Saya memalingkan muka

Entah mengapa, saya selalu memalingkan muka melihat kemiskinan terpampang di depan mata. Bukan kemiskinan yang dipamerkan oleh para peminta-minta di pinggir jalan, bukan pula kemiskinan yang dipamerkan oleh para peminta sumbangan bagi panti asuhan yang entah panti asuhannya berada di mana.

Tapi kemiskinan yang memaksa seorang bapak tua tetap menarik becak walaupun hari hujan, kemiskinan yang memaksa seorang anak kecil tetap berjualan koran di hari yang terik untuk biaya sekolahnya ataupun kemiskinan yang memaksa seorang ibu tetap membanting tulang walaupun sedang hamil tua.

Saya memalingkan muka bukan karena saya tidak peduli. Saya memalingkan muka, karena ternyata tidak ada yang bisa saya lakukan untuk menolong mereka. ternyata memang tidak ada yang saya lakukan untuk mereka.

*menunduk malu*

update : terima kasih untuk mbak ana atas tulisannya yang sudah menginspirasi tulisan ini.

102 thoughts on “Saya memalingkan muka

  1. memang sangat memilukan sih melihat hal seperti itu, tapi itulah arti hidup yang sesungguhnya.
    kita harus saling berbagi…
    atau apakah kita hanya bisa berdiam saja melihat semua itu?
    sayapun sampai saat ini cuma bisa berdiam saja…

  2. kemiskinan adalah tanggungjawab tiga pilar secara bersama: individu, masyarakat dan femerintah. tafi yang faling fenting dari ketiga filar tersebut, adalah individu/masing-masing pribadi. tanpa keinginan individu untuk melefaskan diri dari belenggu kemiskinan, maka ufaya femerintah meningkatkan derajat ekonomi masyarakat miskin, juga uluran tangan masyarakat membantu si miskin, akan menjadi sia-sia. P3T, P2KP, BLT dan frogram-frogram pengentasan kemiskinan yang digelar oleh femerintah selama ini, terbukti tidak begitu berhasil guna. šŸ˜„

  3. saya malu…
    masih bisa makan di mCd sambil ketawa2
    padahal di luar ada yang makan aja susah

    saya malu…
    masih bisa nonton pelem sambil ketawa2
    padahal di luar ada yg bunuh2an berebut makan

    saya malu…
    cuma bisa komeng dan curhat
    padahal saya harusnya bisa berbuat lebih

    setidaknya menundukkan kepala itu lebih baik.

    :nangis gerung2:

  4. Pingback: Kaya dan Bahagia « One Step Closer For Reading

  5. informasi yang baik.. semoga kegiatan menulis anda senantiasa mendapat balasan yang setimpal dari Yang Maha Kuasa.
    Kunjungi blog saya. baca dan analisa dengan seksama. saya berharap kita dapat meraih kemapanan finansial bersama-sama. amin

  6. Saya pernah ketemu bapak2 yg berjualan sejenis kue kerupuk di bahunya. Wkt itu saya beli dagangannya, tp saya lalu mikir, bagaimana klo seharian ini ternyata baru sayalah pembelinya? Berapa untung yg dia dapat dari 1bungkus kue itu? Seribu, 2ribu? Ngenes rasanya melihat betapa di Jkt ini banyakkkkk sekali yg miskin, tp juga sangat banyakkkkkkkk yg kaya. :-S

  7. Hmm,,satu tulisan berkualitas yg dibuat dengan kepala menunduk šŸ˜€

    Tegakkan kepala mbak,,tulisannya pasti semakin mantappp.

    Salam kenal,,rgds,,

  8. Menunduk malu, Rasa Empati yang tinggi…. Dengan tulisan Mb ini semoga banyak yang akan memulai suatu tindakan membangun terhadap mereka.. mari kita tegakkan kepala untuk membangun bangsa…!!

  9. yuk sama2 bangun Indonesia dn mengurangi kemiskinan…

    biasanya kemiskinan identik dengan kebodohan…

    so, kalo ada sekolah gratis dari SD sampe kuliah gimana??

    bisa gak miskin lagi gak yah??

  10. sedih, marah,

    ada rasa kekaguman dalam diri ini karena mereka teteap bisa bertahan walau dalam keadaan yang seperti itu. yap angkat topi buat mereka dan angkat tangan buat negara ini

  11. kasian kita mbak ya…khusus tukang becak, denger2 di kota besar macam jakarta, ada jalan2 tertentu yang ga boleh di masuki becak mbak ya? kl benar kebijakan apa pulak itu mbak? cam mana orang cari rejeki kok dilarang2…lam kenal mbak…

  12. ah, bener banget. setidaknya, kalau belum atau tidak bisa membantu mereka, perlakukan mereka selayaknya manusia. nggak perlu mengucap ‘idih’ atau giris menggenggam atau menyalami tangan.
    ada ucapan ‘mereka miskin karena mereka memilih untuk begitu’. boleh jadi. what if it hapened to yourself?

  13. indahnya berbagi, seandanya bisa menyisihkan barang 10 rebu setiap bulan seperti yang rekan rekan kantor saya lakukan, sampai saat ini sudah memiliki anak asuh sebanyak 7 orang anak asuh, mulai dari yang kecil menuju ke dewasaan

  14. hmmm…

    saya bahkan tidak mampu buat menuliskan kata kata buat blog action day poverty sampai sekarang…

    sebegitunya ta tau musti bagaimana…

    *menunduk lebih dalam

  15. aku ndak bisa ngomong apa apa.boso jowonya speechless deh.karena itu pula yang terjadi setiap waktu ketika aku melihat ketidak adilan
    tapi kembali lagi selemah lemahnya iman gitu kata orang yang beragama (saya tidak) adalah menyatakan dalam hati bahwa kamu menyatakan ketidak setujuan mu

  16. salam kenal terlebih dahulu :

    kemiskinan ndak selalu perlu dikasihani. justru mereka yang ndak berusaha itu yang perlu dikasihani. karena yang ndak berusaha telah menyia nyaikan hidupnya. sedangkan yang usaha, mereka pasti mendapatkan hasilnya baik itu banyak atau sedikit.

  17. pemandangan kemiskinan memang masih dominan di negri ini… padahal pameran kekayaan juga tidak sedikit… sungguh ironis!

    seruan kepedulian spt inilah yg diperlukan bagi masyarakat kita…

  18. @Pimbem
    saya juga malu

    @Nesia!
    saya berharap kalaupun nanti saya sudah mampu secara ekonomi saya tidak melupakan mereka bang….
    saya juga bertanya-tanya, kapan kemiskinan tinggal sejarah

    @edy
    iya

    @hsx046
    saya juga gak tega melihat yang seperti itu

    @Elys Welt
    tapi jangan nangis di sini ya

    @tuteh
    semangat juga :mrgreen:

    @Farijs
    mungkin hanya itu yang bisa saya lakukan

    @takochan
    dan saya berharap rasa malu itu tetap ada

    @Indah Sitepu
    jangan nangis ya

    @ulan
    harusnya kita melakukan sesuatu, walaupun saya tidak tahu harus melakukan apa

    @Cecep
    mungkin memang bisa menghibur

    @Arten
    tapi bukan berarti kita tidak peduli kan?

    @afwan auliyar
    dan sepertinya jiwa saya belum kuat

    @Mihael
    paling tidak, saya sudah meneriakkan ini

    @novnov
    insya Allah

    @harri
    iya

    @hanggadamai
    ada hubungannya Ga

    @aRuL
    semoga doa juga bisa membantu Rul

    @omoshiroi
    insya Allah, kalau ada yang bisa dibagi

    @Sawali Tuhusetya
    saya setuju pak, negara juga sudah melakukan pemiskinan terhadap rakyatnya sendiri

    @kipram
    masalahnya saya tidak tega. salam kenal

    @warmorning
    iya, mereka membuat saya sadar bahwa tidak seharusnya saya mengeluh

    @iman brotoseno
    iya mas

    @Muda Bentara
    amin

    @nie
    iya ya, kita juga bisa memulai dengan membantu sebisa kita

    @Alex
    iya, bantu melalui doa juga bisa

    @trijokobs
    soal kebahagiaan memang relatif pak
    salam kenal ya pak, makasih sudah mampir ke sini.

    @trendy
    makasih

    @edratna
    saya juga sedih Bu

    @asyafe
    amin

    @Abeeayang
    :mrgreen:

    @OpPIE
    salam kenal juga , saya juga gak tega melihat mereka

    @toim
    mungkin dengan menulis?

    @*hari
    iya Ri

    @erander
    iya bang… lakukan sebisa kita

    @Kaka
    mungkin benar… tapi ada orang yang sedemikian miskinnya sehingga harus membanting tulang sedemikian rupanya.

    @Ranny
    sayangnya begitu

    @chic
    jangan nangis Chic… *ikutan nangis*

    @Masenchipz
    saya gak pernah menilai sukses itu dari harta seseorang kok

    @emfajar
    mari

    @grace
    saya berharap suatu saat nanti kita bisa melakukan lebih dari itu

    @Iwan Awaludin
    Tidak ada yang salah dengan bekerja keras. Sungguh beruntung anda terpaksa bekerja keras karena anda kaya raya. Saya lebih menyoroti orang yang tetap mau bekerja keras dan tidak mau mengemis walaupun kemiskinan absolut membuat mereka tidak punya pilihan lain. Saya pernah bertemu dengan seorang tukang becak tua yang kondisi fisiknya tidak memungkinkan lagi untuk membecak tetapi tetap harus membecak karena tidak punya pilihan lain. Saya tidak tega melihatnya, tapi dia tetap tabah menjalani itu semua.

    @Esha
    memang ada yang suka kesibukan. tapi ya, kalau terpaksa itu kan sudah berbeda. dan sayangnya kemiskinan absolut itu sedemikian banyaknya di Indonesia

    @Raffael
    kalaupun ada…. apakah itu bisa membuat mereka berubah? Hanya sedikit uang mungkin yang bisa membantu mereka. Tapi ya…. tidak akan mengubah apapun šŸ˜¦

    @ahsani taqwiem
    semoga

    @ariefdj
    *berdoa supaya bisa jadi orang kaya yang baik hati*

    @Ardianto
    doa pun bisa kok

    @dzulfikar zacky
    saya gak tega

    @Catra
    sama Cat

    @tukangobatbersahaja
    tapi paling tidak dirimu sudah memberi

    @Daniel
    kan ada niat untuk berbagi Dan

    @Cabraw
    bisa jadi karena program-program itu jalan sendiri-sendiri

    @inidanoe
    kok malah nangis…..

    @quantummechanics
    makasih

    @Ade
    *nemenin Ade merenung*

    @zee
    iya, gap antara yang miskin dan yang kaya sedemikian besar

    @Mercusian
    *nemenin Mercusian juga*

    @masenchipz
    gak ada ide

    @ayahshiva
    makasih

    @suzannita
    iya Zan

    @grubik
    semoga

    @cK
    sudah bikin tulisan juga kan Chik

    @mbelgedez
    ah om mbel….

    @[H]
    makasih

    @CatatanMuslim
    mari

    @Rulez
    sekolah gratis… tapi siswanya kurang gizi.. šŸ™„
    seharusnya untuk memerangi kemiskinan bukan cuma sekolah yang digratiskan

    @Kaka
    …..

    @jardeeq
    padahal mereka kan tanggung jawab negara….

    @Secondprince
    masak sih?

    @andy
    apa ya?

    @ballz7
    oleh karena itu, negara juga berperan dalam memiskinkan rakyatnya

    @dinysays
    mereka kan manusia biasa juga ya mbak….

    @Artha
    syukurlah kalau anda sudah membantu mereka

    @Mang A’an
    makasih

    @natazya
    ah Nat…..

    @Biyung Nana
    iya Na

    @Edi PSW
    berarti sama

    @nenyok
    you know how I feel

    @Ly

    @GoenRock
    semoga Goen…
    vote Goen for president
    *dikemplang*

    @Ajaran
    karena itu fakta makanya saya merasa malu

    @septy
    semangat!!!!

    @Cabraw
    gak kok…

    @nomercy
    tanpa melihatpun saya bisa mengerti kok.

    @kagendra
    berarti tergantung niat kang?

    @escoret
    iya ya… mau nyumbang juga gimana?

    @IndahJuli
    iya mbak… bentuk nyatanya yang tidak terpikirkan sampai sekarang. karena kalau cuma membantu sedikit-sedikit sepertinya tidak akan bisa mengubah mereka.

    @klikharry
    tetap saja saya sedih

    @puputs
    saya gak ada ide

    @Gelandangan
    pisssss juga

    @martsiano
    iya juga

    @gudang Foto
    makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.