

  4. ihihihihi itu adalah kalimat sakti mandraguna saya kalau lagi patah hati, apapun filosifi didalamnya, mau orang ngomong apa… saya cuman bisa mendapatkan penawar dari luka hati ketika saya patah hati^^ apapun itu.. kalimat itu masih berguna untuk saya, mau di bilang gagal jg gpp koq.. karena kita tidak akan pernah belajar kalau tidak pernah gagal πŸ™‚

  5. @marsini
    jadi tong sampah kalau sebagai teman sih buat saya gak masalah, karena itulah gunanya teman. yang jadi masalah adalah kalau ada perasaan yang saya pendam.

    @ninoy
    patah hati menurut saya sih hal yang wajar. karena kita tidak mungkin memaksa orang lain untuk mencintai kita. tapi mungkin kita harus mencoba dulu. bagaimana mau bilang gagal kalau tidak dicoba sama sekali

  6. “Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya”

    Hayooo…. Semangat Jeeeng ….. πŸ˜€ semoga di pertemukan seseorang yang lebih baik darinya

  7. Soal ketulusan hati, tentu saja saya tulus menjadi tong sampahnya. tapi andai saya tahu perasaannya kepada saya, i can move on… melanjutkan hidup saya dan mencari cinta yang lain

    setuju, mbak!
    move on terasa lebih gampang waktu kita udah ga punya lagi perasaan yang tertinggal..
    btw, biasanya *mengutarakan perasaan* itu adalah jurus terakhir saya sebelum akhirnya saya bertekad untuk move on..
    *mengenang jaman2 itu*

  8. mbak… saya bisa mbayangin rasanya gmn.. beruntung sekali sang lelaki punya sahabat (atau mantan pacar ya, maaf saya ga ngikutin) kyk mbak..

    kl selamanya akan seperti ini.. sebaiknya menurut saya mbak jujur sm dia ato let him go.. out of your mind.. so itik kecil akan melangkah..mencoba menjelajah ke lain hati πŸ˜‰

  9. na, inilah yang sering membuat saya bingung, kenapa kok banyak menghubungkan cinta dengan ‘memiliki’ ? apakah memiliki artinya cinta?

    kalo saya ‘cinta itu dimiliki’, bukan cinta yang punya sesuatu tapi sesuatu yang punya cinta.

    kalo cinta harus memiliki, itu bukan cinta, atau paling nggak tidak 100% cinta.

    *hiks, mungkn gara2 pendirian saya yang seperti ini sampe sekarang belum dapet calon istri…

    ** kalo soal unconditional love, saya kira hanya cinta seorang ibu kepada anak lah yang bisa dikategorkan untuk cinta jenis ini, walau saya sempet dinobatkan memiliki sifat ini sama bang Eby.

  10. alangkah senangnya klo bisa memiliki yang dicintai, lebih senang. tapi klo ga bisa pun…klo diusahain ga bisa pun, yah..berarti dia bukan yang terbaik dan yang terbaik udah ada menanti kita

  11. do you know what? I love this post!
    hehehe… aku pun dulu jg pernah begitu.
    tp skrg lbh brani ngambil resiko menyakiti diri sendiri dr pd menyesal di kemudian hari karena ga pernah tau perasaannya… *curcor* πŸ˜›

  12. Alow mbak salam kenal, ikutan nimbrung donk boleh khan??

    CINTA TAK HARUS MEMILIKI?
    kalo menurutku itu bohong,mbak.
    Aku pernah ngalami gitu dulu, dan saat itu aku bilang begitu tapi makin lama aku makin sadar bahwa yang aku rasakan saat itu bukan CINTA tapi rasa penasaran aja pada cinta monyetku πŸ™‚

  13. sunggguhhh menyedihkan kalo cinta tak bisa memiliki……… jangan putus asa aja mbak……. pasti satu saat ada kok yang bisa dimiliki skaligus dicintai……… tukeran link dunk!!!

  14. AGH! KENAPA TOPIKNYA INI LAGEE SEEEHHH?! 😈
    *eh, kok kapital smua?* πŸ˜›

    Been there, done that. Jd “subtitute person”? Pernah.. dan rasanya masih 😐
    Cuma skrg soundtracknya Cicak di Dinding (Rectoverso jg). Duh, mulia sekali saya πŸ˜†

    Ah, jd pengen posting jg. Tapi kapan2 deh :mrgreen:

  15. iya banget mbak.. rugi banget kalo kita mencintai orang tanpa dia tau perasaan kita. capek sendiri, sakit sendiri, yang dipikirin tetap melenggang dengan riang tanpa menyadari uda bikin dunia kita jungkir balik karenanya.

  16. makanya, berani mengungkapkan perasaan…. πŸ˜†

    Serius lho, sebagian besar ketegangan mental itu terjadi karena tidak berani/mampu/mau mengungkapkan perasaan. Perempuan atau laki-laki sama aja, Ra…

    Saya juga kalau suka sama seseorang biasanya langsung ngomong. Kalau masalah ditolak sudah bosan…. :mrgreen:

  17. Gak papalah juragan jaditongsampah untuk soal ini.. satu pahala buatmumeringankanpenderitaan seorang sahabat.. kedua mengembangkan kemampuan sebagaiseroang kounselor.. jadibesok2 bisa pasangtarif perjam sekian gitu πŸ˜€

    Namun demikian, kunci penyelesaian hanya ada pada diri si ybs.. you are just there to ensure she/he will make the informed decision timely.

  18. Ahh Itik kecil…bagaimana kalau kalimatnya diganti
    ….”Cinta harus diperjuangkan”……

    Bagiku cinta harus diperjuangkan, kalau udah mengalah bahwa cinta tak harus memiliki, itu hanya meredam agar tak sakit hati.

    Tapi, apa sih sebetulnya cinta itu? Setelah menangis mengharu biru…beberapa bulan kemudian sudah bisa tersenyum lagi….(jangan sampai ada kalimat, cintamu kubawa mati…)

  19. cinta tak harus memiliki terkadang sangat mudah untuk diucapkan tapi begitu sulit untuk dijalani saat mendapati orang yang selama ini sudah berada disisi kita ternyata menaruh hati dan cintanya untuk orang lain…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.